Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jejak Kejayaan


Oleh: Saqirazazzdch

Rasanya membaca, menonton pun menelusuri kisah-kisah muslim terdahulu. Terasa seperti kisah fiksi. Bagaimana mungkin ada orang seperti Sultan Muhammad Al-Fatih yang diusia 21 tahunnya menaklukkan konstantinopel?

Bagaimana mungkin ada orang seperti Sultan Salahuddin Al-ayyubi yang dengan gagahnya membebaskan Yerussalem dari cengkraman tentara salib yang menguasai Yerussalem selama 88 tahun?

Bagaimana mungkin ada orang seperti Ibnu Sina, Al-khawarizmi, Jalaluddin Ar-rumi, Jabir Ibn Khayyan, Imam Al-Ghazali dan yang lainnya yang begitu terkenal dengan ilmu dunianya dan ilmu akhiratnya?

Bagaimana mungkin? Lihatlah sekarang. Muslim terasa seperti terbelakang. Tidak ada lagi nampak seorang muslim dengan gagahnya menyuarakan ide-ide dan ilmu berliannya.

Bagaimana mungkin? Tentu saja mungkin. Karena dahulu muslim tersebut adalah muslim yang terlahir dari sistem khilafah. Sistemnya Islam. Bagaimana bisa terlahir buruk jika dihiasi dengan kurikulum pendidikan terbaik. Ialah syariat Islam. Kurikulum pendidikan yang dibawa oleh manusia terbaik.

Maka, tak heran. Muslim sekarang tidak lagi dianggap sekilau dahulu. Karena Islam telah dipisahkan darinya. Karena khilafah tak lagi dijadikan sistem dan naungan kaum muslim. Karena Islamphobia telah menjangkit kaum muslim sendiri. Maka, jika kita merindukan kejayaan kita. Gemakkan syiar Islam! Dan, kedzoliman hanya sekedar mimpi belaka. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Jejak Kejayaan"