Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Orang Yang Mengaku Muslim, Harusnya Mencintai Islam!


 

Oleh: Farida Fathmah 


Ada orang minta dimasukan ke neraka. Katanya mau ketemu sama idolanya. Mau buat pesta api di neraka.


Katanya "Gue gak tergila-gila untuk masuk surga, Gue mah dineraka aja udah happy, Bisa ketemu artis-artis idola , Gue mending masuk neraka aja."


Miris, sudahlah kemarin dia berani menghina ulama. Sekarang dia nantang disiksa.  Sungguh orang yang celaka.

Naudzubillah tsumma Naudzubillah.


Orang  itu mengaku agamanya Islam. Tapi nampaknya dia tak paham. Bagaimana seharusnya sikap seorang muslim. Sepertinya dia tak mengerti apa  konsekuensi jika telah menjadi orang yang memeluk Islam. 


Islam adalah nikmat Allah terbesar dan termulia yang diberikan untuk manusia. Sikap orang yang memeluk Islam (muslim) adalah penyerahan diri sepenuhnya terhadap segala perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.


Penyerahan diri dengan penuh keyakinan terhadap hikmah-Nya. Bersandarkan pada takdir dan senantiasa mengharap rahmat-Nya.


Jika sudah paham apa itu islam. Maka sungguh akan lahir rasa cinta kepada Islam. Cinta Islam sebuah perasaan yang muncul ketika merasa benci untuk keluar dari Islam. Merasa benci jika kembali kepada kekafiran. Sebagaimana benci jika dilempar ke neraka.


Orang yang menantang ingin masuk neraka. Jelas sekali dia tidak benci jika dilempar ke neraka. Orang itu jelas tidak mencintai Islam. 

Padahal seorang yang mengaku Muslim. Seharusnya mencintai Islam dan berloyalitas kepada Islam. 


Kita harus mencintai Islam, karena Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah. Islam adalah agama yang sesuai fitrah manusia dan tidak membebani jiwa pemeluknya melainkan sesuai batas kemampuannya.


Kita harus mencintai Islam. Karena Islam  mengajarkan untuk berbuat baik kepada sesama manusia. Berkata baik, senyum kepada saudaranya, membuang duri dari jalan adalah amal sholih yang bernilai sedekah. 


Islam memberi banyak pahala untuk orang yang menyebarkan salam.

Bahkan, terdapat amalan-amalan yang bisa menghapuskan dosa seorang muslim.

Seperti berjabat tangan dengan saudara sesama muslim, membelai rambut anak yatim, memberi nafkah istri, suami berhias untuk istri atau sebaliknya.


Islam juga mengajarkan agar seorang muslim sangat berhati-hati. Untuk tidak menyakiti orang lain, baik dengan kata-kata isyarat maupun dengn suara yang keras.

Allah berfirman dalam QS AI-Isra ayat 28 yang artinya, " Dan berkatalah kepada manusia dengan ucapan yang pantas"

Rasulullah juga bersabda, "Yang disebut Muslim adalah jika orang-orang Muslim yang lain merasa aman dari (kejahatan) lidah dan tangannya." (HR.Al Bukhari dan Muslim).


Ucapan orang yang menantang untuk dimasukkan ke neraka merupakan perkataan yang tidak pantas diucapkan seorang Muslim. Karena  neraka adalah perkara yang berkaitan dengan keimanan. Termasuk rukun Iman yang kelima, Iman kepada hari Akhir.  Ada Surga yang disediakan bagi orang yang bertakwa. Ada Neraka  yang disediakan untuk orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. Neraka buat manusia yang tak mau diatur oleh Aturan Pencipta. 

Allah berfirman dalam AlQur'an,


هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ (1) وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ (2) عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ (3) تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً (4) تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ (5) لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِنْ ضَرِيعٍ (6) لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ (7)


Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak  menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.(Al-Ghasiyah 1-7)


Masih yakin mau buat pesta di neraka?

Yakin bakalan happy di neraka?

Yakin mau minum air mendidih yang sangat panas?

Yakin mau makan makanan dari pohon berduri?

Naudzubillah tsumma naudzubillah...



Perkataan orang yang jelas-jelas menantang ingin dimasukkan ke neraka. Menunjukkan seperti apa kadar Imannya. Orang itu bisa saja sudah dikatakan tak lagi beriman kepada Allah, dia tidak takut adzab Allah.  Tidak takut melakukan maksiat. Melanggar aturan syariat. Meski dia masih kerjakan sholat. Tapi moralnya sungguh bejat. Terlihat dalam kesehariannya pun buka aurat. Lidahnya pandai bersilat. Bahkan sangat jahat.  

Cukuplah Firman Allah ini menjadi pengingat. 


(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِیكُمۡ نَارࣰا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَیۡهَا مَلَـٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظࣱ شِدَادࣱ لَّا یَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَاۤ أَمَرَهُمۡ وَیَفۡعَلُونَ مَا یُؤۡمَرُونَ)


Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

[ At-Tahrim 6]

Wallahu a'lam bishowab. (reper/yuni)

Posting Komentar untuk "Orang Yang Mengaku Muslim, Harusnya Mencintai Islam!"