Islam Mampu Mencetak Generasi Peradaban Gemilang
Oleh: Lestia Ningsih S.Pd
Video seorang remaja melakukan hal yang tidak senonoh atau perbuatan mesum di areal Masjid samping tembok Masjid Agung Sei Rampah, Ahad ( 8/11/2020) dini hari berdurasi 0.05 menit tersebar di Media Sosial.
Sangat disayangkan, ketikap kaum muslim datang ke Masjid untuk beribadah namun sebaliknya remaja dalam video tersebut yaitu wanita dengan kerudung warna pink, baju putih dan celana jeans dengan kekasih lelakinya dengan baju hitam dan celana putih malah melakukan hal tidak terpuji di areal Masjid. Jelas saja hal tersebut viral dengan banyaknya komentar dan hujatan atas perbuatan mereka karena siapapun setuju hal tersebut tidak bermoral dan melanggar syariat islam.
Remaja rusak dan hilangnya rasa malu adalah hal biasa di sistem dengan asas Sekulerisme saat ini. Liberalisme yang lahir dari sistem sekuler ini menjadi acuan dalam setiap perbuatan para kaula muda. Tentu saja tidak heran jika perbuatan remaja saat ini sangat tidak tahu malu dan bahkan mereka bangga terhadap kemaksiatan dan kejahatan yang mereka lakukan dengan alasan kebebasan dari ekspresi mereka sebagai remaja.
Sekuler yang dijadikan asas kehidupan dan liberalisme juga dijadikan pandangan hidup para remaja saat ini telah mencetak remaja tak bermoral dengan prestasinya dalam menciptakan keburukan dan kerusakkan seperti sex bebas, narkoba, aborsi, tawuran, bahkan kriminalitas dan kejahatan lainnya. Hal ini akan sulit untuk di atasi sebab kerusakan sistemik akibat sekuler dan liberalisme. Seharusnya hal ini menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah Negara ini termaksud PEMKAB Sei Rempah yang telah dicoreng namanya akibat Putra Daerahnya sendirsebab remaja adalah estafet selanjutnya yang akan membangun Negeri ini dan peradapan bangsa ini. Bagaimana Negara ini akan menjadi Negara dan menciptakan peradapan yang gemilang jika generasinya telah rusak dan tidak bermoral.
Tidak cukup hanya ultimatum ataupun hukuman terhadap pelaku tidak senonoh tersebut jika akar masalahnya tidak dicabut yaitu sistem sekulerisme serta anaknya Liberalisme yang diemban oleh Negara ini. Jika sistem ini terus diterapkan maka tidak hanya satu atau dua pelaku hal ini akan merusak seluruh remaja Negeri ini dan tidak sampai disitu maka akan tercipta kejahatan dan kriminalitas yang lebih rusak lagi.
Islam pernah memberikan contoh bagaimana mencetak generasi gemilang dan berhasil menjadikan peradapan yang terkemuka di dunia. Bahkan, seluruh dunia menjadikan remaja dalam sistem islam sebagai "role model" bagi remaja di Negara mereka. Pantas saja islam sebagai kiblat panutan setiap Negeri sebab sistem islam mampu mencetak generasi gemilang seperti : Imam Syafi'i yaitu ulama besar yang Mazhabnya banyak dipakai dibelahan dunia ini bahkan beliau menjadi Imam besar ketika umurnya masih 13 tahun.
Berikutnya, ada Ibnu Sina sebagai bapak kedokteran yang penemuannya dalam bidang kedokteran masih dipakai sampai saat ini. Abbas Ibnu Firnas adalah pemuda yang pertama kali menciptakan kerangka pesawat terbang sebelum Wright bersaudara. Al Khawarizmi, ilmuan muslim penemu angka Nol dan teori aljabar dan dari penemuannya-lah sistem computer bisa bekerja. Terlihat sangat seriusnya di dalam islam dalam memupuk semangatnya dalam berlomba-lomba dalam berprestasi demi kebaikan islam yang hal ini juga dibuktikan Oleh Muhammad Al Fatih yang telah menaklukan kota Konstantinopel dalam umur 21 tahun, diusia yang masih muda mampu menaklukan peradapan tua yang besar dan kuat tersebut.
Berbeda dengan sistem Sekuler-Liberal yang menjadikan watak generasi mudanya adalah manfaat dan kebebasan saja. Sistem islam yang memiliki landasan pokok dalam membentuk generasi mudanya, yaitu :
1. Menanamkan akidah islam sejak dini pada generasi mudanya. Termaksud dalam pendidikan pertamanya yang di dapat dari ibunya sebab ibu adalah Ummu Wa rabbatul bai'it. Dan mendapatkan pendidikan hanya boleh berbasiskan akidah islam saja.
2. Menciptakan lingkungan yang kondusif pada lingkungan tumbuh kembang generasi mudanya yaitu membekali masyarakatnya terutama keluarga dengan kesadaran islam berupa pemikiran, perasaan dan aturan yang sama yaitu islam.
3. Adanya control Negara secara totalitas dalam membentuk generasi islam dengan memfasilitasi dalam pendidikan, penggodokkan kurikulum berbasis akidah islam, membentuk masyarakat dengan kesadaran islam dan yang terpenting menjadikan setiap aturan dijalankan sesuai dengan syariat islam. Dari 2 landasan di atas akan sangat praktis dilaksanakan jika adanya peran Negara.
Makanya, generasi peradaban gemilang pastinya akan sangat sulit lahir dalam sistem sekuler-liberal saat ini. Dan hanya dengan sistem Islam yang diterapkan secara kaffah-lah generasi tersebut bisa terlahir dan mencerahkan dunia. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Islam Mampu Mencetak Generasi Peradaban Gemilang"