Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kekuatan Cinta, Begitu Indahnya dengan Islam yang Mulia


 

Oleh: Mochamad Efendi


Cinta adalah anugrah yang luar biasa. Membuat hidup penuh warna dan bahagia karena cinta yang merupakan naluri dihadirkan dalam diri seorang insan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Cinta membuat seseorang rela berkorban demi yang dicintai. Cinta membuat seseorang berani menyatakan kebenaran dan melangkahkan kakinya di jalan yang penuh dengan ujian berat. Bahkan rela menghadapi resiko demi sang kekasih hati. Tanpa mengeluh semua dilewati hanya ingin melihat wajah bahagia dihiasi dengan senyuman terpancar dari orang yang dicintai.


Pernahkah Gaes, kamu merasakan cinta itu? Sungguh kau beruntung jika masih ada cinta didalam hatimu. Cinta yang tumbuh karena dorongan Iman dan Islam yang menjagamu untuk tetap Istiqomah melangkah kakimu  di jalan kebenaran Islam yang lurus menuju surgaNya, sebaik-baik tempat kembali. Bukan cinta hawa nafsu dan perhiasan dunia yang menjadikamu menjadi budak dunia yang bisa menghinakanmu bahkan lebih hina daripada binatang dan membawamu pada seburuk-buruk tempat kembali 


Sungguh, cinta anugrah yang harus disyukiri jika rasa Itu masih terjaga, tidak mengembara liar tanpa aturan sehingga menabrak larangan Allah. Cinta suci harus mau diatur dengan ajaran Islam yang mulia, bukan menjadikan nafsu sebagai panglimanya. Cinta yang benar akan mendorong kamu untuk berbuat banyak kebaikan dengan standar kebenaran Islam bukan membiarkan diri terjebak dalam kemaksiatan atas nama cinta.


Gaes, cinta pada keluarga tumbuh dengan sendirinya tanpa kita memintanya. Itulah cara Allah menghadiri cinta, sejak seorang anak dilahirkan ke dunia ini. Dia membawa cinta dan menyebarkan pada kedua orang tuanya tanpa harus memintanya. Cinta itu tumbuh bersama mereka orang tua mencintai anak-anaknya, begitu pula sebaliknya anak-anak mencintai kedua orang tuanya. Bahkan seorang ibu rela bersusah payah dengan membawa bayi dalam kandungannya kemanampun dia pergi meskipun dia merasa tidak nyaman dan tidurpun terasa tidak nyenyak. Namun dia rela merasakan semua Itu demi buah hati yang dicintainya. Seorang ayah rela bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup anaknya agar tidak merasa kekurangan dalam hidup. Dia rela kebebasannya terganggu hanya agar anaknya bisa merasa nyaman dan bahagia. Dengan senang hati orang tua bermain dengan anaknya meskipun Itu bukan permainan yang disukai. Asalkan bersama anaknya orang tua merasa bahagia dan rela berkorban apa saja agar bisa melihat anaknya selalu senang dan bahagia.


Begitu pula seorang anak dia akan merasa nyaman bersama kedua orang tuanya dalam satu keluarga. Meskipun di luar sana banyak keluarga kaya dan selalu bisa mencukupi semua keinginan dan kebutuhan hidupnya, anak akan lebih memilih tinggal bersama keluarga. Terkadang hidup dalam kekurangan, namun tidak merubah pilihannya pada keluarga yang didalamnya cinta mulai tumbuh saat dia pertama kali bisa menghirup udara kehidupan. Semua Itu karena cinta sehingga keluarga seperti surga tempat kembali  setelah beraktifitas diluar yang membuatnya lelah. Segar kembali setelah bersama dengan keluarga yang penuh dengan cinta dan kehangatan.


Itulah cinta sejati yang tidak rela kekasih hatinya disakiti. Marah saat ada yang menghina dan melecehkanya. Dorongan cinta tidak bisa membuatnya diam ketika sang kekasih dilecehkan. Cinta sejati tidak mengharapkan balasan.  Semua aksi yang dilakukan demi kemuliaan yang dicintai. Cinta pada Allah dan Rasullulah harus menjadi cinta tertinggi dalam hidup ini. 


Sungguh cinta adalah anugrah yang luar biasa yang  Allah telah menghadirkannya pada diri seseorang dengan berbagai cara. Bahkan cinta bisa tumbuh pada diri seseorang meskipun dia sebelumnya sama sekali tidak mengenalnya. Dan lebih menakjubkan, cinta paling agung tumbuh pada diri umat Islam pada Rasullulah, Muhammad SAW meskipun kita tidak pernah bertemu dengannya. Namun kebaikannya pada umat manusia begitu luar biasa sehingga mampu menggerakkan hati yang sudah tersentuh cinta dan bergerak untuk membelanya.


Masih teringat aksi Bela Rasul yang didorong rasa cinta pada sosok yang paling dicintai. Berangkat dari rumah dengan penuh keyakinan untuk menunjukkan rasa cinta yang tidak perlu disembunyikan. Meskipun harus menghadapi resiko dalam pandemi mereka tetap melangkahkan kakinya untuk datang di depan gedung Grahadi Surabaya pada hari Jum'at, 6 November 2020 dibawah terik marahari yang membuat setiap orang meneteskan keringatnya. Kehausan dan kepanasan tidak dirasakan dengan tujuan agar dunia tahu bahwa umat Islam tidak pernah diam dan terus melakukan pembelaan pada rasulllulah karena dorongan cinta suci yang begitu besar bahkan melebihi rasa cinta pada diri mereka sendiri. 


Semoga Allah terus menjaga cinta meraka tidak luntur oleh waktu dan tidak terkikis oleh pemikiran sekular, liberal dan pemikiran sesat lainnya yang memunculkan Islamophobia, takut untuk berislam secara kaffah dengan mempertentangkan Islam dengan pemikiran manusia yang lebih dijunjung tinggi dengan meninggalkan Islam hanya ditempat ibadah, tidak membawanya dalam kehidupan nyata. Cinta Itu anugrah dan harus dijaga dengan Islam agar terus tetap lurus dan suci tidak terkotori oleh kesesatan yang mengatas namakan cinta. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Kekuatan Cinta, Begitu Indahnya dengan Islam yang Mulia"