Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akal, Pembeda Antara Manusia & Hewan


Oleh: Megaria La Tasmin (The Voice of Muslimah Papua Barat)

Hewan & manusia, adalah 2 ciptaan Allah SWT yang memiliki banyak kesamaan. Baik dari segi fisik maupun dari segi lainnya. Indera yang dimiliki oleh hewan, dimiliki pula oleh manusia. Dari segi fisik seperti indera penglihatan, pendengaran, pembau, pengecap serta perasa. Begitu pula dari segi lainnya berupa kebutuhan jasmani (hajatul ‘udwiyah) & naluri (gharizah/gharaiz). Yang mana kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang harus dipenuhi seperti rasa lapar, haus, mengantuk, ingin berkemih juga buang air besar. Jika kebutuhan jasmani ini tidak dipenuhi maka akan mengakibatkan kematian, kebutuhan jasmani ini juga memiliki rangsangan dari dalam dirinya. Berbeda dengan naluri yang tidak harus dipenuhi karena tidak akan menyebabkan kematian namun dapat mengakibatkan kegelisahan saat tidak terpenuhi. Naluri terbagi menjadi tiga bagian, yaitu : naluri mempertahankan eksistensi diri (gharizah baqa), naluri melestarikan jenis (gharizah nau’) & naluri beragama (gharizah tadayyun). 


Setiap naluri memiliki perwujudannya masing-masing, seperti naluri mempertahankan eksistensi diri adalah rasa marah, sedih, bahagia, ingin berprestasi, ingin berkuasa dan lainnya. Sementara rasa sayang dari orang tua kepada anak begitu juga sebaliknya, kakak mengasihi adik dan sebaliknya serta rasa ketertarikan antara laki-laki kepada perempuan atau sebaliknya adalah perwujudan dari naluri melestarikan jenis. Lain pula pada naluri beragama, manusia secara fitrah pasti akan menganggap diluar dirinya ada hal yang lebih besar sehingga akan menyembah apa yang dianggapnya lebih agung dari dirinya. Apakah itu Allah SWT sebagai sang pencipta serta sang pengatur atau hal yang lain, seperti menyembah pohon, batu, gunung, uang bahkan bisa sampai begitu mengagungkan ilmu pengetahuan. Rangsangan kepada naluri-naluri berasal dari luar dirinya. Kedua hal ini dimiliki oleh manusia & hewan, maka terbuktilah bahwa manusia & hewan tidaklah banyak memiliki perbedaan. Pembeda pada keduanya hanyalah akal. Manusia diberikan akal oleh Allah SWT sementara hewan tidak memilikinya.


Dimana akal inilah yang membuat manusia mampu mengenali & menghukumi segala macam perbuatannya di dunia ini adalah ibadah atau maksiat. Dengan akal manusia bisa mengontrol kebutuhan jasmani maupun naluri-naluri yang dimilikinya dengan baik & sesuai dengan aturan yang diberikan oleh Allah SWT. Apakah makanan juga minuman yang masuk ke tubuhnya adalah sesuatu yang halal & baik. Bagaimana seharusnya menyalurkan rasa marahnya atau rasa ingin berkuasanya sesuai dengan tuntunan syariah, sampai pada cara penyembahan kepada sesuatu yang dianggapnya agung. 


Dalam pemenuhan kedua hal ini tentu ada pahala yang didapat jika sesuai syariah namun akan mendapat dosa jika tidak sesuai dengan hokum syara’. Misalnya saja seseorang ingin berkuasa kemudian melakukan perbuatan suap berupa memberikan uang maupun hadiah kepada pihak-pihak yang bisa memberinya kekuasaan tersebut, maka hal seperti ini sudah pasti tidak sesuai dengan hukum syara’ maka dia akan mendapat dosa karena telah bermaksiat kepada Allah SWT & berlaku sama dengan hal yang lainnya. Penggunaan akal akan mendapatkan penghisaban di hari akhir nanti, maka pastikanlah kita menggunakan akal dengan maksimal mengikuti aturan yang telah diturunkan oleh Allah SWT & agar kita tidak dianggap sama dengan hewan. Karena manusia yang tidak menggunakan akalnya maka sesungguhnya dia sama saja dengan hewan, naudzubillahi mindzaliq. Wallahu ‘alam bishowab. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Akal, Pembeda Antara Manusia & Hewan"