Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Krisis Identitas Remaja Islam


Oleh: Robby Vidiansyah Prasetio 


Jika kita bertanya kepada para remaja hari ini, seberapa bangga para remaja Islam hari ini terhadap Islam? Dengan tegas pasti mereka menjawab bangga, namun apakah cukup dengan rasa bangga tersebut tanpa adanya tindakan nyata? Rasa malu dalam menunjukkan jati diri sebagai seorang muslim masih nampak pada sifat para remaja islam sekarang, padahal dengan keislaman inilah kita bisa mencicipi surga kelak.


Inilah yang dinamakan Krisis Identitas. Krisis Identitas inilah yang menyebabkan para remaja islam tidak yakin akan potensi dan kekuatannya, sehingga mereka menjadikan kapitalistik sebagai pandangan hidup yang asas nya hanya berdasarkan untung rugi, dan menjadikan materi sebagai tujuan hidupnya. 


Pandangan hidup kapitalistik juga menyebabkan remaja islam larut dalam kebebasan sistem pergaulan, gaya hidup bebas yang menghalalkan generasi remaja tenggelam dalam narkoba, sex bebas, dan aborsi.Komnas perlindungan anak merilis pada tahun 2007 sekitar 11,7 juta anak putus sekolah. Dan tak kalah mengejutkan lagi ketika KPI juga merilis laporan pada tahun 2008 pada anak-anak sekolah menengah pertama (SMP) bahwa 97% mengaku pernah menonton film porno , 93,7% remaja SMP mengaku pernah berciuman dan bercumbu berat, yang lebih mengejutkan lagi adalah remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi. Belum lagi fakta miris yang menunjukkan bahwa negeri muslim terbesar ini, justru sangat parah dalam hal aborsi, sekitar 2,6 juta balita diaborsi setiap tahunnya.


Demikianlah kondisi para remaja yang lahir dari kehidupan kapitalistik yang bisa kita lihat hari ini. Keislaman mereka tidak sedikit yang terkikis dan mengalami kemunduran karena masuknya budaya-budaya asing yang membius dan meracuni pemikiran mereka. Mereka selalu membanggakan barat dan bahkan mengikuti gaya dan pemikiran hidup barat yang menyimpang dari ajaran islam. 


Berbeda dengan pandangan hidup Islam. Pandangan hidup islam dibentuk dari tiga sumber; Al-Quran, Assunnah, serta pengetahuan dan keimanan bahwa hidup di dunia ini hanya sementara yang penuh dengan tantangan dan ujian menuju kehidupan yang abadi yaitu kehidupan akhirat. 


Pandangan hidup seorang muslim adalah pandangan akhirat, pandangan yang didasarkan kepada keputusan Allah, mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh Allah. Pandangan ini adalah wujud dari Al-Quran dan Assunnah, yang bisa kita tempuh untuk meraih Jannah-Nya.


Pandangan itu adalah keyakinan dan pengetahuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, hanya Allah saja lah yang memutuskan dan menentukan segala sesuatu; Dia saja lah yang bisa memberikan kemenangan atau kekalahan; Dia saja lah yang bisa memberikan keamanan dan kedamaian, dan Dia saja lah yang berhak menentukan garis jalan kehidupan kita.


Remaja Islam sudah seharusnya menjadikan islam sebagai pandangan hidup yang paripurna dan paling akhir yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW. Remaja Islam harus memahami bahwa Islam tidak hanya sekedar ibadah individu saja, tetapi juga sebagai sebuah pandangan hidup yang sesuai fitrah manusia dan menjawab semua problematika umat. Jadi hanya Islam satu-satunya pandangan hidup yang benar yang itu berasal dari Allah SWT yang diamantkan kepada umat manusia.


Mulai saat ini, remaja islam harus meninggalkan pandangan hidup Barat dan menjadikan Islam sebagai aturan hidup, selalu ingat bahwa kita adalah remaja muslim sudah seharusnya memegang teguh islam sebagai jalan hidup kita.

(reper/zia)

 

Posting Komentar untuk "Krisis Identitas Remaja Islam"