Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Orang Tua Resah Karna Anak Kecanduan HP, Ini Solusinya!


Oleh: Mochamad Efendi


Banyak orang tua mulai resah dan gelisah melihat anak mereka kecanduan HP, produk Teknologi. Bahkan seorang anak yang duduk di kelas dua Sekolah Dasar saat bangun tidur,  hanya HPnya yang dicarinya. Bukan karena ingin belajar, tapi hanya ingin bersenang-senang, main game online, lihat youtube atau tik tokan. Tidak sedikit anak hidupnya lebih dekat dengan HP dari pada kedua orang tuanya. Sepanjang hari  bersama HP, hampir tidak pernah berkomunikasi bersama anggota keluarga. Semua sibuk dengan HP di tangan dan menjadi teman akrab generasi millenial.  Mereka generasi yang kurang bersosialisasi dalam kehidupan nyata dan  Kurang beradab dalam pergaulan terutama saat  bersama orang yang lebih tua.


Ada juga yang memberikan solusi dengan mengontrol pengguaan HP dari jarak jauh dengan menggunakan family-link. Tapi sebagian takut jika tiba-tiba aplikasi yang mau dipakai ternyata mati dan tidak bisa dipakai, anak akan marah dan membanting satu-satunya HP yang dipunyai, karena HP adalah media wajib untuk anak belajar di sekolah. Sementara, tidak ada lagi uang lebih untuk membeli HP baru. Sungguh, dilema bagi orang tua menghadapi generasi millenial yang sudah tidak peduli dengan sekitarnya. Apa yang dipikirkan hanya kesenangan diri, hampir tidak pernah berkomunikasi  dengan orang tua. Berteman hanya dengan teman di dunia maya, main bareng atau chattingan, tapi tidak di dunia nyata. Mereka fokus dengan HPnya masing-masing, tidak perduli dengan orang yang disekitarnya. Bagaimana menghadapi anak yang sudah kecanduan HP yang harusnya diperlukan untuk membantu mereka dalam belajar dan berprestasi.


Kata kunci pertama adalah ketegasan dari orang tua untuk membatasi penggunaan HP. Sering karena rasa kasihan sehingga tidak tega melihat anaknya sedih atau bahkan menangis serta marah-marah, akhirnya orang tua menyerah dan membiarkannya untuk bermain HP tanpa batas waktu, apalagi HP hanya digunakan sesuatu yang tidak penting. Sewaktu-waktu, HP harus ditaruh dan ajak mereka bicara dari hati ke hati tentang bahaya penggunaan HP yang berlebihan. Kalau memang perlu marahi jika sudah melampaui batas, tidak mau sholat dan malas belajar. Saat dipanggil tidak merespon, dan tidak peduli dengan sekitar adalah tanda bahwa dia sudah kecanduan. Ketegasan kita diperlukan untuk kebaikan anak-anak kita bukan benci tapi cinta karena tidak rela melihat mereka menjadi korban teknologi dari penggunaan HP yang berlebihan.


Kedua, tunjukkan pada mereka bahwa kita perhatian dan sungguh mencintai mereka. Beri penjelasan pada mereka bahwa semua dilakukan untuk kebaikan, bukan karena kebencian tapi cinta yang tidak rela melihat mereka terjerumus pada perbuatan yang sia-sia.  Sesekali tunjukkan bahwa kita benar-benar mencintai mereka. Mencium dan memeluk mereka dan katakan  bahwa kita benar-benar perduli dan mencintai mereka dengan sepenuh hati. Bangun kedekatan dengan mereka dengan melakukan komunikasi dengan mereka dari hati ke hati. Contohnya, makan bersama tanpa memegang HP ditangan dan biarkan mereka berbicara menyampaikan buah pikiran dan keluh kesah perasaan mereka. Biarkan mereka menyampaikan semua keinginan mereka, dan tunjukkan bahwa kita peduli dengan mendengarkan mereka dan menghargai apa yang mereka sampaikan.


Sasekali, ajak mereka jalan-jalan bersama keluarga. Bangun kebersamaan dengan mereka dengan kehangat dan cinta. Ciptakan kebersaan dengan keluarga yang lebih menyenangkan daripada dengan HP ditangan mereka. Tidak usah jauh tapi jalan-jalan ke tempat tujuan yang tidak membutuhkan banyak biaya tapi cukup menyenangkan dan menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Bercanda, bergurau dan bergembira dengan keluarga untuk membangun kedekatan dengan keluarga. Perlahan kita bangun kesadaran mereka dan keterikatan mereka dengan HP yang berlebihan.


Ketiga, kesabaran extra dibutuhkan untuk Menyelamatkan anak kita dari kencanduan teknologi, HP. Jangan pernah berhenti untuk mengingatkan mereka tapi jangan pula menyakitinya sehingga membuat mereka benci dan antipati. Kesadaran untuk menggunakan HP hanya untuk hal yang bermanfaat harus terus ditanamkan pada pemahaman mereka. Jangan sampai mereka menjadi korban dari teknologi.  Kita tidak boleh menyerah untuk mendidik mereka agar menjadi generasi cemerlang yang peduli dengan sesama. Ingat perhatian kita dibutuhkan agar mereka menjadi umat terbaik dengan terus menyerukan kebenaran Islam pada anak-anak kita, sehingga terbentuklah kepribadian Islam sebagai benteng kokoh dari pengaruh buruk teknologi. Tidak bisa dipungkiri kita butuh teknologi agar memudahkan kita dalam kehidupan. Teknologi juga membantu anak-anak kita dalam proses belajar dan memudahkan mereka untuk berprestasi. Namun, teknologi juga bisa berdampak buruk jika digunakan tidak pada tempatnya secara berlebihan.  


Tantangan orang tua memang semakin berat menghadapi generasi millenial yang akrab dengan teknologi. Disatu sisi, mereka punya potensi dengan kemampuan menguasai teknologi, tapi disisi lain teknologi membawa pengaruh buruk saat digunakan tidak pada tempatnya secara berlebihan. Sebenarnya teknologi akan mempermudah hidup kita dalam menuntut ilmu maupun berdakwah agar lebih banyak umat tercerahkan oleh Islam. Ini yang harus ditanamkan pada pemahaman mereka agar teknologi bisa digunakan untuk kebaikan. Ibarat pisau, teknologi bisa banyak manfaatnya seperti halnya pisau, namun akan berbahaya jika pisau digunakan untuk melukai dan mencelakakan orang lain, bahkan bisa juga digunakan untuk membunuh. Begitu juga teknologi berbahaya bagi generasi, dan tugas kita sebagai orang tua untuk mengarahkan agar menggunakan teknologi untuk kebaikan. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Orang Tua Resah Karna Anak Kecanduan HP, Ini Solusinya!"