Ibu, Jasamu Tak Terlupakan Sepanjang Jaman
Oleh: Mochamad Efendi
Selama sembilan Bulan engkau mengandungku. Pasti tidak mudah, tidak enak makan tidurpun tidak nyaman tapi kau merasa gembira dan sabar menungguku terlahir ke dunia ini dengan ditandai suara keras tangisanku. Saat aku menghirup udara kehidupan, kau begitu senang dan mencintaiku sepenuh hati. Kau merawatku dan mendidikku sampai aku siap untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Meskipun saat ini kau tidak ada di dunia ini, apa yang kau ajarkan sungguh tidak pernah terlupakan dan selalu menginspirasiku dalam melakukan setiap kebaikan.
Ibu, engkaulah orang terdekat dalam hidupku setelah ayah yang juga selalu mencintaiku. Saat aku sakit, terlihat wajahmu yang begitu tegang dan kuwatir. Dengan sabar kau merawatku dan menyuapiku agar mau makan dan cepat sembuh dari sakit yang membuatkan tidak nyaman. Kau begitu peka dengan apa yang aku rasakan. Kau memberiku kehangatan dan perasaan nyaman saat aku membutuhkanmu. Beruntunglah aku memiliki ibu sepertimu, meskipun sederhana tapi selalu menebar cinta dalam hidupku. Kau selalu berusaha membuatku bahagia dan yang pasti dalam do'amu selalu berharap untuk kebaikan anakmu ini dan kemudahan dalam segala urusan.
Padahal anakmu sering lupa mendo'akanmu. Tidak jarang anakmu ini membuatmu sedih dan marah dengan tingkah nakalku yang menjengkelkan. Sementara kau tidak pernah dendam dan membenciku karena kemarahanmu didasarkam rasa cinta yang mendalam karena tidak ingin melihat anakmu salah dan tergelincir kelembah dosa. Saat aku malas belajar dan meninggalkan kewajiban engkau tidak tinggal diam. Engkau sangat perduli dengan apa yang aku lakukan. Sering aku jengkel padamu, padahal Itu semua kau lakukan untuk kebaikanku agar aku tidak tergelincir pada kesalahan yang akan membuatku menyesal dikemudian hari. Baru kusadari semua yang kau lakukan selama ini adalah untuk kebaikanku. Tapi engkau sudah pergi untuk selamanya dengan meninggalkan bekas-bekas kebaikan untuk anakmu yang akan selalu mengingat dan mencintaimu.
Baru aku menyadarinya semua kebaikanmu saat kau sudah tidak ada lagi di dunia ini. Namun namamu yang tertulis di batu nisan tidak akan pernah terhapus dalam ingatanku sepanjang hidupku, beserta jasa-jasamu yang telah membimbingku agar aku tidak tersesat jalan, dan mendidikku dengan sabar agar aku bisa mengkaitkan setiap langkah hidupku dengan Islam. Ibu do'aku selalu memyertaiku disetiap sholatku agar engkau mendapatkan menuai setiap kebaikan yang kau tanam di dunia dan kau bisa rasakan Indahnya tempat keabadian di surga,Nya, sebaik-baik tempat kembali.
Alhamdulilah, Allah sudah menitipkan aku pada ibu yang luar biasa. Cintamu bukan cinta biasa, tapi aku belum sempat membalasnya. Teringat sering aku membuatmu kecewa dan sedih dengan sikapku yang tidak perduli dan hanya mementingkan diri sendiri. Saat ibu kerepotan dalam mengerjakan pekerjaan rumah aku malah memilih main dan bersenang-senang dengan teman. Sungguh mulia hatimu ibu, semua kau kerjakan untukku tanpa keluh kesah terucap dari bibirmu. Banyak hal telah kau lakukan untukku, tapi belum banyak diriku membuatmu tersenyum bahagia.
Ibu sungguh jasamu tidak terlupakan dalam hidupku. Kau bagaikan cahaya yang menerangi setiap langkahku agar bisa tertunjuki ke jalan lurus. Sungguh beruntung kau mendidikku dengan Islam sehingga setiap amalan kebaikan bisa bernilai ibadah, bukan amalan biasa yang tidak akan mengantarkan ke surgaNya. Ibuku kau adalah mutiara yang selalu menyinari hatiku untuk melakukan banyak kebaikan. Aku sungguh bersyukur telah dikaruniai ibu sebaik engkau yang tidak lelah mendidikku dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Setiap aku teringat kata-katamu yang menjadi nesehat terbaik dalam hidupku, aku terdorong untuk tidak menyia-nyiakan waktu agar tidak menjadi orang merugi. Kenginginan untuk melakukan banyak kebaikan terus menyala setiap mengingat kasabaranmu untuk membimbingku agar aku menjadi orang-orang yang beruntung, mereka yang telah diberi nikmat, bukan orang yang dimurkai dan yang tersesat. Jasa-jasamu tidak mungkin aku lupakan ibu, dan terus mengiringiku meskipun engkau tidak lagi disisiku.
Hanya do'a yang bisa kupanjatkan untukmu dan kebaikan yang terinspirasi oleh ucapan dan kebaikanmu, semoga bisa menjadi amal Jariyah untukmu ibu. Engkau adalah sumber inspirasi setiap kebaikan yang telah dan akan aku lakukan. Hanya ini yang bisa aku persembahkan untuk ibu yang telah berjasa mengantarkan anakmu menjadi pribadi yang baik yang melakukan banyak kebaikan dengan Islam. Jasamu sungguh tidak bisa terlupakan sepanjang hidup dan selama nikmat hidup masih melekat dalam hidupku. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Ibu, Jasamu Tak Terlupakan Sepanjang Jaman"