Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menulis Itu Nikmat Lho, Coba Aja!

Oleh: Mochamad Efendi


Menulis mungkin bagi sebagian orang dianggap sulit, padahal kalau kita mau terus berlatih kemampuan kita akan menjadi canggih. Menulis juga sering dianggap bakat, padahal Menulis adalah kebiasaan, yang awalnya harus dipaksa Dan perlahan akan terbiasa, seperti halnya bahasa lisan.  Menulis adalah cara dalam berdakwah di era millinial yang tidak bisa ditinggalkan. Menulis juga membuat hidup kita lebih bermakna, karena waktu terlalu terasa berharga jika dibiarkan begitu saja tanpa ada ide yang bisa diikat dan dikaitkan dengan ajaran Islam agar bisa menginspirasi umat untuk melakukan banyak kebaikan.  Menunggu yang sering membosankan menjadi menyenangkan dengan menulis. Waktu yang sering terbuang untuk hal yang tidak berguna, bisa dimanfaatkan untuk menulis.


Namun, saat berhenti menulis karena berbagai alasan, sulit untuk memulainya kembali. Berat dan butuh energi extra untuk mengembalikan kebiasaan menulis. Oleh karena itu, jangan coba-coba berhenti menulis karena sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menulis. Satu kata, dua kata alirkan saja, dan biarkan buah pikiranmu mengalir dalam satu tulisan. Perlahan satu tulisan yang dikaitkan dengan Islam siap diupload untuk menginspirasi umat. Amal jariyah dari orang yang tercerahkan dengan Islam siap mengalir ke pundi-pundi pahala, meskipun suatu ketika kamu sudah tidak lagi ada di dunia. Tidak perlu berfikir materi yang kau dapat, tapi yakinlah dengan menulis banyak kebaikan kau bisa ciptakan, tanpa kau menyadarinya. Rezeki tidak mesti berupa materi; uang atau kekayaan, tapi kebahagiaan hakiki dan nikmat yang kita rasakan berupa iman dan Islam adalah nikmat tertinggi yang bisa kita rasakan dengan terus menulis ide-ide yang dikaitkan dengan Islam. 


Niatkan menulis untuk mencari ridho Allah, bukan untuk pujian dari manusia atau imbalan materi.  Apa bedanya dengan buzzer, jika kita menulis hanya untuk yang bisa bayar mahal. Mulia menjadi penulis ideologis yang berpegang pada idealisme sebagai seorang Muslim sejati, tapi hina menjadi Buzzer yang menggadaikan Idealisme demi imbalan uang yang besar. Berhenti tidak menulis ketika apa yang diinginkan tidak terpenuhi, namun tidak bagi Penulis Ideologis akan terus menulis meskipun tidak mendapatkan imbalan karena yakinlah balasan dari Allah SWT. pastilah lebih besar dari sekedar materi berupa uang dan jabatan. Padahal kita tahu jika niat kita menulis untuk mencari ridho Allah tidak ada yang sia-sia setiap goreskan kata-kata yang yang dituangkan dalam sebuah tulisan.


Ayo, terus menulis untuk menginspirasi umat dengan Islam. Jangan lelah dan menyerah, tapi tetap semangat menyebarkan tulisan dengan ide Islami untuk menggeser konten sampah yang tidak berfaedah.  Dan juga membersihkan pemikiran umat dari sekularisme, liberalisme serta ide-ide yang bertentangan dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia.


Menulislah terus insyaallah akan menemukan pembacanya. Tidak usah berkecil hati karena tidak ada yang like ataupun share. Tidak ada yang sia-sia selama dilakukan untuk kebaikan yang dikaitkan dengan Islam. Tidak perlu berfikir hasil tapi usaha maksimal untuk menginspirasi umat, itulah yang terpenting. Jadi tidak perlu berfikir bahwa percuma menulis atau tulisan tidak layak untuk dibaca, tapi beranikan untuk menulis dan terus menulis. Tulisan bisa dikirim ke media tulis ataupun online. Kalau tidak, bisa diupload di Facebook ataupun blog sendiri. Teruslah menulis dan upload, semoga apa yang kita lakukan bisa menjadi jejak-jejak kebaikan untuk bekal kita nanti saat harus kembali ke kampung akhirat.


Jangan berhenti hanya karena sepinya pujian. Jangan pula menyerah karena karena susah untuk merangkai kata-kata yang menarik. Teruslah menulis untuk menginspirasi umat, meskipun susah tapi tidak ada yang sia-sia. Yakinlah perlahan idemu mengalir dan terangkai indah dalam kata-kata untuk menyampaikan makna agar tidak hanya mudah dipahami, tapi juga menarik dan perlahan mampu mewarnai pemikiran umat dengan Islam. 


Masih banyak pemikiran penyimpang, sesat dan menyesatkan berseliweran di dunia maya maupun nyata. Semua yang bengkok harus diluruskan agar sesuai dengan ajaran Islam yang mulia. Tidak perlu, berfikir seberapa besar kontribusi kita, tapi teruslah menulis. Kewajiban kita hanya memberi peringatan, hasilnya serahkan pada Allah SWT. Menulis tidak hanya berpahala tapi juga mengasah kemampuan kita dalam berolah rasa dan manajamkan pemikiran, serta mendorong kita untuk meningkatkan tsaqofah kita dengan membaca. Tidak perlu ragu ataupun kuwatir dengan hasil, bagus ataupun tidak, menarik ataupun tidak, yang terpenting kita beranikan diri untuk menyampaikan kebenaran Islam. Ayo, bersemangat terus menuliskan ide Islami agar kemampuan terus terasah dan agar kita bisa menginspirasi umat dengan Islam. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Menulis Itu Nikmat Lho, Coba Aja!"