Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berprasangka Baik Kepada Allah


Oleh: Supriatin S.E (Aktivis Dakwah Babel)


Setiap manusia hidup pasti diberikan Allah ujian. Baik laki-laki maupun perempuan diantara ujian itu ada yang kesulitan dalam hal  ekonomi, ada yang diuji dengan penyakit, ada pula yang diuji dengan belum  dikaruniai anak, juga ada yang diuji dengan memilih anak-anak yang tidak taat sama Allah , dan masih banyak lagi ujian-ujian lainya. Yang jelas Allah beri ujian kepada seorang hamba sesuai dengan kemampuan hamba tersebut. 


Allah memberikan ujian berbeda-beda sesuai tingkat keimanannya.Semakin tinggi keimanan seseorang maka ujianpun semakin berat.  Ujian yang diberikan Allah kepada seorang hamba dengan maksud ingin menaikkan derajat seorang hamba tersebut.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

“Cobaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang sholih untuk meninggikan derajatnya dan agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar."


Selayaknya seorang muslim ketika diberi ujian oleh Allah haruslah bersikap sabar dan menghadapi ujian dengan positif thinking (berfikir yang baik/berprasangka yang baik kepada zat yang telah memberikan ujian).


Qur'an surat Al-Hujurat ayat 12

Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.


Kepada manusia saja kita diharuskan untuk tidak berprasangka buruk , apalagi kepada Allah. Salah satu sikap terpuji yaitu berprasangka baik. Berprasangka baik akan membuat seseorang bersikap positif thinking atas segala apa yang dialaminya.

Berprasangka baik kepada Allah berarti tidak mengharap selain kepada Allah.(reper/toriq)

 

Posting Komentar untuk "Berprasangka Baik Kepada Allah"