Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Malas Menyelesaikan Satu Pekerjaan Akan Menjadi Beban


Oleh: Mochamad Efendi


Badan terasa lemas dan malas beraktifitas. Tiduran terasa enak tanpa melakukan apa-apa di tempat tidur. Bosan rasanya, sehingga tangan meraih HP yang tidak jauh dari jangkauan tangan. Ah, enak rasanya bermain game online to menghilangkan kebosanan. Atau chattingan dengan konten sampah, yang penting fikiran kembalu segar meskipun tidak ada kebaikan hanya gurauan tak berfaedah bahkan terkadang menjurus pada pembicaraan yang bisa mengantarkan pada perbuatan dosa.


 Seharian membiarkan waktu tidak menghasilkan karya, dan tidak pula satu kebaikan. Waktu terus berjalan, tanpa melakukan apa-apa. Rugi rasanya, tapi malas rasanya untuk  bangun dari tempat tidur dan bergerak melakukan kebaikan. Badan terasa sakit saat hendak digerakkan. Pegal-pegal seluruh tubuh sehingga enak rasanya tiduran dan bermalasan di tempat tidur. Rasa malas ini begitu kuat, lebih kuat dari keinginan untuk bangkit untuk melakukan kebaikan. Terasa enak ditempat tidur apalagi hawa pagi terasa dingin dan membuat nyaman tidur dengan berselimut. Memang tidur setelah shubuh terasa enak dan nyaman. Enggan untuk bangun meskipun tahu bahwa Itu tidak baik. Malas membuatku tidak berdaya dan lebih memilih nyantai tanpa melakukan apa-apa.


Teringat Surat al-Asr membuatku tersentak dan memaksakan diri untuk bangun agar bisa melakukan kebaikan, bukan dalam kerugian karena sudah menyia-nyiakan waktu. Ternyata baru kusadari banyak pekerjaan rumah yang terbengkalai. Rupanya menunda pekerjaan menumpuk derita. Terasa berat sekali saat banyak pekerjaan tertumpuk karena sudah membiarkan waktu tanpa melakukan sesuatu.


Jika tidak kukerjakan satu per satu, semua ini tidak mungkin selesai dengan sendirinya. Dan semua pekerjaan yang menumpuk membuat gerak terasa berat dan lambat. Dengan mengucap basmallah, semua pekerjaan kuselesaikan satu persatu. Selesai satu pekerjaan, aku kerjakan pekerjaan yang lain. Alhamdulilah satu persatu pekerjaan telah terselesaikan dan mulailah langkah ini terasa ringan. Apalagi setelah sholat dhuha, urusan terasa mudah. 


Kebaikan demi kebaikan kulakukan agar aku tidak termasuk orang merugi. Setelah semua pekerjaan rumah selesai, kuambil HPku dan kubuka aplikasi words agar aku bisa mulai menulis. HP tidak lagi untuk main game agar waktu berjalan cepat untuk menghilangkan kebosanan, tapi HP kugunakan  untuk hal yang bermanfaat.  Ide-ide dari dalam pemikiranku mulai kutuangkan dengan kata-kata yang kemudian membentuk kalimat yang menyusun satu paragraf. Kualirkan terus hingga membentuk satu tulisan yang siap untuk diupload dan menginspirasi umat. Alhamdulilah, satu tulisan sudah terselesaikan untuk memberi pencerahan dan nasihat bagi yang lain agar hidup tidak merugi karena salah satu syarat agar tidak merugi adalah saling menasehati.


Sesekali aku baca tulisan yang dibagi di sosial media. Berharap dapat pencerahan serta dapat ide manarik untuk ditulis yang menginspirasi. Hidup terasa lebih berarti saat kita bisa saling menasehati dan menginspirasi agar selalu tertunjuki dalam hidayahNya.


Kubaca al-Qur'an yang berisi kebenaran hakiki petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Lembar demi lembar ayat al-Qur'an ku baca untuk mengembalikan semangat hidup agar tidak malas melakukan sesuatu.  Aku juga merasakan kebahagiaan hakiki, saat hidup ini tidak merugi. Kitab suci yang mulia jangan ditanggalkan. Dibaca saja sudah berpahala dan menentramkan hati, apalagi jika dipahami kandungan isinya. Kitapun bisa belajar bahasa arab dengan menganalisa satu kata demi kata untuk dicarikan pasangan katanya dalam bahasa Kita. Sungguh, perlahan tsaqofah keislaman Kita bertambah dan juga kemampuan bahasa Arab. Kau bisa juga ngaji bersama para ustad yang kau anggap lebih dulu memahami tentang Islam. Setudaknya 2 jam dalam seminggu luangkan waktumu untuk mengkaji Islam bersama sahabat dalam barisan dakwah. Insyaallah hidupmu lebih berkah dan indah karena kamu yang diperkecualikan dari kebanyakan orang-orang yang merugi. Semoga selalu menjadi orang-orang yang beruntung karena tertunjuki pada jalan lurus, Islam.

.

Ya Allah jangan kau gelincirkan hati ini setelah Engkau beri petunjuk. Ayo gaes, bertekad dalam hati untuk segera mengerjakan satu pekerjaan agar tidak menumpuk. Segera kerjakan pekerjaan yang lain setelah satu tugas terselesaikan. Jangan biarkan semua Itu menjadi beban, tapi jadikan semuanya kesempatan untuk berbuat banyak kebaikan agar kamu termasuk orang-orang yang beruntung.


Gaes, memang tidak mudah menjaga satu kebaikan agar menjadi kebiasaan. Jangan menengok kebelakan tapi terus melangkah kedepan dengan kebaikan demi kebaikan. Untuk menjaganya agar bisa tetap Istiqomah butuh kesabaran. Jangan ditunda tapi segera kerjakan setiap tugas dan pekerjaan pada waktunya agar membuat langkahmu ringan. Menunda pekerjaan menjadi beban saat satu persatu pekerjaan menumpuk dan semakin malas untuk dikerjakan. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Malas Menyelesaikan Satu Pekerjaan Akan Menjadi Beban"