Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjaga Hati Agar Tetap Bersih

Oleh: Mochamad Efendi


Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu.” (HR Bukhari dan Muslim). 


Sungguh, kita harus bisa menjaga hati kita (Qolbu) agar tetap bersih sehingga iman dan Islam sebagai nikmat tertinggi dalam hidup juga tetap terjaga. Kita akan menjadi baik ataupun buruk tergantung pada bersihnya hati yang kita miliki. Jangan biarkan titik noda menutupi hati kita. Ibarat kaca hati harus terus dibersihkan dari kotoran yang menempel agar kita bisa melihat kebenaran hakiki. Lalu bagaimana agar hati kita tetap bersih?


Pertama, memperbanyak berdzikir untuk mengingat Allah. Membasahi lisan kita dengan mengucapkan kalimat thoyyibah agar selalu dekat dengan Sang Pencipta. Insyaallah, hati akan terjaga bersih, jika kita selalu ingat kepadaNya. Kesadaran hubungan seorang hamba dengan Allah memunculkan rasa takut untuk berbuat maksiat, apa saja yang dilarang olehNya. Sebaliknya, dia akan terdorong untuk berbuat banyak kebaikan sehingga hati akan terus terjaga bersih dan mudah untuk menerima kebenaran hakiki. Hati bersih dimiliki oleh jiwa-jiwa bertaqwa yang selalu ingat dan hanya takut kepada al-Khalik, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang meskipun tidak melihatNya. Kabar gembira bagi mereka yang bertaqwa yang hatinya terjaga bersih, berupa pengampunan dan juga balasan yang mulia dari Tuhan Yang Maha Mulia.


Kedua, memperbanyak amalan sunah yang diperintahkan dalam ajaran Islam yang lurus dan mulia. Sholat Dhuha, tahajud ataupun puasa sunah Senin-Kamis jika dilakukan secara Istiqomah akan membersihkan hati kita. Bersihnya hati akan memudahkan kita menyambut hidayahNya yang membawa kita pada jalan yang lurus dan mulia, jalan orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan yang dapat murkaNya, tidak pula mereka yang tersesat. Ibarat air bersih amalan sunah yang dikerjakan secara Istiqomah akan menghilangkan setiap debu atau noda yang menempel akibat dari dosa kita, sehingga kita mampu instropeksi diri dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat. Hati yang kotor tidak bisa melihat kesalahan diri, karena sikap yang selalu merasa benar bahkan tidak sadar sudah menjauhkan dari petunjukNya. Kesombongan dan juga penyakit hati lainnya telah menutupi cermin hati sehingga mereka sulit untuk melihat kebenaran hakiki dan untuk segera menyambut hidayahNya yang datang dalam hidup mereka 


Ketiga, menghindari hal yang dilarang dan tidak meninggalkan amalan wajib. Setiap maksiat yang dilakukan akan membuat noda pada hati kita. Semakin banyak dosa yang kita perbuat hanya akan membuat hati kotor, sehingga semakin jauh dari petunjukNya. Begitu pula saat meninggalkan kewajiban seperti sholat fardhu atau puasa Ramadhan, noda-noda akan menempel di hati kita. Jika perbuatan yang melanggar aturan Allah dilakukan terus menerus hati akan dipenuhi noda-noda dosa hingga menutupi pancaran hidayahNya, sehingga sulit untuk melakukan kebaikan yang dikaitkan dengan Islam, sebaliknya mudah untuk berbuat maksiat. Oleh karena itu jangan remehkan dosa kecil, karena perlahan akan menutupi hati dan menghalangi hidayahNya.


Keempat, memperbanyak istighfar agar hati ini selalu ingat kepada Allah dan menyadari kesalahan yang sudah diperbuat baik sengaja maupun tidak kita sadari. Dengan menyadari kesalahan kita akan berusaha untuk memperbaiki diri. Mereka yang hatinya kotor selalu merasa benar dan mereka buta dan tuli atas peringatan yang menghampiri hidupnya. Mereka tidak mau mendengar dan juga bisa berfikir, karena hatinya yang kotor. Bibir yang selalu mengucap istighfar dan hati yang menyadari kesalahan akan menjaga hati tetap bersih sehingga mampu mendengar dan melihat kebenaran serta mau memikirkannya dan pada akhirnya mudah untuk melangkah ke jalan yang lurus, mengikuti petunjukNya.


Semoga kita semua bisa menjaga hati tetap bersih, sehingga selalu tertunjuki ke jalan lurus sepanjang hidup kita. Langkahpun ringan untuk menyambut hidayahNya, sehingga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan nikmatNya, bukan murkaNya, bukan pula termasuk yang tersesat. Menjaga hati tetap bersih harus diusahakan dan semoga tips diatas jika dilakukan dengan kesungguhan hati akan terus menjaga hati tetap bersih sampai pada akhir masa menutup mata untuk selama-lamanya sehingga kita layak untuk mendapatkan surgaNya, sebaik-baik tempat kembali. Sebaliknya, mereka yang membiarkan hatinya terkotori oleh debu-debu dosa yang perlahan menutupi pancaran cahaya yang menyinari jiwa kita, sehingga langkah menjadi semakin berat untuk mengikuti peringatanNya, dan akan menjadi penyesalan di kemudian hari saat ajal menjemput dan pintu taubat sudah tertutup. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Menjaga Hati Agar Tetap Bersih"