Jadilah Muslim Sejati, Bukan Abal-Abal!
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, muslim sejati selalu mengkaitkan segala sesuatu dengan Islam. Memutuskan benar dan salah juga menggunakan dalil yang bersumber dari ajaran yang lurus dan mulia. Tidak usah banyak dalih atau dalil yang ujung-ujungnya menghalalkan sesuatu yang haram atau melarang sesuatu yang wajib untuk dilakukan. Tidak usah menggunakan berbagai perspektif atau sudut pandang pemikiran untuk sesuatu yang sudah jelas hukumnya dalam Islam. Hanya Islam digunakan sebagai landasan berfikir dan solusi fundamental untuk seluruh masalah kehidupan.
Jangan terjebak dengan logika manusia yang nampak benar, tapi salah secara mendasar. Gaes, manusia Itu makhluk lemah dan banyak salah sehingga kita butuh aturan yang sempurna dari Yang Maha Sempurna, Allah SWT. Dengan mengikuti petunjukNya, manusia akan mulia, menjadi sebaik-baik makhluk, namun sebaliknya manusia menjadi seburuk-buruk makhluk saat menolak diatur dengan Syariat Allah. Mereka yang mengikuti apa yang dibawa Rasullulah, Muhammad SAW. akan selamat dunia dan akhirat.
Muslim abal-abal mengaku Muslim tapi enggan diatur dengan Islam. Landasan berfikirnya bukan Islam tapi sekularisme dan pragmatisme. Mulutnya banyak mengucapkan sesuatu yang besar tapi tidak semua yang dikatakan dusta, berkata tanpa dasar ilmu. Karena alasan toleransi, membenci saudaranya sendiri. Ada kejadian bom Makasar, langsung menuduh kelompok Islam radikal. Muslim tapi mendukung jualan radikalisme dan terorisme yang berasal dari penjajah kafir barat yang memang tidak menginginkan Islam bangkit. Tidak menyadari sudah mendukung musuh-musuh Islam, dan menjadi penghalang kebangkitan Islam. Muslim abal-abal hina di dunia karena tidak memiliki warna yang jelas dalam bersikap, dan pastinya di akhirat nanti akan dapat adzab yang pedih.
Miras yang jelas keharamannya masih saja diizinkan dan dihalalkan. Berhijab yang pasti wajibnya dipermasalahkan dan hendak dilarang. Pengajian diawasi dan dihalang-halangi karena dianggap menyebarkan benih-benih radikalisme. Bahkan alasan menjaga toleransi, pengajian dibubarkan karena yang mengisi ustadz yang dianggap radikal. Ajaran Islam dirubah karena hanya ingin dianggap toleran dan untuk menyenangkan musuh- musuh Islam.
Sungguh, Islam abal-abal tidak merasa sakit hati saat ajaran Islam dinistakan, Rasullulah dihina dan para ulama' dikriminalkan. Diam dan merasa senang karena dapat pengakuan sebagai manusia sabar dan toleran. Muslim abal-abal hanya suka membuat gaduh dan marasa bangga sudah membuat saudaranya terpojok dan terancam oleh penguasa rezim yang anti Islam. Punya kekuasaan tapi tidak untuk merubah kemungkaran, tapi membiarkan yang dzalim bahkan berpihak dan mendukung yang memusuhi Islam. Sungguh iman sudah tercabut dari dadanya, meskipun mulutnya masih mengaku Muslim, tapi abal-abal hanya tercatat di KTP saja.
Muslim abal-abal sholat aja bolong-bolong. Tidak malu makan siang waktu bulan Ramadan disaat saudaranya berpuasa. Tidak senang dengan pakaian syari' dan benci dengan orang yang militan dalam beragama. Rugi Gaes, jadi muslim abal-abal, hina dihadapan munusia, dan Allah akan mengadzab dengan siksa yang pedih. Bodoh sekali, Hidup yang hanya sementara dan pasti berakhir dijadikan tujuan dan ditukar dengan kehidupan akhirat yang kekal dan untuk selama-lamanya. Materi, jabatan dan perhiasan dunia dikejar mati-matian. Segala cara dilakukan, tipu menipu, curang dan korupsi dianggap sebagai jalan yang masuk akal untuk mendapatkan nikmat dunia. Mereka tertipu oleh bujukan syaitan yang akan membawanya pada kehinaan dan mereka kekal akan dilempar ke neraka jahanan, seburuk-buruk tempat kembali.
Gaes, perhiasan dunia adalah ujian bagi mereka yang bertaqwa, tapi tujuan bagi Muslim abal-abal. Mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Cara harampun dilakukan asalkan tujuan tercapai. Pribadi curang, culas dan munafik ditunjukkan oleh mereka yang mengaku Muslim tapi abal-abal. Semua usaha yang dilakukan hanya untuk dunia, padahal dunia adalah tempat sementara untuk mempersiapkan kehidupan kita yang sesungguhnya di akhirat nanti.
Muslim abal-abal hanya suka suka melakukan pencitraan, bukan kesadaran dengan Tuhannya. Semua kebaikan yang dilakukan sekedar untuk mendapatkan pengakuan dari manusia, bukan untuk mencari ridho Allah. Korupsi mungkin saja tidak dilakukan karena takut terlihat buruk dihadapan manusia, tapi ketika ada kesempatan segala sesuatu cara dilakukan asalkan tidak menghancurkan citra yang sudah dibangunnya. Tapi Allah Maha Tahu apa yang mereka lakukan.
Gaes, jangan jadi muslim abal-abal yang suka ikut-ikutan, mudah diwarnai tapi tidak bisa mewarnai. Dia juga tidak memiliki prinsip dan karakter dalam hidup. Idealismenya telah berubah dengan nilai-nilai pragmatisme yang selalu mempertimbangkan manfaat di dunia. Masihkah mau menjadi muslim abal-abal yang pasti akan dilempar ke neraka jahanam, sementara di dunia hanya akan mendapat kehinaan dan kesengsaraan hidup, jauh dari kebahagiaan hakiki, meskipun hidup dalam kemewahan dan kekayaan melimpah. Tapi semua yang diraih tidak mampu membuat hati tenang dan bahagia karena hatinya dipenuhi dengan kebencian terlihat dari kata-kata yang keluar dari mulut besarnya.
Lebih asyik jadi muslim sejati. Setiap langkahnya pasti untuk mencari ridho Allah. Tidak merugi, setiap langkah hidup tidak sia-sia karena tujuan hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Hidupnya selalu tertunjuki pada jalan lurus, jalan orang-orang telah diberi nikmat, bukan yang dimurkai dan tidak pula jalan mereka yang mengambil jalan sesat karena lebih mengikuti hawa nafsu daripada petunjuk Illahi. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Jadilah Muslim Sejati, Bukan Abal-Abal!"