Insecure
Oleh: Saqirazazzdch
Eitss, siapa yang tidak kenal kata 'insecure' ini? Kata yang akhir-akhir ini viral. Maksudnya sering disebutin gitu. Sering digaungkan. Apalagi sama anak milenials. Di sosmed bertebaran kalimat-kalimat sedih akibat insecure.
Biasanya apa aja bahan insecure? Kulit kusam, hitam dan berjerawat. Tubuh macam kaum hobbit. Pendek sekali. Atau, macam jerapah. Begitu tinggi. Atau, cem raksasa. Gendut. Yaaa, istilah-istilah ini pun datang akibat rasa insecure. Sampai menjudge bentuk tubuh kita.
Tulisan ini bukan dibuat supaya kalian berhenti galauin insecure. BUKAN! Karena, sejujurnya. Semua tulisanku adalah hasil dari rasa kegalauanku karena insecure. Iya. Semua manusia pasti sebagian besar pernah mengalami galau karena rasa insecure. Termasuk para sahabat Nabi.
"Lah, ngarang ente. Lah wong. Masa para sahabat bisa ngerasain galau karena insecure. Para sahabat ga gitu! Mereka tuh jenis orang yang bersyukur. Emang kamu ga baca apa kisah kehidupan mereka? Jangan ngarang deh!" katamu dalam hati.
Gini, gengs. Para sahabat pada nyatanya pasti pernah mengalami kegalauan. Tapi, alasan dan tingkat galau mereka yang beda dari kita. Mereka lebih elegant. Bukan seperti kita yang sibuknya menye-menye saja.
Contohnya apa saja? Contohnya, kalau para sahabat nih sudah hafal Al-Qur'an tapi belum memahaminya. Mereka pasti akan galau. Bahkan orang yang sekelas Ibnu Mas'ud (Fyi, beliau adalah sahabat Nabi yang didoakan oleh Nabi untuk memahami Al-Qur'an) masih berkata. "Kalau ada orang yang memahami Al-Qur'an lebih daripadaku. Aku akan cari orangnya."
Atau, sudah hafal. Sudah pahami. Tetapi, belum amalkan. Lagi-lagi menjadi sumber kegalauan para sahabat. Mungkin kalian pernah mendengar pernyataan. "Wahai Khalifatullah! Sepeninggalmu, sungguh ini suatu beban yang sangat berat yang harus kami pikul. Sungguh enkau tak tertandingi, bagaimana pula hendak menyusulmu?"
Ini pernyataan Umar ibn Khattab setelah Abu Bakr meninggal dan menunjuk beliau sebagai pemimpin. Sekelas Umar Ibn khattab aja loh ngerasa galau. Ngerasa insecure bisa menjabat sebagai khalifah selanjutnya. Bahkan beliau sampai menangis dan tidak bisa tidur akibat jabatan ini. Saking takutnya!
Kayaknya potret-potret cerita tadi cukup deh. Buat kita ngaca! Insecure itu boleh. Tetapi yang bermanfaat. Yang menambah keimanan kita pada Allah. Yang berkaitan dengan cinta kita pada Allah dan Rasul-Nya. Yang buat kita semangat dakwah.
Udahlah. Lupakan rasa insecuremu akibat selain dari ibadah ke Allah. Mengapa kita harus repot-repot mengikuti standar kecantikan di kalangan masyarakat? Mengapa kita sibuk membaguskan diri dengan standar kehidupan di masyarakat? Kalau standar dari pencipta kita aja. Cukup beribadah pada-Nya. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Insecure"