Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Negara Agraris, Tapi Kok Impor Mulu Sih?

Oleh: Kak Siwit Mustika Sari (Aktivis Dakwah Millenial)


Panen raya yang sudah dimulai oleh petani sejak 21 Februari 2021 diperkirakan produksi dalam negeri ini akan mencapai 17.511.596 ton. Jumlah yang lebih dari cukup untuk menjamin setabilitas stok pangan dalam negeri terutama beras dan itu akan mampu mencukupi kebutuhan beras untuk bulan Maret sampai Mei 2021. Tetapi ternyata ada usulan pemerintah untuk melakukan impor beras sebanyak 1-1,5 juta ton dengan alasan akan digunakan sebagai iron stock Bulog yang digunakan untuk operasi pasar dan bantuan ketika terjadi bencana.

Padahal Direktur Utama Perum Bulog Bapak Budi Waseso dan Menteri Pertanian Yasin Limpo menyatakan stok beras kita aman sampai Mei 2021. Bahkan  Budi Waseso menyatakan kemungkinan kita bisa swasembada beras karena stok yang melimpah (CNBC.com, 06/03/2021). Nah..tapi kenapa yak Pemerintah tetep mutusin impor untuk iron stock Bulog?


Hmm..menarik nie gaess klo kita ngomongin soal fenomena impor yang dilakukan oleh para pemangku kekuasaan negeri ini. Terbaru sampe aku tertegun dibuatnya Indonesia impor garam dan jahe gaess..

MashaaAllah..waar biasaaa..bayangkan..Indonesia yang 1/3 wilayahnya didominasi lautan seharusnya garam yang dihasilkan lebih dari cukup bahkan melimpah ruah, begitupun juga jahe yang begitu mudah ditanam dinegeri ini tetapi malah pemerintah ngelakuin impor gaaess..Dan hasilnya apa? merusak harga jual dan merugikan para petani pastinya. Padahal merekalah garda terdepan dalam ketersediaan pangan di negeri ini. 


Kenapa sih Pemerintah demen banget impor? Padahal kalau produksi dalam negeri udah mencukupi bahkan lebih malah untuk memenuhi kebutuhan pangan seharusnya kan gak perlu impor yak. Nah..karena ada mereka segelintir oknum yang diuntungkan disana. Siapa? para mafia rente yang akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga impor yang dilakuin. Karena impornya bayarnya pake Dollar walaupun selisih harganya sedikit tapi tetep gede banget nominal yang akan didapat. Cuannya mayan banget gitu..

Nah,,untuk mulusin agar kran impor dibuka tentu harus ada kerjasama yang epik kan antara mereka para kapitalis mafia rente dan para pengambil kebijakan. Ya udah deh akhirnya apapun di impor termasuk beras sampe jahe dan garam itu, yang bikin aku geleng-geleng kepala sambil ngomong sendiri ngapain juga pke impor segala. Begitulah gaess kalau semuanya itu harus distandartkan dengan materi alias duit dalam sistem ekonomi kapitalis bodo amat kali sama rakyat termasuk juga petani yang penting duit yang masuk kantong dong..


Lalu bagaimana dengan sistem ekonomi Islam?adakah solusi untuk masalah ketahanan pangan ini? Jawabannya tentu ada dong kan sistem ekonomi Islam aturan yang bersumber dari wahyu tentu super komplet pastinya untuk ngasih solusinya termasuk dalam masalah ketahanan pangan ini gaess.


Ada tiga hal yang akan dilakuin oleh Negara untuk menjamin ketahanan pangan sehingga kebutuhan pangan akan terjamin setiap saat.

Pertama, sangat konsen terhadap persoalan akurasi data produksi. Bahkan Rasulullah mengangkat Hudzaifah ibn al-Yaman sebagai katib untuk mencatat hasil produksi pertanian di Khaybar, menyediakan kecukupan pasokan dengan cara memperluas dan memfalitasi yang akan mendukung  produksi. Tidak ada kata impor untuk kebutuhan pokok yang sekiranya bisa di  produksi untuk masyarakatnya sendiri, Impor hanya di perlakukan untuk kebutuhan yang sekiranya negara tidak memilikinya

Kedua, distribusi yang baik. Pasokan yang cukup harus dipastikan sampai di tangan masyarakat, tidak menumpuk di gudang. Di sini di perlukan upaya pengawasan untuk mencegah penimbunan. Sangsi berat dan tegas akan diberikan Negara buat mereka yang berani melakukannya.


Ketiga, Memastikan daya Beli. Pasokan cukup, barang ada di pasar, maka rakyat didukung untuk mampu membelinya. Upaya menciptakan daya beli yang bagus dilakukan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yaitu dengan menciptakan iklim usaha yang bagus dan tersedianya lapangan kerja secara luas. 

MashaaAllah, sebegitu detailnya Islam mengatur persoalan ketahanan pangan. Keren beut kaan..solusi yang solutif pastinya. Gak ada tuh yang namanya hobi impor mulu demi memuluskan kepentingan para kapitalis dan menyengsarakan rakyat. Kan kewajiban Negara untuk menjamin setiap kepala mendapatkan pangan yang layak gak pandang bulu kaya maupun miskin.

 

Udah deh klo tau sistem ekonomi Islam sekeren itu apa ya masih mau kita diatur dengan sistem ekonomi kapitalis yang sejahat itu?. Pertanyaan besar buat aku dan kamu yang lagi baca tulisannya aku. :) (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Negara Agraris, Tapi Kok Impor Mulu Sih?"