Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Depresi? Segera hubungi Allah


Oleh: Thya Uswanas (Muslimah Perubahan Fakfak, Papua Barat)

Akhir-akhir ini banyak muncul kasus bunuh diri yang dilakukan oleh para remaja dengan berbagai motif. Salah satunya salah seorang siswa SMP dikupang berinisial YSS ditemukan tewas gantung diri di kediamannya Senin (14/10/2019) lalu. Dikabarkan YSS nekat melakukan aksi bunuh diri akibat tujuan hidupnya yakni membunuh ayahnya sebagai pembalasan karena telah membunuh ibunya gagal terwujud. Kasus lainnya terjadi beberapa hari lalu di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, seorang siswa SMP kelas II ditemukan tewas gantung diri. Diduga pelajar ini kecewa terhadap orang tuanya yang akan menjual sepeda motornya.

Menurut dr. Yunias Setiawati, spesialis kejiwaan, kasus bunuh diri ini kerap dialami para remaja yang depresi. Depresi ini dapat ditandai dengan perasaan sedih, hilang minat, prestasi menurun, hingga sosialisasi terganggu.Retno Listyarti, selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan mengatakan hasil penelitian Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta, Nova Riyanti Yusuf, terhadap kesehatan jiwa 910 siswa SMAN dan SMKN berakreditasi A di Provinsi DKI Jakarta. Dalam penelitian itu terungkap bahwa 5% pelajar SMAN/SMKN di DKI Jakarta sudah memiliki ide bunuh diri dan 3% di antara mereka sudah melakukan percobaan bunuh diri. (Galamedia.news)

Depresi adalah sebuah penyakit gangguan psikologis yang ditandai dengan kurangnya ‘kewarasan’. Penderita depresi biasanya memiliki perasaan takut yang berlebihan, merasa diri tidak berharga. Efeknya tidak main- main, penderita depresi ini bisa menyakiti diri sendiri  maupun orang bahkan bisa sampai menghilangkan nyawa, dan seringnya hal ini terjadi diluar kesadaran penderita.

Berdasarkan data milik WHO, bunuh diri menjadi penyebab kematian nomor dua terbesar setelah kecelakaan di kalangan remaja berusia 15-29 tahun, dan mengakibatkan sekitar 4.600 jiwa meninggal setiap tahunnya.
Penderita depresi butuh segera diatasi agar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih berbahaya ke depannya. Salah satunya, butuh kepekaan dari lingkungan sekitar, khususnya keluarga.

Islam memiliki serangkaian cara dalam mengatasi depresi, antara lain sebagai berikut :

Pertama : Perbanyaknya mengingat Allah (zikrullah)

Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang yang ingat akan Rabb-nya dengan orang yang tidak ingat Rabb-nya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Al-Bukhari). Mengingat Allah bisa dengan berbagai cara, diantaranya melafazkan kalimat-kalimat tayibah, membaca Alquran dan merenungi maknanya.

Kedua : Shalat

Shalat yang merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim ternyata menyimpan hikmah yang sangat berharga jika ditegakkan. Dengan shalat, hati menjadi tenang dan pikiran pun jernih. Sehingga kegalauan yang menyergap diri akan teratasi. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 153).

Ketiga : Tawakal

Wajib bagi setiap muslim mengimani dengan sepenuh jiwa tentang qadha dan qadar. Segala ketetapan Allah, baik ataupun buruk, adalah wajib diterima dengan penuh tawakal. Akhirnya, kita tidak akan sampai terjerumus ke dalam depresi berkepanjangan jika kita meyakini bahwa segala yang menimpa kita adalah atas izin Allah. Terima dan lapangkan hati, niscaya kegalauan akan sirna, berganti dengan keikhlasan. Anak, harta, suami/istri, dan jabatan adalah titipan. Maka bukanlah tidak mungkin suatu saat Allah akan mengambilnya kembali. Bertawakallah niscaya jiwamu terasa lapang.

Keempat : Berkumpul bersama keluarga

Resapi kehangatan atas kebersamaan yang terjalin. Dengan berkumpul bersama keluarga, bercengkrama, dan bercanda niscaya kegalauan akan hilang, berganti keceriaan.

Kelima: Selalu berpikiran positif

Pikiran yang dipenuhi dengan hal positif akan mewujudkan kondisi kejiwaan yang sehat, jauh dari prasangka yang dapat membebani hati. Berpikir positif juga dapat menarik energi positif ke dalam diri kita, sehingga kita akan senantiasa merasa bahagia.
“Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku.” (HR.Muslim).

Demikianlah cara-cara islami untuk mengatasi depresi. Sungguh Islam adalah agama yang paripurna, segala hal dari masalah yang terkecil hingga yang terbesar, Islam mampu menghadirkan solusinya. Maka bersandarlah hanya pada aturan Allah, niscaya keselamatan dunia dan akhirat adalah milik kita. Insya Allah. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Depresi? Segera hubungi Allah"