Pendidikan Pada Masa New Normal
Oleh: Emira Haroki Rahmani (Santri Ma'had Darul Bayan Sumedang)
Akhir akhir ini new normal menjadi topik perbincangan di masyarakat maupun pejabat tinggi. Nah ada yang tahu apa itu new normal?
New normal adalah kebijakan pemerintah dalam menangani covid-19 dengan cara memberikan tatanan hidup baru melalui protokol yang telah ditentukan. Dalam new normal, pemerintah menitik beratkan untuk memperhatikan pola hidup sehat seperti selalu menggunakan masker saat keluar rumah, selalu mencuci tangan sebelum maupun sesudah beraktifitas, menjauhi kerumunan dan lain sebagainya.
Pandemi ini sangat berpengaruh sekali pada banyak sektor, termasuk sektor pendidikan. Dan membuat masyarakat harus stay at home termasuk para pelajar. Mau tidak mau mereka mengikuti pelajaran sekolah dengan daring dan tetap di rumah.
Namun, pada kenyataanya hal ini tidak berjalan dengan kondusif. Banyak sekali keluhan dari para pelajar dan orang tua, seperti susahnya sinyal, ketidak mampuan untuk membeli paket internet, karena faktor ekonomi dan tidak semua pelajar di negara ini memiliki smartphone. Nah, hal seperti ini yang membuat belajar tidak kondusif.
Dengan penerapan new normal ini pemerintah merencanakan sekolah masuk pada 13 juli mendatang. Apakah ini tidak membahayakan anak anak sekolah karena angka positif virus corona yang semakin meningkat?
Justru hal ini membuat sebagian masyarakat cemas dikarenakan sebarapa jauh pihak sekolah akan menjamin keselamatan anak ketika proses pembelajaran berlangsung? Dari mulai selalu menjaga jarak, mengganti masker setiap 4 jam sekali dan tidak bersentuhan.
Bagaimana solusi atas semua ini? Jika kita kaitkan dengan islam, maka islam telah menyediakan solusi atas banyaknya problem di dalam kehidupan ini. Banyaknya problem sekarang ini adalah buah dari sistem Kapitalisme. Dengan demikian new sistem satu satunya solusi yang tepat! (reper/az)


Posting Komentar untuk "Pendidikan Pada Masa New Normal"