Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MENJADI PEMUDA ISTIMEWA

Oleh : Nur Itsnaini Maulidia (Member SWI Muslimah Bangil) 


Masa muda adalah masa-masa yang sangat menyenangkan. Masa yang sangat diimpikan-impikan saat masih kecil dan dirindukan saat usia tua. Namun apakah kita rela jika masa muda kita hanya dihabiskan untuk kesenangan yang sia-sia? Tentu tidak bukan? 


Agar menjadikan masa muda kita menyenangkan dan bermanfaat. SWI Muslimah Bangil Mengadakan forum bedah BTS (Buletin Taman Surga) online dengan tema “Menjadi Pemuda Istimewa” pada hari Jum’at, 13 Agustus 2021. Tujuan dari adanya forum tersebut agar kita para pemuda tidak sekedar menjadi pemuda yang biasa saja tapi menjadi pemuda yang luar biasa atau istimewa. 


Kak Helda sebagai moderator mengawali dengan pertanyaan, bagaimana sih agar menjadi pemuda istimewa itu?


"Sebelumnya disini kita akan membahas seorang pemuda penuh cinta, yang mana ketika sudah cinta maka disitu akan ada yang namanya pengorbanan. Lalu Siapakah dia? Dialah Ismail as yg rela mengorbankan nyawa demi cinta-Nya kepada Allah SWT. Ismail AS saat itu masih di usia yang sangat muda. Namun saat itu Allah sedang menguji keimanannya agar dia disembelih oleh ayah kandungnya sendiri yaitu nabi Ibrahim as. Coba bayangkan jika kita yang mengalami hal tersebut, belum tentu kita akan mau disembelih oleh ayah kandung kita sendiri bukan? Tapi, berbeda dengan Nabi Ismail as yang mau mengorbankan nyawanya, rela disembelih meskipun oleh orang yang jugat sangat disayanginya. Dan hebatnya lagi ketika di uji hatinya tak gentar sedikitpun, begitu tenang semata-mata karena cintanya kepada Allah SWT," jelas Kak Maknuna sebagai pemateri forum bedah BTS kali ini.


Kak Maknuna melanjutkan penjelasannya dengan sebuah pertanyaan, lantas apa hubungannya kisah nabi Ismail as dengan kita? 


Jawabannya adalah tidak sedikitkah hati kita luluh dengan kisah nabi Ismail as? Tidak ingin kah kita menjadi pemuda istimewa dimata Allah seperti halnya nabi ismail as? Tidak inginkah kita menjadi pemuda penuh cinta, pemuda hebat, pemuda yang rela berkorban untuk agamanya? Lalu bagaimana sih agar kita menjadi pemuda istimewa?


“Menjadi pemuda istimewa tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak bisa kita dapati begitu saja, butuh perjuangan dan usaha untuk meraihnya. Lalu haruskah kita menyembelih leher kita seperti nabi ismail? Tentu tidak ya. Namun dalam hal ini yang bisa kita contoh adalah mencintai Allah secara totalitas, beriman dan bertakwa kepada Allah dengan sepenuh hati, hingga rela mengorbankan apapun untuk Allah,” ungkap Kak Maknuna.


Maka menjadi pemuda istimewa itu sebetulnya kucinya hanya ada dua yaitu iman dan takwa. Dengan iman dan takwa manusia akan rela mengorbankan apapun demi Allah SWT. Di forum ini Kak Maknuna berbagi tips agar kita bisa menjadi orang yang beriman dan bertakwa. 


1. Kita harus mengerti bahwa iman dan takwa itu harus dicari. Keduanya bukan karena faktor keturunan. Sebab iman dan takwa adalah rasa serta amal yang muncul karena adanya pemahaman. Maka dari itu, pastikan bahwa pemahaman yang kita miliki adalah pemahaman yang benar. Pemahaman yang bersumber dari sesuatu yang terjamin kebenarannya yakni Al Qur’an dan As Sunnah.


Oleh karena itu, penting mengkaji sumber pemahaman yang benar. Dengan sering-sering mengikuti kajian Islam kaffah. Agar iman dan takwa kita kokoh bersemayam di dalam jiwa.


2. Tidak cukup kalau sekedar berjuang mendapatkan iman dan takwa. Hal penting lainnya adalah bagaimana agar kunci ini tetap ada dalam genggaman. Yakni tetap istikamah dalam keimanan dan ketakwaan hingga peroleh gelar husnul khatimah di akhir cerita kehidupan.


“Agar istikamah dalam keimanan dan ketakwaan kita harus bergaul dengan teman-teman saleh, yang senantiasa akan mengingatkan kita dikala futur. Menghadiri majelis-mejelis ilmu yang mengokohkan keimanan kita. Dengan itu Insya Allah kita akan menjadi pemuda yang istimewa,” tutur kak Maknuna.


Allah SWT telah menjanjikan naungannNya bagi para pemuda istimewa yang beriman lagi bertakwa dalam hadits Rasulullah Saw berikut. 


“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil; Pemuda yang senatiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya; Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan Masjid; Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah; Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, ”Aku takut kepada Allah!”; Seseorang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kirinya; dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)


Masyaa Allah, Semoga kita semua bisa menjadi bagian dari pemuda istimewa tersebut. Waallahu 'alam. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "MENJADI PEMUDA ISTIMEWA"