Siapakah Aku?
Oleh: Tia Uswanas (The Voice of Muslimah Papua Barat)
Siapakah aku? Pertanyaan ini yang sering dipertanyakan oleh para anak muda, dimana pada masa ini mereka sedang mencari jati dirinya dan seperti apa dirinya dimasa depan itu tergantung jawaban dari pertanyaan tersebut. Berbicara tentang jati diri, seharusnya anak muda ditanamkan konsep diri yang benar Karena konsep diri berkaitan dengan seberapa baik kita mengenal diri sendiri. Ketika kita tidak tahu siapa diri kita maka kita akan berusaha mencari identitas diri dengan cara mencoba berbagai hal. Jika lingkungan pertemanannya ternyata rentan dengan perilaku berisiko, maka kita akan lebih rentan terbawa arus.
Konsep diri terdiri dari tiga hal, yaitu mengenai dirinya (self-image), sosok ideal yamg ingin divapai (Self Ideal) dan cara menghargai dirinya (self-esteem).
1. Self Image ( Gambaran diri)
Self image adalah gambaran terkait dengan bagaimana kita menilai diri kita sendiri. Karena kita diciptakan oleh Allah, maka kita yang sesungguhnya adalah hamba Allah, dengan misi pokok penciptaan hanya untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah, seperti dalam Q.S Adz-dzariyat : 56
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
Artinya : Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
Maka dengan ayat ini jelas bahwa kita diciptakan Allah adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah, beribadah yang dimaksud adalah bukan hanya sekedar sholat dan puasa namun terkait dengan segala hal yang kita lakukan didunia ini yang mana aktivitas kita seharusnya bernilai ibadah. Bagaimana suatu peran dan aktivitas bisa dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah? Yaitu dengan senantiasa menjaga keberjalanannya sesuai dengan perintah Allah, dan tidak melanggar larangan Allah. Kenapa harus begitu? Karena diri ini adalah hamba Allah. Jadi saat kita melakukan sesuatu, patutlah kita terus bertanya pada diri, "Apakah Allah suka saya melakukan ini?" Jika ya, maka lanjutkan. Jika tidak, maka hentikan.
Nah inilah self image yang harus kita bentuk bahwa kita adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan untuk beribadah dan menghamba pada Allah. Maka kita akan selalu terjaga karena kita sadar bahwa kita sedang diawasi dan kita pahami bahwa setelah ini kita dihisab atas segala macam hal yang kita lakukan, penilaian orang tidak akan mempengaruhi kita karena kita dihisab atas apa yang kita lakukan bukan apa yang orang lakukan ketika. Ketika kita memiliki self image yang kuat sebagai hamba Allah maka kita akan kuat terhadap goncangan dan sulit untuk dipengaruhi oleh orang lain.
2. Self Ideal (Sosok diri Ideal)
Self ideal adalah sesuatu yang kita kehendaki untuk diri kita kedepannya dimasa akan datang. Setiap kita pasti memiliki cita-cita versi kita masing-masing. Tapi pernahkah kita berpikir: "Apa ya yang sesungguhnya Allah kehendaki atas diri ini kelak?" Pernahkah kita menyandarkan proses penyusunan cita-cita kita kepada kehendak Allah?
Setelah kita menyadari bahwa kita merupakan hamba Allah, Self Ideal yang terbentuk juga bersandar pada kehendak Allah. Apa yang Allah kehendaki? Allah menghendaki semua hamba-Nya menjadi manusia yang: jika hidup ia mulia, jika kelak mati ia syahid.
Kita hidup saat ini maka tujuan kita adalah hidup mulia. Nah apa yang harus kita lakukan agar mencapai tujuan tersebut? Allah berfirman :
اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ
Artinya : Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa (Al Hujurat : 13)
Dalam ayat diatas jelas tertulis bahwa jika kita sebagai hamba Allah yang ingin hidupnya mulia maka kita harus menjadi orang yang bertaqwa dengan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah, ini merupakan self ideal yang seharusnya menjadi cita-cita kita sebagai hamba Allah.
Setelah hidup mulia maka self idel yang ingin kita tuju adalah mati Syahid, hal ini hanya bisa ditempuh oleh orang-orang yang berjuang dijalan Allah, maka ambillah peran sekecil apapun untuk menolong agama Allah, untuk menjadi orang yang berkontribusi dalam penyebaran islam dan kebaikan dengan potensi sekecil apapun yang Allah titipkan pada kita. Orang yang sedang berjuang dijalan Allah lalu ia meninggal maka itulah orang yang mati syahid.
3. Self Esteem (Harga Diri)
Self esteem yaitu harga diri kita yang terbentuk dari serangkaian value/prinsip berdasarkan idealisme diri.
Seseorang yang memiliki Self Image dan Self Ideal seperti yang tertulis di atas, pasti akan memiliki prinsip-prinsip hidup yang bersumber dari aturan Allah. Prinsip-prinsip tsb, jika diakumulasikan akan membentuk harga diri.
Sebagaimana yang kita pahami, harga diri ini apabila terusik akan mencederai kita dan membuat kita melakukan segala upaya untuk mempertahankannya, memperjuangkannya. Maka harga diri ini menjadi penting, sebab jika yang terhimpun dalam diri adalah Self Esteem yang benar, maka ia akan membuat kita memperjuangkan hal yang benar, dan mudah menemukan lingkungan yang sefrekuensi dalam kebenaran itu, dimana ini akan menjadi salah satu penjaga keistiqomahan kita.
Konsep diri juga harus selalu dikuatkan oleh 3 faktor, yaitu:
1.) Figur otoritas
Ketika yang mengingatkan merupakan orang yang mempunyai penting dan memiliki fogur otoritas maka akan lebih didengar
2.) Intensitas Emosi
Intensitas emosi yang tinggi ketika diberi penjelasan maka akan lebih mudah diingat
3.) Pengulangan / repetisi
Selalu mengulang dan mengingatkan diri terkait dengan konsep diri.
Jika kita benar menerapkan konsep diri ini kepada diri kita maka akan muncul para anak muda dengan sikap melayani dan melakukan yang terbaik dengan spirit Lillahi ta'ala.(reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Siapakah Aku? "