Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jejak-jejak Kebaikan


Oleh: Ninda Mardiyanti YH

Sobat, kita hidup di dunia ini hanya sementara. Dunia tempat kita singgah dan tempat mempersiapkan bekal menuju alam akhirat yang kekal. Kekayaan, jabatan, semua yang kita miliki di dunia ini akan hilang ketika Allah sudah memanggil waktunya pulang. Tetapi hanya satu yang akan dikenang oleh semua orang yaitu jejak-jejak kehidupan kita selama hidup di dunia ini seperti yang dilakukan pada zaman dahulu Rasul dan para sahabat. Rasulullah Saw dihina, dicaci, dimaki tetapi semangat juang dalam memperjuangkan islam tidaklah padam. Bagaimana Ummar bin Khatab sang sing-Nya Allah yang begitu tegas dan berani terhadap orang melanggar aturan Allah. Ada Shalahuddin Al-Ayubi pemuda hebat banyak wilayah yang takluk di tangannya bahkan sampai dijuluki pedangnya Allah. Ada juga keluarga Yasir yang disiksa akibat mempertahankan keyakinan islam. Muhammad Al-Fatih sang penakluk kota Konstantinopel dengan strategi perangnya menyebrangi 70 kapal perang lewat bukit galata. Bunda Aisyah yang terkenal kepintarannya, dan masih banyak yang lainnya.

Sobat, mereka saat ini sudah tidak lagi hidup di dunia tetapi nama mereka masih harum sampai detik ini, kenapa? Semua itu karena jejak kebaikan yang mereka torehkan. Lalu pertanyaannya, apakah kita sudah menyiapkan? Jejak apa yang sudah kita torehkan di dunia ini, supaya nanti ketika sudah tiada nama kita masih bisa diingat dan dikenang oleh semua orang?

Sobat, Allah Swt masih memberikan kita kesempatan hidup. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan saat ini salah satu diantaranya membuat sebuah karya. Nah disini banyak orang bilang “aku mah gak bisa ngapa-ngapain, bikin gambar aja jelek” atau “malu ihh, takut diketawain” “akum ah daaaa”. Pemikiran yang seperti ini harus dihilangkan ya sob, karena pemikiran seperti ini akan mengganggu masa depan kita.

Padahal ya sob, setiap orang itu memiliki potensi yang berbeda, dan karya tidak mengharuskan sama seperti orang lain ketika punya potensi di bidang desain grafis maka kembangkanlah, akan lebih baik lagi jika potensi yang kita miliki itu dibarengi dengan dakwah, disinilah akan mendapat poin plus nya. Bukan hanya skill atau potensi saja yang menjadi jejak kebaikan, tetapi peran atau profesi yang kita milikipun bisa menjadi jejak dalam kebaikan. Contohnya jika ada profesi menjadi ibu rumah tangga, jadilah istri dan ibu yang baik. Jika seseorang berprofesi guru? Jadilah guru yang di gugu dan di tiru. Jika seseorang berprofesi public figur? Jadikan followers-followersnya menjadi jalan-jalan menuju surga-Nya Allah. Jika seseorang berprofesi tenaga medis? Jadilah tenaga medis yang bisa memberikan manfa’at kepada yang lainnya.

Jadi sob, sebenarnya dari segala hal terkecil pun bisa menjadi lading jejak kebaikan yang nantinya bakal dikenang semua orang. Melanjutkan jejak bunda Aisyah, Ummar, Khalid, Muhammad Al-Fatih. Tinggal ada kemauan dalam diri kita dan melaksanakannya dengan baik. Bisa? InsyaaAllah bisa.. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Jejak-jejak Kebaikan"