Teruslah Menyeru untuk Hijrah dan Berislam Kaffah
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, dalam berislam harus kaffah dan Itu adalah perintah Allah.“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.,” (Surat Al-Baqarah ayat 208). Mengingatkan untuk berislam kaffah memang tidak mudah karena tidak semua orang suka saat diseru untuk hijrah dan berislam kaffah. Tidak jarang mereka membenci dan memusuhi kita saat kita tunjukkan apa yang disukai dan dianggap benar ternyata tidak sesuai dengan Islam. Namun tidak perlu takut ataupun bersedih hati karena Allah tidak hanya melihat hasil, tapi usaha maksimal kita dalam berdakwah. Bahkan sekalipun, harus dibenci, dakwah untuk berislam kaffah tidak boleh berhenti dan mati, karena apa yang kita lakukan di dunia yang sementara ini akan menentukan kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.
Makanya Gaes, dalam menyampaikan kebenaran Islam, kita juga dituntut untuk bersabar. Dalam surat al-Asr kita diperintahkan untuk saling mengingatkan dengan kebenaran Islam dan dengan kesabaran. Beruntunglah mereka yang diperkecualikan karena mereka mau saling menasehati bukan karena benci tapi cinta yang tidak ingin melihat saudaranya merugi dan bahkan celaka karena menolak diatur dengan Islam secara kaffah. "Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
Gaes, Islam harus digunakan sebagai landasan berfikir atau dalil saat menyampaikan kebenaran, bukan pemikiran manusia yang lemah dan sering salah. Sering sesuatu yang dianggap benar oleh manusia, ternyata salah dalam pandangan Islam, sebaliknya sesuatu yang kita benci ternyata adalah satu kebaikan. Menjadikan Islam sebagai landasan berfikir dan solusi fundamental Itu harus agar kita selalu tertunjuki pada kebenaran hakiki, jalan yang lurus dan mulia.
Suka ataupun tidak sesuatu yang dilarang dalam Islam tidak boleh dilakukan atau didukung. Bukan mencaci atau menghujat pribadi seseorang, tapi membenci kemungkaran karena Itu bentuk keimanan. Melawan kemungkaran bukan berarti membenci sesama, karena musuh sejati kita bukanlah manusia tapi syaitan yang tugasnya menggoda manusia agar mau mengikuti langkah-langkahnya untuk menjauhkan manusia dari agama yang lurus dan mulia. Sungguh syaitan akan membawa kita pada seburuk-buruk tempat kembali, neraka jahanam.
Bukan untuk mencaci atau menghina mereka yang setengah-setengah dalam berislam, tapi menyeru pada kebenaran Islam secara kaffah adalah perintah Allah. Bukan sok suci atau merasa sok benar, tapi menyampaikan kebenaran Islam, tidak harus menunggu sempurna, karena manusia makhluk lemah dan banyak salah. Bukan sok benar makanya Gaes, kita butuh saling mengingatkan, kita juga butuh aturan dari Yang Maha Benar. Meskipun sebagai manusia lemah dan banyak salah, bukan berarti harus berhenti berdakwah, karena dakwah adalah juga perintah Allah.
Apapun yang kita lakukan tidak akan bisa menyenangkan semua orang. Dan memang benar bukan hanya untuk membuat senang orang, kita berdakwah, dan tidak juga agar mendapatkan dukungan dan pengakuan dari manusia. Tapi Kita melakukan semua Itu karena Allah, kita cinta pada sesama dan berharap agar kita semua selalu tertunjuki pada jalan lurus. Biar dianggap sok suci, atau suka mencaci, tapi dakwah tidak boleh berhenti, meskipun banyak orang yang tidak suka dan membenci kita. Kebenaran Islam harus disampaikan apa adanya, tidak perlu dimodifikasi atau disembunyikan. Kebenaran terkadang pahit dan menyakitkan terutama bagi mereka yang suka melanggar syariatNya, tapi semua harus disampaikan apa adanya. Menyeru pada Islam kaffah bukan untuk mencaci, meskipun mereka yang setengah-tengah dalam berislam bisa saja sakit hati. Menyeru pada Islam kaffah merupakan bentuk rasa cinta pada sesama karena tidak ingin saudaranya tergelincir mengikuti langkah-langkah syaitan. Marilah saling mengingatkan agar kita semua selalu tertunjuki pada jalan lurus, jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan mereka yang dapat murka dari Allah, bukan pula mereka yang sesat.
Tentunya kita tidak boleh berhenti untuk mengupgrade diri, mengaji dan belajar tentang Islam agar tsaqofah bertambah, sehingga kita bisa mengkaitkan pemikiran dan perbuatan kita dengan Islam secara kaffah. Namun, bukan berarti kita menunggu menjadi suci dan tidak pernah salah. Jika demikian, tidak akan ada yang mau berdakwah dan berislam kaffah, padahal Itu adalah perintah Allah. Sampaikan meskipun hanya satu ayat karena Itu adalah perintah Allah. Jadi berdakwah dan menyampaikan Islam kaffah harus dilakukan meskipun sebagai manusia biasa kita banyak salah. Manusia wajib berusaha untuk mengikuti petunjuk Allah. Bukan sok suci, tapi Kita harus berusaha untuk mensucikan diri dengan mengikuti petunjuk Illahi. Bukan sok baik, tapi Kita harus melakukan banyak kebaikan yang dikaitkan dengan Islam karena Itu adalah bukti keimanan kita.
Memang berdakwah tidak mudah, pasti ada banyak tantangan dan terkadang dibenci dan dicaci Itu sunatullah karena semua Itu juga dialami Rasullulah dan para sahabat saat menyeru Islam ke penduduk kafir quraisy. Saat ini sering yang menyeru pada Islam kaffah dikaitkan dengan radikalisme. Apa salahnya jika kita fanatik dan militan beragama sehingga selalu menggunakan Islam sebagai sudut pandang dalam menilai dan menghukumi satu kebenaran. Baru keren, jika kita konsisten dalam pemikiran dan perbuatan karena menjadikan Islam sebagai landasan dalam berfikir dan solusi fundamental untuk seluruh masalah kehidupan. Remaja berkepribadian Islam adalah pemimpin masa depan harapan kita bersama yang ideal yang bisa mengantarkan pada perubahan hakiki dengan Islam. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Teruslah Menyeru untuk Hijrah dan Berislam Kaffah"