Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PONDASI KEIMANAN


Oleh: Edy Purwanto (Komunitas Garis Bawah)


Bangunan rumah sangat tergantung oleh pondasi. Jika pondasi kuat maka rumahpun akan kokoh berdiri. Tidak hanya rumah, bangunan yang lain pun jika pondasinya kuat maka bangunan itupun juga akan menjadi kuat. Tak berbeda jauh dengan iman seorang muslim, jika imannya kuat maka ketundukan terhadap perintah dan larangan Allah SWT akan semakin kuat, baik penampakannya lewat ibadah maupun syariat-syariat Allah yang lain.  

     

Iman itu wujud dari akidah seorang muslim. Bagi seorang muslim ketaatan kepada Allah SWT adalah harga mati, karena dia tahu betul bahwasanya ia pasti akan kembali kepada Allah SWT dan ia pasti akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya selama ia hidup di bumi. Tentu pertanggungjawaban ini dihisab ketika ia mencapai usia yang sudah baligh. Maka dari itu seorang muslim harus tahu aktivitas yang ia lakukan, apakah itu perbuatan yang halal ataupun haram.

   

Setiap yang halal tentu ia akan mendapatkan kebaikan namun sebaliknya setiap yang haram tentu ia akan mendapatkan keburukan. Kebaikan akan bermuara ke Surga sementara keburukan akan bermuara ke neraka. Untuk paham tentang halal dan haram maka,  jalan satu-satunya adalah dengan mencari ilmu. Ngaji adalah salah satu aktivitas untuk mencari ilmu. Semakin banyak ngaji ia akan mengetahui standar halal dan haram. Semakin ia banyak tahu standar halal dan haram maka kekuatan pondasi keimanan akan semakin kokoh. 

   

Dan ketika pondasi keimanan semakin kokoh maka ia secara totalitas akan tunduk kepada Allah SWT, Tuhan semesta Alam. Ia tidak akan goyah sedikitpun terhadap apa-apa yang akan memalingkan keimanan nya. Itulah akidah keimanan yang kokoh yang mesti dimiliki dan dibutuhkan umat Islam saat ini. 

   

Namun sayang seribu sayang umat Islam tidak hidup pada habitat yang tepat. Habitat saat ini sangat merusak akidah umat Islam. Mulai dari pergaulan, muamalah, serta pemikiran-pemikiran yang tidak berasal dari Islam. Dalam konteks individu tentu membutuhkan tenaga yang sangat ekstra untuk menjaga akidah Islam yang ia miliki.

   

Bagaimana dalam konteks kehidupan bermasyarakat? Akidah umat ini harus dijaga, dan penjaganya bukan dari pribadi umat itu sendiri atau dari organisasi umat Islam namun harus dari negara, sebagaimana imam Al Ghazali bertutur bahwa agama dan kekuasaan adalah dua saudara kembar. Agama adalah pondasi sementara kekuasaan. sebagai penjaga. Kekuasaan tanpa pondasi pasti akan rubuh, sementara segala sesuatu tanpa kekuasaan akan hilang. Pertanyaan kritisnya adalah apakah saat ini agama dijadikan sebagai pondasi ?, atau kekuasaan saat ini menjaga agama?

    

Sementara diwaktu yang sama  penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW dibiarkan, ajaran Islam dikriminalisasi, pemikiran- pemikiran diluar Islam seperti sekulerisme, pluralisme, sinkretisme terus dibiarkan tumbuh subur. Hingga keharmonisan tidak terwujud dalam  kehidupan bermasyarakat. Jika ingin kehidupan bermasyarakat  harmonis maka negara harus menjaga betul akidah umat Islam. 

    

Seperti layaknya sebuah bangunan jika pondasi kuat maka bangunan akan kuat jika akidah umat Islam dijaga maka negara akan kuat. Itulah habitat yang tepat untuk umat Islam sebagaimana yang pernah dicontohkan dan diterapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan kemudian habitat itu diteruskan oleh penggantinya yakni para Khulafaur Rasyidin. Wallahu'alam bishowab. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "PONDASI KEIMANAN"