Pemuda Harus Tahu Kehebatan Peradaban Agamanya
Oleh: Yuyun Rumiwati
Sobat, bersyukur sekali Allah karunikan nikmat Islam. Satu agama bukan sekedar agama. Tapi agama sekaligus ideologi yang istimewa. Ideologi yang bersumber dari Wahyu Allah sang maha segalanya.
Sobat, tahukah kalian, betapa Islam yang kita cintai telah berjaya dalam peradaban yang mulia selama 13 Abad atau 1300 tahun?. Saat itu peradaban Islam menjadi peradaban rujukan bagi perdapan manusia.
Berdirinya sejak hijrahnya Rasulullah ke Madinah. Di sana Islam diterapkan secara Kaffah dengan Rasullah sebagai pemimpinnya. Kemudian pasca Rasulullah wafat, dilanjutkan oleh kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin. Kemudian para Khalifah selanjutnya. Saat itu Rahmad dan keberkahan teranugerahkan untuk umat manusia baik muslim maupun non Islam. Mengingatkan satu misi mulia diutusnya Rasulullah Muhammad,
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (QS. Al-Anbiya' 107)"
Namun, sejak 3 Maret 1924 bertepatan dengan bulan Rajab peradaban Islam yang tangguh nan mempesona tersebut runtuh. Dengan dihapusnya Khilafah Turki Usmani oleh Mustafa Kamal dan diganti dengan sistem asing dari barat, yaitu Republik Turki.
Sobat, sejak saat itu mulai terkoyak-koyak persatuan umat Islam. Yang sebelumnya kokoh sebagi umat satu dalam satu sistem Khilafah terpecah menjadi puluhan negara bangsa.
Umat Islam yang sebelumnya adalah Subjek peradaban dan pemimpin peradaban dunia. Berganti menjadi objek dan santapan negara-negara penjajah barat. Kekayaan sumber daya alamnya dijarah. Pemikiran kaum muslimin dirusak dengan pemikiran sekuler. Hingga sampai sekarang umat Islam hidup penuh derita sekitar 100 tahun tanpa kepemimpinan Islam.
Selama ketidakadaan kepemimpinan Islam itulah keterpurukan dan kerusakan menimpa kaum muslimin di berbagai bidang. Bahkan peradaban dunia pun kian suram dikuasai penjajahan barat. yang sebelumnya melalu penjajahan fisik, kemudian berkembang menjadi penjajahan gaya baru. Dengan penguasaan melalui jalur ideologi, ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Akidah kaum muslimin terancam oleh pemikiran asing. Politik kaum muslimin membebek pada politik ala barat yang penuh dengan keculasan dan kotor. Sistem pemerintahan dan hukum membebek pada demokrasi yang menghilangkan hak Allah sang pembuat hukum, digantikan dengan aturan manusia yang serba lemah dan syarat kepentingan dan nafsu pribadi sang pembuat hukum.
Tidak hanya sampai di situ kemiskinan, kelaparan dan pembunuhan dan diskriminasi terhadap umat Islam terjadi dimana-mana. Bahkan, tengok saja di Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim. Kondisi kaum muslimin dianaktirikan. Dengan kata toleransi umat Islam dipaksa memberikan peluang sebebas-bebasnya pada umat dan bangsa lain untuk menguasai aset strategi negeri tercinta. Maka tak heran jika kita lihat, siap yang paling mapan hidupnya di negeri ini. Mayoritas muslimah?atau para kapital (pemilik modal) yang notabene segelintir orang yang kebanyakan bukan muslim?
Sobat, tiada lagi gambaran kejayaan peradaban yang tercermin dari pendidikan tangguh yang melahirkan lulusannya para pemimpin shalih. Yang ada Pendidikan sekuler yang penuh dengan problematika. Mulai dari kualitas lulusan yang rendah. Hingga permasalahan pelik dalam pembuatan dan lainnya.
Sobat, sangat tepat satu gambaran "umat Islam bagai ayam kehilangan induk tanpa sistem Islam (Khilafah). Umat Islam dibiarkan begitu saja di tengah gelapnya malam. Panasnya siang mempertahankan hidup tanpa arah dan kepastian jaminan hidup yang aman dan sejahtera.
Sobat, untuk lebih lengkapnya agar kita kian faham bagaimana kejayaan Peradaban Islam mulai asas hingga buahnya yang penuh keberkahan dalam tiap aspek kehidupan, tentu g cukup dengan membaca literasi secara mandiri. Tapi butuh ngaji Islam secara Kaffah (menyeluruh). Dengan itu sobat muda akan faham sebab mendasar kejayaan umat Rasulullah, bagaimana kejayaan itu dibangun dan berjaya hingga keruntuhannya. Dan lebih penting dari itu, kita akan mendapatkan gambaran bagaimana cara mengembalikan kejayaan Islam tersebut sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad. Hingga kita tergolong pemuda yang faham dan berkontribusi turut dalam misi perjuangan mulia yaitu kembalinya kehidupan Islam memimpin dunia.
Sobat, harus kita fahami kemenangan dan kembalinya peradaban di bawah kepemimpinan umat Rasulullah Muhammad adalah pasti. Maka amat merugi jika kita tidak mengambil bagian dari perjuangan menyongsong kembalinya peradaban gemilang tersebut. Yuk, saatnya bersiap menyongsong janji yang pasti dari Allah dan rasul-Nya.
Kemenangan itu Allah janjikan dalam Al-Qur'an An-Nur 55. Maupun hadist Rasulullah riwayat Ahmad.
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُ
وا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًاۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔاۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (Qs. An-Nur ayat 55)"
Selanjutnya dalam hadist riwayat Ahmad Rasulullah pun menyampaikan kabar gembira Kemenhan tersebut,
"Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430). (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Pemuda Harus Tahu Kehebatan Peradaban Agamanya"