Ngaku Cinta Kepada-Nya, Buktikan!
Oleh: Sahilatul Hidayah (Penulis dan Pemerhati Generasi)
“Dan jika kamu menghitung-menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya”
(TQS an-Nahl (16) : 18)
“Kita ngakunya cinta kepada-Nya, tapi kita gak ngerasa punya paru-paru yang bisa dan biasa bekerja 24 jam terus-menerus tanpa kita suruh baru ngehnya pas Allah ngasih kita sakit. Saat itulah baru kita bisa nyadar ternyata kadar rasa syukur kita masih sangat kurang”. Itulah sepenggal kalimat dari Ustadz Weemar yang begitu makjleb pas aku dengerin semalam di salah satu acara kajian kesukaannya aku, YukNgaji. FYI (For Your Infornation) saat ini beliau sedang diuji oleh Allah dengan sakit Covid yang datang menghampiri beliau dan keluarga, bahkan Allah lebih sayang kepada mama beliau dengan memanggil menghadap kepada-Nya duluan.
Ya Allah..emang bener pake banget apa yang disampaikan oleh Ustadz Weemar itu, terkadang bahkan seringnya kita lebih banyakin mengeluhnya daripada bersyukurnya. Cuaca gak tentu siang hari panas banget tapi kalo malem dingin banget kita ngeluh duh kok gak jelas sih cuacanya kan bisa bikin gak enak badan dan akhirnya bisa sakit, kalau cuacanya lebih banyak panasnya kita juga ngeluh kepanasan dan keringetan gak enak banget gerah dan lengket semua badan. Wes talah sambat ae (ngeluh aja) kerjaannya. Gak ada sama sekali rasa syukurnya gak tau tuh rasa syukurnya lagi keselip dimana.
Padahal ngakunya cinta kepada-Nya tapi gak ada sama sekali tuh terucap rasa syukur kepada-Nya atas segala nikmat dan rahmat yang telah Allah berikan kepada kita, dan kita baru nyadarnya pas Allah udah nyabut nikmat itu dari diri kita misalnya seperti yang sedang dialami oleh Ustadz Weemar saat ini.
Beliau baru merasakan betapa berharganya nikmat memiliki paru-paru yang sehat setelah Allah cabut nikmat itu saat ini dengan ujian sakit Covid yang sedang beliau derita. Pernafasan yang tersengal-sengal bahkan di awal sempat mengalami fase kritis dengan saturasi oksigen yang jauh dibawah normal karena paru-paru tidak bisa dan biasa lagi bekerja secara normal selama 24 jam tanpa henti karena adanya cairan di paru-parunya. Dan di saat itulah baru beliau menyadari betapa kurang bersyukurnya beliau dengan paru-paru sehat yang dipunyai sebelum menderita sakit Covid. Klo ngakunya cinta kepada-Nya seharusnya banyakin bersyukurnya di dalam situasi dan kondisi apapun dalam keseharian hidup kita.
Ya Allah..langsung tertampar diri ini karena selama ini pun seringnya suka melakukan hal yang sama. Pas sakit radang tenggorokan melanda bisa sampai lama sembuhnya biasanya lebih dari sebulan itupun harus mengkonsumsi obat resep dokter secara terus menerus yang menimbulkan efek ngantuk setiap hari. Akhirnya apa yang terjadi? Mengerjakan pekerjaan rumah keseharian, bekerja ngurusin usaha, beribadah dan menjalankan amanah dakwah keteteran semua dan jauh dari kata optimal ujung-ujungnya pasti gerundel kok sakit sih.Tapi kalau pas sehat sukanya pola makan gak dijaga, sukaknya nyampah kalau makan. Astaghfirullah..
Teringat kisah tentang seorang ahli ibadah yang sangat rajin beribadah kepada-Nya dalam kesehariannya, ketika waktunya hari penghisaban (hari penghitungan amal) dengan percaya dirinya dia bilang kalau dia berhak masuk surga karena dia sudah sangat rajin beribadah selama hidupnya. Tetapi Allah menyatakan hanya karena rahmat-Nya saja si fulan ini bisa masuk surga. Dia tetap ngotot dan menyatakan kalau dia masuk surga karena amalnya saat dia hidup.
Akhirnya Allah meminta malaikat untuk menimbang nikmat kedua bola mata yang telah diberikan kepadanya dengan semua amalan ibadah yang pernah dia lakukan selama hidup di dunia, dan benar saja semua amalan ibadah yang dia lakukan selama di dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nikmat kedua bola mata yang telah Allah berikan. Itu masih mata ya belum anggota tubuh lain dan nikmat lainnya seperti oksigen yang bisa kita hirup dengan bebas, pernah baca kalau seandainya Allah meminta kita mengganti oksigen yang kita hirup secara gratis ini nilainya bisa mencapai triliyunan setiap harinya. MashaaAllah..
Jadi..kalau kamu ngaku cinta kepada-Nya mulai dari sekarang tunjukkin rasa cintamu dengan selalu beryukur kepada-Nya sebagai bentuk rasa terima kasih kita atas segala nikmat tak terhitung jumlahnya yang telah Allah berikan kepada kita. Bagaimana mewujudkan rasa syukur kita kepada-Nya? Tentu dengan melakukan apapun mau-Nya yang seharusnya kita lakukan. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Ngaku Cinta Kepada-Nya, Buktikan!"