Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tulisan Rasa Kacang Goreng


Oleh: Kunjung.S (Komunitas Garis Bawah)

Salah satu penggemar Kiswah (Komunitas Garis Bawah) dari fans pribadiku berkata "Ayo nulis lagi dong, aku suka dengan gaya Abang yang genre tulisan story rasa kacang goreng.."

Iyach memang beberapa waktu ini saya vakum menulis seperti terkena kram-otak..!! Sentilan dari salah satu fans Kiswah membuat semangat menulisku bergairah lagi.

Memang tak butuh disebut penulis atau apapun yang penting kita bisa menuangkan ide sebagai tanggungjawab dari para orang yang berilmu.

Tulisanku memang ringan ibarat kacang goreng. Tapi perlu diingat kualitas sebuah tulisan tidak ditentukan oleh berat atau ringannya isi yang ditulis. Tapi semua itu tergantung dari kemampuan penulis dalam mengulas, mengupas dan meramu teks menjadi bacaan yang bisa dinikmati.

Menulis hal-hal berat sesekali waktu juga diperlukan tapi jangan sampai menjadi kebosanan. Ketika menulis hal berat akan memeras otak, mau tidak mau harus membaca puluhan refrensi dan melakukan perbandingan karya dengan secara teliti.

Tulisan ringan bukan bermakna tulisan yang digarap asal-asalan. Tapi menulis tanpa melalui rujukan-rujukan yang pelik dan rumit. Cukup mencurahkan apa yang ada dipikiran kita lalu kita tuangkan. Bisa sambil nonton TV atau menyeruput secangkir kopi.

Orang dengan seribu gagasan ide tidak akan mati gaya dalam menulis. Dengan sedikit mengumpulkan bahan dan rempah-rempahnya lalu diramu menjadi tulisan berkualitas jadilah sebuah seni karya tulis.

Dibilang tulisanku kacang goreng, tidak masalah, malah senang dan bangga. Para teman mengatakan "justru yang paling laris kacang goreng, paling banyak dicari karena enak, gurih dan renyah dan bikin lidah tak berhenti bergoyang.."

Saya ingin para pembaca membaca tulisanku ibarat seperti menikmati kacang goreng. Setelah makan kacang yang pertama dia takan mau berhenti dan akan menikmati kacang-kacang berikutnya.

Lagi dan lagi. Apalagi ada rasa asin ibarat rasa dari sebuah kritikan sebuah tulisan. Atau saat menemukan kacang yang bentuk tidak sempurna tinggal dibuang saja.

Menulis dengan tak lupa memasukan sesekali kalimat sindiran, kritikan, yang kadang melukai tapi juga harus diiringi solusi yang tuntas agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Kita semua juga ingin menulis yang rasanya seperti kacang goreng itu. Enak dinikmati sampai habis dan meninggalkan rasa nyaman dan walhasil akan menimbulkan ketagihan secara otomatis. Ketagihan karya-karya kita.

Dan sebagai motifasi diri mari terus berbuat kebaikan sebisa kita walaupun kita disebut penulis kacangan atau apapun. Rasul SAW bersabda "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad). (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Tulisan Rasa Kacang Goreng"