Gunakan Akalmu Untuk Memahami Islam Sebagai Landasan Berfikir
Oleh: Mochamad Efendi
Akal Itu terbatas dan sering salah dalam memahami kebenaran. Apa yang dianggap baik ternyata salah, sebaliknya apa yang dianggap buruk ternyata benar. Oleh karena jika aturan dibuat oleh manusia sering hanya menguntungkan penguasa dan pembuat hukum Itu sendiri, namun sering merugikan banyak orang. Tentunya, hanya Allah yang telah menciptakan manusia bisa membuat aturan terbaik untuk manusia, bukan diserahkan pada akal manusia yang terbatas.
Dalam surat a-Baqarah ayat 216 , Allah berfirman, "Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Gaes, banyak orang menganggap perang bukan sesuatu yang baik dan harus dihindari, namun jika perang diperlukan untuk menghentikan tindakan keji dan sadis seperti yang dilakukan oleh Israel terhadap penduduk Palestina, maka hukum perang adalah wajib, meskipun perang bukan sesuatu yang disukai. Pacaran yang dianggap menyenangkan dan disukai dikalangan remaja ternyata dilarang dalam Islam karena sebagai satu perbuatan yang bisa membawa pada perbuatan dosa besar. Begitu pula riba yang banyak orang menjadikan solusi untuk keluar dari masalah ekonomi ternyata adalah dosa besar yang membawa pelakunya pada masalah besar.
Jadi tidak bisa kita menyerahkan tolok ukur benar dan salah hanya pada akal. Apa yang dianggap banyak orang baik belum tentu benar dihadapan Allah Yang Maha Benar. Akal manusia yang tidak tertunjuki ke jalan yang lurus akan cenderung mengikuti nafsu atau dorongan dari dalam diri mereka yakni naluri dan dorongan untuk memenuhi hajat hidup. Akal akan cenderung mengikuti apa-apa yang disukai, padahal tidak semua yang disukai Itu benar. Dan sebaliknya, apa-apa yang dibenci manusia akan cenderung dijauhi padahal bisa jadi Itu adalah baik dalam pandangan Allah. Jadi segala sesuatu dalam hidup harus dikembalikan kepada aturan Allah sebagai landasan dalam menghukumi sesuatu dan sebagai sebagai solusi fundamental dalam setiap permasalahan.
Oleh karena Itu kita butuh tolok ukur kebenaran dari Allah. Akal harus digunakan untuk memahami aturan- aturan dari Yang Maha Benar. Berinteraksi dengan al-Qur'an agar akal tercerahkan dan menjadi cerdas sehingga tertunjuki ke jalan yang lurus dan mampu memahami kebenaran hakiki. Kemudian, menerapkan dalam kehidupan nyata, menjadi landasan pemikiran dan solusi fundamental untuk seluruh masalah kehidupan.
Idealnya sih, kita bisa menghafalkan al-Qur'an dan memahami Isinya agar kita menghukumi setiap fakta dengan aturan yang benar dari Yang Maha Benar. Selain, al-Qur'an, kalian juga harus mampu memahami hadist Rasullulah dan Ijma' sahabat sebagai sumber hukum Islam yang digunakan untuk mengatur hidup kita agar sesuai dengan aturan-aturan Sang Pencipta. Penerapan Islam secara kaffah akan membawa rahmat dan kemashlahatan bagi semua orang. Kalaupun jika kita belum bisa menghafal semua sumber hukum dalam Islam dan menyimpan dalam lembaran - lembaran memori kita, setidaknya kita punya keyakinan dan keinginan kuat untuk menjadikan Islam sebagai landasan saat berfikir untuk menghukumi satu fakta atau perbuatan dan menjadikan Islam sebagai solusi setiap permasalahan kehidupan.
Gaes, terus upgrade tsaqofah keislamanmu dan jadikan Islam sebagai landasan berfikir dalam menghukumi sesuatu. Selalu kaitkan dengan sumber hukum Islam setiap melakukan perbuatan. Sebagai makhluk yang lemah dan banyak salah, kita harus saling menasehati dengan kebenaran Islam. Jika satu nasehat benar dan memamg ada dalilnya yang melandasinya kita harus menerimanya tanpa kata tetapi, sekalipun bertentangan dengan pendapat yang bersumber dari akal kita. Karena apa yang kita anggap baik belum tentu benar sehingga akal harus tunduk pada kebenaran hakiki yang bersumber dari ajaran Islam yang lurus dan mulia. Sungguh Islam akan membawa rahmat dan kebaikan pada kita, saat kita mau mengatur hidup ini dengan Islam secara kaffah. Bigitu pula saat satu negara mau menerapkannya, tentunya kemaslahatan akan dirasakan oleh penduduk suatu negeri, karena penduduknya beriman dan bertakwa, sehingga Allah sungguh akan membuka pintu RahmatNya dan keberkahan untuk mereka dari langit maupun bumi dan janji Allah pasti benar seperti yang disampaikan dalam surat Al-araf ayat 96.(reper/baim)


Posting Komentar untuk "Gunakan Akalmu Untuk Memahami Islam Sebagai Landasan Berfikir "