Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alif Ba Ta...Tak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar Mengaji


Oleh: Kunjung Sasono (Komunitas Penulis Garis Bawah)


Belajar membaca Al'quran memang lebih baik dimulai sejak usia dini. Tetapi terkadang kesibukan orang berbeda-beda hingga lalai sampai termakan usia senja. Adapula karena lingkungan tak menjamin dan orang tua abai terhadap pendidikan agama anaknya.


Beberapa waktu lalu saya ditemui seorang muallaf lama yang sudah berkeluarga dan mempunyai dua anak. Dengan malu-malu mengutarakan niatnya yang ingin belajar membaca Al-Qur'an. Tapi bingung harus kemana belajar, karena sudah termakan usia dan malu untuk bergabung dengan anak-anak kecil di TPQ wilayahnya.


Beliau terinspirasi dari sinetron "Amanah" di televisi, yang berkisah tobatnya para preman-preman disebuah pasar lalu mulai belajar sholat dan mengaji. Dengan niat yang tulus saya berusaha membantunya Mas  Muallaf ini yang tidak bisa saya sebut namanya. Untuk belajar dasar membaca Al-Qur'an dan mengarahkannya kelak kelanjutan ke ahlinya.


Saya sendiri termasuk orang yang telat bisa membaca Al-Qur'an. Di usia menjelang pernikahan baru terbuka dan mau belajar. Didukung masa lalu yang kelam dan tak tersentuh ajaran agama. Tapi dengan sekelompok teman yang senasib kita berusaha belajar dan mengejar ketertinggalan dengan semangat.


Tidak ada kata terlambat, lihatlah Rasulullah mulai menghafal Al-Qur'an di usia 41 tahun. Rata-rata sahabat mulai belajar juga berkisar 30 tahun. Alasan lidah sudah kaku, terlalu tua atau masa keemasan sudah lewat harus dibuang jauh-jauh.


Alasan klasik terkadang tak memiliki waktu luang. Coba hitunglah berapa waktu tidur kita, waktu bekerja, waktu main game internetan, waktu santai ria, waktu nonton televisi dan bersenda gurau? Kadang kita tidak berlaku adil terhadap waktu untuk belajar ilmu Allah SWT.


Rasulullah bersabda

”Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala. ”(Hadits Muttafaq ‘Alaih).


MasyaAllah.. Dua pahala, yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya. Mulai dari sederhana mengenal huruf hijaiyah, tanda baca, panjang pendek, mengeja tiap huruf dan menghapal surat-surat pendek.


Belajar membaca Al Qur’an, menghafal dan memahaminya adalah sama nilainya di hadapan Allah. Membaca adalah kunci pembuka menuju pemahaman Al'quran itu sendiri. Pemahaman akan meyakinkan kita tentang keharusan menghafal isi Al Qur’an. Dan yang terpenting nantinya mengaplikasikan isi Al'quran dalam kehidupan sehari-hari.


Selamat belajar dan terus semangat bagi para pecinta Al'quran... (reper/yuni)

 

Posting Komentar untuk "Alif Ba Ta...Tak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar Mengaji"