Berikan Apa Yang Menjadi Hak Anak
Oleh: Rosna (The Voice of Muslimah Papua Barat)
Orang tua mana sih yang tidak ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara optimal? Anak pintar, cerdas, anak sholeh & sholehah begitulah sering disebut. Banyak aspek yang harus diperhatikan agar anak menjadi demikian, seperti dari segi motorik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa. Sebagai orang tua, semua aspek tumbuh kembang tersebut harus diupayakan perkembangannya serta memperhatikannya sejak dini. Mengapa? Karena pada otak anak 99% tumbuh di usia 5 tahun. Saat tumbuh tersebut, banyak hal harus diberikan pada anak. Tidak seperti kebutuhan yang dapat ditunda dan digantikan, saat kapasitas otak tidak terpenuhi di masa balita, artinya kesempatan sudah hilang. Itu sebabnya, dari masa 0-5 tahun dikenal dengan masa emas pertumbuhan, sedangkan masa ketika anak sudah mulai memasuki usia 7 tahun anak sudah bisa diajari berbagai hal terutama tentang agama.
Maka dari itu betapa pentingnya peran orangtua dalam masa pertumbuhan anak terutama seorang ibu, karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Peran orang tua sangat menentukan terhadap baik-buruk serta utuh-tidaknya kepribadian anak. Untuk itu setiap orang tua pasti akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah Azza wa Jalla kelak di akhirat tentang anak-anaknya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya "Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi". [HR. al-Bukhâri dan Muslim]
Hadis yang sangat populer ini menegaskan bahwa sesungguhnya semua manusia baik karena lahir dalam keadaan suci. Oleh sebab itu, maka kita sebagai orang tua harus terlebih dahulu mengetahui apa saja hak-hak anak yang harus kita penuhi. Berikut 7 hak anak dalam perspektif islam :
1. Hak untuk hidup dan tumbuh berkembang
Islam mengajarkan bahwa menjaga kelangsungan hidup dan tumbuh berkembangnya anak itu merupakan keharusan. Sementara meremehkan atau mengendorkan pelaksanaan prinsip-prinsip dasar tersebut dianggap sebagai suatu dosa besar. Hal ini dapat dibaca dalam beberapa ayat Alquran, salah satunya QS Al-An'am (151) yang artinya "Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka."
2. Hak mendapatkan perlindungan dan penjagaan dari siksa api neraka
Meskipun Allah SWT telah melengkapi manusia dengan kecenderungan alamiyah untuk menghindar dari bahaya yang mengancamnya, ternyata Allah SWT masih juga secara tegas mengingatkan kepada setiap orang tua untuk terus menerus melindungi dan menjaga diri serta keluarganya, khususnya anak anak dan istrinya, dari siksa api neraka. Hal ini tercantum dalam QS.At-Tahrim (6) yang artinya "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka".
3. Hak mendapatkan nafkah dan kesejahteraan
Orang tua yang mampu, berkewajiban memberikan nafkah kepada anak-anaknya sampai sang anak mempunyai kemampuan untuk menafkahi dirinya sendiri. Artinya, anak yang belum mampu berhak mendapatkan nafkah dari orang tuanya yang mampu. Firman yang dijadikan dasar perintah memberikan nafkah ini, antara lain adalah QS. AlBaqarah (233) yang berarti "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf."
4. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran
Jika melihat lagi QS. At-Tahrim (6) yang memerintahkan agar orang tua menjaga dan melindungi anak-anaknya dari siksa api neraka, maka berarti orang tua diwajibkan untuk melakukan pendidikan dan pengajaran terhadap anak-anaknya dengan sebaik-baiknya. Sebab anak akan terhindar dari siksa api neraka bila ia tahu tentang perbuatan-perbuatan yang mendatangkan dosa.
5. Hak mendapatkan keadilan dan persamaan derajat
Islam memandang bahwa semua manusia, baik itu antara pria dan wanita ataupun antara yang lainnya, adalah memiliki derajat yang sama di sisi Allah SWT. Yang membedakan antara mereka adalah tingkat ketaqwaannya semata. Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat (13) dengan arti "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan; dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesunggguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
6. Hak mendapatkan cinta kasih
Sudah menjadi fitrahnya bila setiap orang tua mencintai anak-anaknya. Walaupun demikian, Islam masih juga memerintahkan agar orang tua memperlihatkan perasaan cinta kasihnya itu kepada anak-anaknya sehingga anak betul-betul merasa bahwa orang tuanya itu mencintai dan mengasihinya. Setiap anak punya hak untuk mendapatkan dan merasakan wujud nyata dari perasaan cinta kasih orang tuanya.
7. Hak untuk bermain
Dalam Islam, anak berhak untuk bermain. Rasulullah SAW pun telah memberikan contoh dalam hal ini. Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW memimpin shalat berjama'ah. Waktu itu datanglah Hasan dan Husain, cucu-cucu beliau. Sewaktu Rasulullah SAW sedang sujud, keduanya menaiki punggung beliau, dan beliau memperpanjang sujud sampai kedua cucunya turun dari punggung beliau. Setelah selesai shalat para sahabat bertanya, kenapa beliau melakukan salah satu sujudnya lama sekali. Beliau menjawab: "Kedua cucu saya naik ke punggung saya dan saya tidak tega menyuruh mereka turun"
Hal yang tak kalah penting untuk diingat oleh para orang tua bahwa anak adalah seorang peniru yang ulung. Mereka akan mengikuti setiap hal yang dilakukan oleh orang tuanya. Jika orang tuanya memberikan contoh perilaku yang baik maka besar kemungkinan anak juga akan berperilaku demikian. Namun jika contoh yang diberikan oleh orang tua adalah contoh perilaku yang buruk maka tidak heran jika nantinya anak juga akan berperilaku seperti itu. Untuk itu mari sama-sama kita bermuhasabah diri, jangan menjadi orang tua yang ingin memiliki anak yang sholeh & sholehah tetapi kita sebagai orang tua tidak memberikan contoh yang seperti itu. Islam begitu memperhatikan pendidikan karena dengan pendidikan yang baik dapat menjadikan generasi Islam sebagai generasi yang gemilang. Wallahu'alam bishowab. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Berikan Apa Yang Menjadi Hak Anak"