Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Generasi Dambaan Islam


Oleh: Citra Ningrum (Pemerhati Remaja)


Generasi millenial merupakan tombak perjuangan suatu bangsa. Pemikirannya selalu dinantikan banyak orang, terutama demi perubahan negara. Kreativitasnya tak pernah berhenti pada satu titik, tetapi selalu ada penemuan baru yang mengguncang dunia.  


Saat ini banyak sekali inspirasi generasi dalam berperilaku. Dukungan film, fashion (pakaian), food (makanan), dan fun (kesenangan) mengikat pemikiran mereka. Salah satunya, tontonan K-Pop yang digemari generasi millenial di Indonesia. Maka, tak heran Wapres Ma'ruf Amin berharap budaya K-Pop dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia (detik.com, 20/09/2020). 


Ya, memang saat ini K-Pop sedang ramai dibicarakan oleh kalangan muda. Tak hanya musiknya, tetapi dramanya pun disegani. Bahkan, makanan pun tidak terlewatkan. Budaya korea telah berhasil masuk pasar Indonesia. 


Ini dirasakan pula oleh generasi millenial daerah Kuningan, Jawa Barat. Mereka membentuk komunitas yang dinamai K-Popers Kuningan. Fansnya diberi nama Fandom. Diantaranya fandom tersebut, ada K-Popers Kuningan, Army-Kuningan, Exo-L, Carrat (fandom seventeen), Nctzen, stay (fandom stray kids), ELF super junior, once (fandom twice), serta blink fandomnya blackpink (kuninganmass.com, 21/09/2020). 


Sederetan budaya lain telah menjadi inspirasi generasi saat ini. Alasan untuk mencari kesenangan pribadi selalu digaungkan. Ditambah pemikirannya terbatas sampai pada kebebasan semata. Walaupun dampaknya positif, tetapi jika diikuti secara terus menerus akan menggerus kepribadian generasi yang sebenarnya. 


Generasi saat ini yang disebut sebagai gen Z, yaitu mereka yang lahir antara tahun 1997-2010. Semangat yang membara dalam pencarian jati diri tidak didukung dengan pemahaman agama yang baik. Sehingga, tak sedikit dari generasi millenial ini yang terjerumus kedalam kemaksiatan. 


Sejatinya, generasi milenial ini tetap mengikuti rambu-rambu yang diajarkan Rasulullah Saw. Ini dikarenakan ucapan dan perilaku Rasulullah Saw. harus menjadi teladan bagi siapapun. Tak mengenal usia dan waktu dalam hal risalahnya. 


Maka, Islam menyebutkan generasi milenial sebagai generasi emas yang sangat potensial bagi kebangkitan. Meskipun, mengelola masa muda agar memiliki karakter kuat dalam keagamaan tidak mudah dan sederhana. Sebab, pertentangan dengan ide luar (bukan berasal dari Islam) lebih mendominasi jati dirinya. Dikarenakan, orang di luar Islam sangat mengetahui jika ingin menghancurkan peradaban Islam, maka hancurkan dulu para pemudanya.‎

Itulah sebabnya Rasulullah Saw. menyebutkan diantara tujuh golongan yang memperoleh naungan pada saat tidak ada naungan kecuali naungan dari Allah Swt. adalah pemuda yang taat. Sehingga, generasi saat ini perlu mempersiapkan diri dan berpacu menghadapi pemikiran sekuler, pluralis, dan liberalisme agama. Jangan menyiakan waktu untuk bersenang-senang semata, tetapi lebih banyak menghadiri majelis ilmu‎, perkuat agama, dan tauhid. 

Oleh karena itu, adanya generasi milenia yang berakhlaqul karimah diharapkan membawa perubahan bagi umat manusia. Generasi harus siap menjadi pelopor dari setiap kebaikan. Sebagaimana Rasulullah Saw. merupakan sosok pembawa solusi yang membawa rahmat bagi semesta alam, sumber inspiratif, berkontribusi positif bagi kemanusiaan, dan membimbing manusia mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat.


Dalam Islam, pemuda merupakan usia yang ideal dan memiliki banyak keutamaan. Berikut ini adalah beberapa keutamaan pemuda dalam Islam:


1. Pemuda Pengikut Rasulullah Saw


Dalam Tafsir Ibn Katsir disebutkan bahwa mayoritas orang –orang yang merespon baik seruan nabi adalah kalangan muda.


Mereka diantaranya adalah Shabat Abu Bakar yang masuk Islam pada Usia 38 tahun, Shabat Umar masuk Islam pada umur 28 tahun dan Sayyidina Ali yang masuk Islam kurang dari umur 10 tahun dan masih banyak yang lainnya yang masuk Islam kisaran berumur 12, 13, 14 dan 15 Tahun.


2. Pemuda yang mampu mengalahkan nafsunya


Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum ter­hadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah.” (HR Ahmad, Thabrani dalam al-Mu`jamul Kabir dan lainnya).


Mengenai kata shabwah dalam hadis di atas, dijelaskan dalam kitab Faidhul Qadir (2/263) sebagai pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya.


3. Pertanyaan Allah tentang masa muda


Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya“. (HR. At-Tirmizi). Wallahu'alam bi shawab. (reper/rmn)

Posting Komentar untuk "Generasi Dambaan Islam"