Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Ampuh Cegah Ghosting


Oleh: Ily Uswanas


Belakangan ini di social media viral kata-kata ghosting. Sebenarnya apa sih ghosting itu ?

Jika merujuk pada arti yang sesungguhnya Ghosting berasal dari bahasa inggris yang artinya adalah berbayang. Tapi sepertinya kata ghosting yang dipakai belakangan ini berbeda dari arti yang sesungguhnya.  Secara istilah, Ghosting adalah keadaan dimana gebetan/orang yang kita taksir tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa penjelasan padahal sebelum-sebelumnya sering berinteraksi. Istilah ini dekat dengan pemberi harapan palsu (PHP), karena biasanya orang yang dighosting sudah berharap lebih dari interaksi yang selama ini sudah dijalin. 


Jika dilihat penyebab utama terjadinya ghosting, PHP dan sejenisnya adalah interaksi. Setiap manusia baik laki-laki maupun perempuan pastilah membutuhkan interaksi dengan ‎sesamanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi Interaksi juga bisa menyebabkan keburukan jika tanpa adanya batasan. Maka dari itu, Islam punya cara untuk mengatur interaksi sehingga kita bisa terhindar dari Ghosting, PHP dan kawan-kawannya. Bukan hanya menghindari ghosting, bahkan cara Islam ini ampuh dalam mencegah perzinahan dan turunannya. 


/Menundukan Pendangan/


Seorang Muslim dilarang melihat aurat orang lain dan melihat anggota tubuh yang akan memancing nafsu dan tidak boleh memandang perempuan non-mahrom terlalu lama tanpa keperluan. Allah SWT. Memerintahkan perempuan dan laki-laki agar menundukkan pandangan karena itu merupakan cara efektif untuk menjaga diri dan kehormatan. Selain itu, mengumbar pandangan mata menjadi sumber dosa dan kemungkaran. Allah I berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (An-Nuur: 30-31).


Kalau dia melihat aurat secara kebetulan dan tidak sengaja maka dia harus langsung memalingkan mukanya. Menundukkan pandangan juga berlaku terhadap semua sarana kemaksiatan seperti media elektronik dan internet karena haram memandangi aurat yang menimbulkan syahwat dan membangkitkan birahi.


Berinteraksi dengan penuh etika dan adab

Seorang wanita yang berbicara kepada laki-laki dan laki-laki yang berbicara kepada wanita harus menjaga etika dengan menjauhi semua gerakan yang menimbulkan nafsu syahwat. Karena itu: Allah SWT melarang perempuan untuk berbicara dengan lembut dan suara pelan ketika berbicara dengan laki-laki non-mahram dan menyuruh mereka berbicara dengan suara jelas. Allah SWT berfirman, “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab: 32).


Allah SWT melarang wanita melakukan gerakan-gerakan yang menggoda laki-laki baik ketika berjalan ataupun dalam gerakan lainnya dan melarang memperlihatkan perhiasannya. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (An-Nuur: 31).


/Larang berkholwat/


Makna khalwat adalah berduaannya laki-laki dengan perempuan bukan mahram di tempat sunyi yang tidak terlihat oleh orang lain. Islam melarang perbuatan khalwat karena ini sebagai sarana masuknya setan untuk berbuat maksiat. Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Tidaklah seorang laki-laki dan perempuan berkhalwat kecuali setan menjadi yang ketiga di antara keduanya.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2165).


/Menutup aurat ( jilbab dan kerudung)‎/


Islam memerintahkan kepada wanita ketika keluar rumah atau berhadapan dengan pria asing, untuk ‎menutup aurat dengan pakaian sempurna yang terdiri dari jilbab dan kerudung (khimar) kecuali ‎yang biasa Nampak muka dan telapak tangan. Seperti yang telah Allah SWT perintahkan dalam ‎surat An nur ayat 31. ‏Artinya:“Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya,kecuali yang biasa tampak ‎daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain krudung kedadanya…”. (Qs.An- ‎nur[24];31)‎


Firman Allah SWT berikutnya yang berkaitan dengan jilbab. Artinya: “Hai nabi, katakanlah pada istri-istri mu, anak–anak perempuanmu dan istri-istri orang ‎mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” (Qs. Al-Ahzab [33]: ‎‎59)‎


Aturan memakai jilbab ini tidak hanya diperuntukan untuk para istri-istri nabi tetapi juga kepada ‎seluruh istri-istri kaum muslimin untuk mengenakan jilbab dan kerudung (khimar). Jilbab itu sendiri ‎yaitu pakaian terusan yang longgar, tidak terputus dan tidak menerawang yang dikenakan diatas ‎pakaian rumah atau pakaian dalam. ‎


Melarang wanita syafar lebih dari 1 hari

Islam melarang seorang wanita melakukan safar (perjalanan) dari suatu tempat ke tempat lain ‎selama perjalanan sehari semalam kecuali jika disertai dengan mahramnya. Dalam suatu hadits ‎riwayat muslim mengatakan: “tidak halal seorang wanita beriman kepada Allah SWT dan hari ‎akhir melakukan perjalanan sehari semalam kecuali jika disertai mahramnya”.(HR.Muslim)‎


/Islam telah mendorong perjaka dan gadis untuk menikah/


Islam menganjurkan agar para perjaka dan gadis untuk segera menikah sejak ditandai munculnya ‎gejolak sexual. Bagi mereka yang belum mampu agar menjaga diri mereka dengan shaum. Allah ‎SWT berfirman yang Artinya: “orang- orang yang tidak mampu untuk menikah, hendaklah menjaga kesucian dirinya ‎hingga Allah SWT memberikan mereka kemampuan dengan karunia-NYA,,” (Qs. An-Nuur 33)‎


Manusia adalah ciptaan Allah SWT dan hanya penciptalah yang mengetahui cara kerja yang tepat pada ciptaannya. Maka sudah pasti cara ini sangat ampuh untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih kita sebagai seorang Muslim dan Muslimah wajib mengikuti aturan yang dibuat oleh Allah SWT.

Wallahu’alam Bi Showab. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Cara Ampuh Cegah Ghosting"