Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kebaikan Itu Semu dan Menipu, Jika Tidak Dikaitkan dengan Islam


Oleh: Mochamad Efedi


Kabaikan yang tidak dikaitkan dengan agama menghasilkan kebaikan rapuh dan penuh riya' karena tidak berakar dari keyakinan tapi lebih pada nilai kemanusian dan pragmatisme.  Kebaikan dilakukan saat dilihat dan dianggap baik oleh manusia, namun saat kebaikan Itu tidak kompatible dengan pandangan manusia, kebaikan ditinggalkan. Idealisme yang bersumber dari keyakinan diganti dengan nilai manfaat yang sempit dan menipu.  Saat kita menginginkan kekuasaan dan perhiasan dunia, idealisme ditinggalkan sehingga cara curangpun dilakukan, dan sungguh menyakitkan bagi yang dikorbankan.


Kebaikan yang dikaitkan dengan Agama untuk mencari ridho Allah tentunya tidak hanya berdampak baik pada kehidupan manusia di dunia tapi juga akhirat yang mana kebaikan Itu bisa mengantarkan ke surgaNya, sebaik-baik tempat kembali. Kebaikan juga terjaga dan tetap Istiqomah dilakukan jika dikaitkan dengan keyakinan, Islam. Kesadaranan hubungan dengan Tuhannya membuat seseorang merasa diawasi meskipun dia sedang sendirian. Dia tidak mau korupsi atau melakukan kecurangan disana sini, karena dia yakin bahwa Allah Maha Melihat atas setiap perbuatan yang  dilakukan, sekecil apapun kebaikan tidak ada yang sia-sia, dan juga sebaliknya perbuatan mungkar juga akan dapat balasan setimpal meskipun terkadang tidak dibalas di dunia tapi pasti di akhirat nanti.


Gaes, di sekolah seorang peserta didik yang ingin terlihat baik dihadapan gurunya dengan  menghasilkan nilai memuaskan, dia melakukan cara curang karena dia tidak mengkaitkan apa yang hendak dilakukan dengan agama. Menyontek pun dilakukan agar terlihat baik dihadapan manusia, guru, orang tua maupun teman-temannya dengan menghasilkan prestasi belajar seperti yang diharapkan. Namun, semua Itu menghasilkan prestasi yang semu dan menipu karena capaian yang berupa nilai tinggi tidak menggambarkan kemampuan yang sebenarnya.  


Ingatlah Gaes, Allah tidak melihat hasil saja, tapi lebih pada proses bagaimana sesuatu Itu dicapai. Bahkan jikalau tidak menghasilkan kebaikan yang diharapkan Allah melihat usaha keras dan kesungguhan kalian untuk menghasil kebaikan. Kesadaran hubungan dengan Tuhannya, dia akan terus berbuat kebaikan meskipun tidak ada yang melihat dan mengakui atas usaha yang dia lakukan karena dia yakin bahwa Allah Maha Melihat dan Mengetahui sehingga tidak ada kebaikan yang sia-sia. Sebaliknya, sekecil apapun perbuatan dosa juga tidak luput dari pandangan Allah sehingga dia akan menjaga dirinya dari laranganya.


Kebaikan yang dikaitkan dengan agama  tidak hanya berakar kuat dari kesadaran  untuk berbuat banyak kebaikan untuk mencari ridho Allah sehingga dampaknya tidak hanya untuk kehidupan dunia tapi juga kehidupan akhirat, artinya kebaikan yang dilakukan bisa mengantarkan ke surgaNya, sebaik-baik tempat kembali.  Kebaikan akan terus dilakukan meskipun tidak dapat pengakuan dari manusia karena kesadaran hubungan dengan Tuhannya membuat dia yakin bahwa Allah SWT mengawasinya atas perbuatan yang dilakukan. Sendiri tanpa ada yang melihatpun dia akan terus melakukan kebaikan untuk mencari ridho Allah.


Gaes, yakinkah kebaikan yang dilakukan terus menerus dengan cara yang dibenarkan dalam ajaran Islam, sungguh akan berbuah manis dikemudian hari. Banyak generasi cemerlang karena mereka mengikatkan diri mereka dengan Islam. Mereka belajar sungguh-sungguh bukan untuk nilai bagus dan pengakuan dari manusia, namun semua dilakukan karena Itu adalah perintah Allah dan mereka berusaha dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati untuk meninggalkan semua yang dilarang dalam ajaran Islam. Usaha keras dan kesungguhan dalam mencetak prestasi dengan cara yang benar perlahan akan membuatmu cemerlang. Karya demi karya dihasilkan yang berkontribusi positif untuk banyak orang dari generasi hebat yang berkepribadian Islam karena kebaikan dilakukan yang dikaitkan dengan ajaran Islam. 


Gaes, banyak penyimpangan dan tumbuh suburnya korupsi yang membelit negeri, semua tidak bisa dilepaskan dari pemikiran sekular dan pragmatisme yang melandasi mereka dalam berfikir dan bertingkah laku. Jika mereka mangkaitkan segala sesuatu dengan Islam tidak mungkin ada LGBT, Bucin atau bangga pacaran tanpa pernikahan. Heran, perdebatan miras yang pasti keharamannya masih dilakukan karena sekularisme dan pragmatisme menjadi landasan berfikir. Mereka begitu menikmati uang hasil korupsi karena sudah meninggalkan agama dan melepaskan ikatannya dengan kebenaran hakiki.  Mengaku Muslim tapi enggan diatur dengan ajaran Islam. Muslim tapi tidak menjadikan Islam sebagai landasan berfikir dan solusi fundamental. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Kebaikan Itu Semu dan Menipu, Jika Tidak Dikaitkan dengan Islam"