Berharap Pertolongan Allah, Berislamlah Secara Kaffah
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, sungguh prihatin membaca berita tentang bencana di negeri yang kita cintai, Indonesia. Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya banjir dan tanah longsor yang menelan korban jiwa dan juga harta benda. Bencana bertubi -tubi menimpa negeri ini dan banyak masalah membelit, ruwet bagaikan benang kusut. Hanya pertolongan Allah yang akan membuat negeri ini keluar dari berbagai masalah yang membelit. Kita harus tetap optimis dan sabar menghadapi semua masalah, meskipun banyak orang mulai pesimis.
Meskipun negeri ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tidak hanya dipermukaannya, tapi juga apa yang terkandung didalamnya serta biru lautnya, tapi rakyatnya jauh dari kata sejahtera. Hamparan alam yang elok bagaikan penggalan tanah surga, namun rakyatnya tidak bisa menikmati semua itu. Rakyat harus memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri yang terus saja merangkak naik. Belum lagi, rakyat harus menanggung warisan utang luar negeri yang terus menggunung. Susah hidup di negeri yang memiliki kekayaan alam melimpah tapi bukan untuk dinikmati rakyat, tapi perusahaan-perusahaan asing yang mengeruk kekayaan alam negeri ini.
Disisi lain Kita juga disuguhi berita yang menyayat hati. Seorang anak tega membunuh bapaknya sendiri hanya masalah sepele yang tidak bisa masuk nalar terjadi di trenggalek. Ternyata pandemi ini tidak juga membuat kita sadar untuk berislam kaffah sehingga muncul SKB 3 Menteri yang mempermasalahkan kewajiban untuk berhijab. Pejabatnya pun tega membabat uang rakyat bahkan Korupsi dilakukan pada dana bansos yang harusnya digunakan untuk membantu rakyat yang hidup dalam kesulitan karena pandemi. Negeri ini juga dicabik-cabik persatuannya dengan saling mencaci dan membully tanpa dasar ilmu tapi lebih pada semangat permusuhan dan kebencian pada sesama. Umat Islam yang ingin berislam kaffah sering dituduh radikal dan exstimis. Layakkah Kita masih berharap pertolongan dari Allah agar bisa keluar dari berbagai masalah yang membelit negeri ini?
Jika ingin berharap pertolongan Allah agar bisa keluar dari masalah yang membelit negeri, Kita harus memohon dan berdo'a kepadaNya dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan sesama bukan malah saling mendo'akan agar binasa. Harusnya kita mendekatkan diri pada Allah, bukan malah memperbayak maksiat dan menolak SyariatNya. Bagaimana Kita mengaku dekat dengan jika menolak diatur syariatNya. Kita menjadikan sabar dan sholat menjadi penolong karena Allah bersama orang-orang yang sabar. Kemudian, menerapkan ajaran Islam secara kaffah dalam kehidupan nyata, bukan setengah hati, memilih yang disukai dan sesuai dengan kepentinganya. Sungguh Islam harus diambil semuanya, apa adanya bukan dimodifikasi agar sesuai dengan keinginan hati.
Dalam dalam al-Qur'an, surat Al-A’raf Ayat 96 dijelaskan, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Janji Allah Itu pasti dan pertolongaNya akan datang jika kita semua mau beriman dan bertaqwa. Tetaplah optimis dan terus berusaha mewujudkan kesadaran umat agar mau diatur dengan Islam secara kaffah. Semangat dalam melangkah bersama sahabat dalam barisan dakwah yang menyeru pada kebenaran Islam agar semakin banyak orang tercerahkan dan tersadarkan untuk berislam secara kaffah sehingga pertolongan Allah semakin dekat. Gaes, sebaliknya adzab yang padih akan menimpa penduduk satu negeri karena ayat-ayat Allah didustakan.
Apakah semua yang menimpa negeri ini adalah ujian ataukah ini hukuman dan peringatan agar kita mengerti dan tersadar untuk kembali pada syariatNya. Sudah jelas dan pasti untuk mendapatkan pertolongan Allah adalah kesadaran penduduk satu negeri agar mau berislam kaffah. Pertolongan Allah akan datang pada penduduk satu negeri saat mereka mau memasuki Agama Allah secara berbondong-bondong dan saat Islam diterapkan secara kaffah dalam kehidupan, bukan aturan buatan manusia yang lemah dan banyak salah. Kita harus tetap optimis dan semangat dalam barisan dakwah agar pertolongan Allah semakin dekat. Semoga pandemi dan bencana segera berhenti dari muka bumi ini dan masalah berganti dengan keberkahan dari langit dan bumi sehingga Islam sungguh menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Gaes, Allah sudah memberi petunjuk agar bisa keluar dari masalah dan agar keberkahan bisa kita rengkuh bersama dalam kehidupan Islami. Kata kuncinya adalah beriman dan bertaqwa. Sudahkah Islam diterapkan secara kaffah ataukah hukum manusia lebih dipilih untuk mengatur negeri yang mayoritas penduduknya Muslim. Apakah pemimpin rezim sudah beriman dan bertaqwa sehingga bisa menginspirasi rakyatnya yang dipimpinnya untuk melakukan hal yang sama. Atau malah sebaliknya pengambil kebijakan enggan menerapkan Islam secara kaffah bahkan menghalangi diterapkan ajaran Islam untuk melindungi umat dari maksiat dan kerusakan. Negara harus hadir untuk mendukung diterapkan Syariat Allah dalam kehidupan nyata, bukan menjauhkan umat dari ajaran Islam kaffah dengan menakuti mereka dengan label radikal, extrimis dan bahkan dikriminalkan ajaranya maupun pengembannya. Mengharapkan pertolongan Allah, Berislamlah Secara Kaffah tidak hanya rakyatnya tapi juga pemimpinnya. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Berharap Pertolongan Allah, Berislamlah Secara Kaffah"