Remaja Berprestasi, Remaja Perubahan
Oleh: Mochamad Efendi
Dinamis, energi dan penuh semangat untuk melakukan perubahan adalah potensi yang ada dalam diri seorang remaja. Oleh karena banyak perubahan sering dimotori pemuda yang didalamnya ada yang berusia belasan tahun. Tentunya kita ingat anak SMK yang tidak hanya sibuk belajar di sekolah tapi mereka juga tanggap dengan permasalahan sosial dan politik. Jadi tidak pantas seorang remaja hanya rebahan di kamar dengan memainkan HP yang ada ditangan. Sungguh rugi jika remaja tidak mekakukan perubahan-perubahan positif untuk melejitkan potensinya agar bisa berprestasi tidak hanya di sekolah tapi menjadi teladan dan kebanggaan di rumah dan ditengah masyarakat.
Lalu bagaimana untuk melejitkan potensi remaja agar tidak hanya menjadi remaja biasa yang hanya suka bersenang-senang dan rebahan tapi mereka harus menjadi remaja perubahan yang tidak hanya berprestasi tapi juga memiliki kepribadian Islam yang bersinar dan membawa perubahan. Tidak cukup menjadi sosok remaja yang baik tapi juga harus muslikh yang perduli dengan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh remaja yang lain.
Pertama, remaja harus Istiqomah ngaji dan mengupgrade diri agar tsaqofah keislamannya terus bertambah dan semakin mantab. Dengan mengaji mereka akan mengetahui apa yang benar dan salah sehingga setiap langkahnya selalu tertunjuki ke jalan yang benar untuk mewarnai dengan Islam bukan hanya ikut-ikutan dan diwarnai paham kebebasan. Lebih, dari Itu mengaji juga membuat remaja bisa memahami hakekat kehidupan untuk menjawab tiga pertanyaan mendasar yakni dari mana kita berasal, untuk apa Kita hidup dan kemana kita setelah mati. Remaja biasa tidak mungkin mampu mahahami tujuan hidup jika tidak mengaji. Dengan mengaji mereka akan mampu berfikir cemerlang dengan mengkaitkan setiap pemikiran dan perbuatan dengan Islam yang lurus dan mulia sehingga terbentuklah kepribadian khas, seorang muslim sejati yang mampu menyikapi setiap permasalahan dengan cerdas karena mereka telah menjadikan Islam sebagai solusi fundamental untuk seluruh masalah kehidupan.
Kedua, remaja harus bergabung dalam komunitas remaja yang bergerak untuk menyeru pada kebenaran Islam dan berani menolak kemungkaran. Dalam barisan dakwah, remaja akan tumbuh menjadi remaja perubahan yang tidak hanya sholih tapi juga muslikh. Dalam barisan dakwah mereka bisa saling menguatkan dan menasehati agar hidup tidak dalam kerugian. Mereka saling menjaga dengan cinta agar selalu Istiqomah di jalan lurus, jalan orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan yang dimurkai dan juga bukan pula yang sesat. Dalam barisan dakwah, remaja akan tumbuh menjadi remaja unggul, memiliki kepribadian Islam dan berprestasi serta menginspirasi remaja yang lain untuk berbuat banyak kebaikan.
Ketiga, remaja harus sungguh-sungguh untuk melejitkan kemampuanya bukan karena pujian atau pengakuan dari manusia, tapi lebih pada keinginan mencari ridho Allah. Dengan berprestasi, dia akan bersinar dan siap menjadi teladan bagi remaja yang lain, sehingga apa yang dikatakan akan didengar dan seruannya untuk berislam kaffah akan dicontoh dan diikuti. Remaja perubahan tidak hanya berfikir untuk sendiri tapi juga untuk yang lain, dan semua yang dilakukan hanya untuk beribadah kepada Allah, sehingga dia akan terus melakukan kebaikan meskipun sendiri karena dia yakin Allah Maha mengetahui atas apa yang dikerjakan. Oleh karena itu, sekecil apapun kebaikan tidak ada yang sia-sia, dan insyaallah berbuah manis dan sebaliknya keburukan akan berbuat pahit dan adzab yang pedih akan dirasakan bagi mereka yang ingkar dengan ajaran Islam.
Ayo Gaes, jadilah remaja yang berprestasi dan menginspirasi yang lain dengan kebenaran Islam. Jangan sia-siakan waktu dan potensi di usia remajamu. Waktu remajamu tidak mungkin bisa diulang saat datang masa tuamu. Remaja yang aktif dan bersemangat mungkin akan berkurang saat usia sudah senja. Kekuatan fisik pasti juga tidak sekuat ketika masih muda. Wajar jika orang tua akan lebih mendekatkan diri pada Allah dan tekun beribadah mengingat usianya sudah mendekati ajal. Tapi luar biasa jika ada remaja, dengan nikmat di usia muda tidak membuatnya lupa diri, dan terus mendekatkan diri pada Illahi dan memperbayak ibadah kepadaNya.
Gaes, jadilah remaja yang unggul dengan melakukan banyak kebaikan, selalu menghormati orang tua, kesehariannya dihiasi dengan kegiatan yang positif dan tidak pernah melakukan kecurangan apa pun karena kesadaran hubungannya dengan Allah, hatinya selalu merasa bahwa setiap perbuatannya diawasi Allah Swt.
Ingatlah kisah hidup Mush'ab bin Umair yang penuh dengan kenikmatan. Ibunya begitu memanjakannya. Nyaris selama masa remajanya tak pernah merasakan kesulitan hidup dan kekurangan nikmat dunia. Namun, setelah tersentuh dengan Islam dia berubah tidak menjadi remaja biasa, yang cukup puas dengan nikmat yang melingkupi hidupnya. "Suatu hari, kami duduk bersama Rasulullah SAW di masjid. Lalu muncullah Mush'ab bin Umair dengan mengenakan kain burdah yang kasar dan memiliki tambalan. Ketika Rasulullah SAW melihatnya, beliau menangis teringat akan kenikmatan yang ia dapatkan dahulu (sebelum memeluk Islam)..." (HR. Tirmidzi No. 2476).
Tapi Mush'ab bin Umair memiliki ilmu dan kecerdasan di luar batas. Tak ayal, ia menjadi salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang utama. Nabi SAW pun mengutusnya untuk berdakwah di Madinah, di hadapan penduduk Yatsrib. Dalam waktu singkat, sebagian besar penduduk Madinah memeluk Islam karena baiknya cara penyampaian dan kecerdasan Mush'ab bin Umair dalam beragumentasi, serta jiwanya yang tenang dan tidak terburu-buru. Buah dakwah Mush'ab bin Umair inilah yang menjadi titik awal hijrahnya Nabi SAW dan para sahabat ke Kota Madinah.
Di zaman sekarang, teladan Mush'ab bin Umair boleh jadi melekat pada anak-anak remaja perubahan yang rajin mengaji untuk meningkatkan keislaman mereka dan tidak ragu untuk meniti jalan dakwah ditengah derasnya arus Islamophobia serta virus kebebasan dan sekularisme yang sudah menjangkiti sebagian umat sehingga enggan untuk berislam kaffah. Semoga Melalui tangan dan usaha mereka, pertolongan Allah semakin dekat sehingga kehidupan Islami yang kita cita- citakan bersama bisa segera terwujud dengan kesadaran umat untuk berislam kaffah. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Remaja Berprestasi, Remaja Perubahan"