CINTA RASUL, RISALAH DAN PERJUANGAN NYA
Oleh: Edy Purwanto (Komunitas Garis Bawah)
Jika kita berbicara tentang maulid nabi, pasti itu tertuju kepada Baginda nabi Muhammad SAW. Ya benar, 12 rabiul awal di kalender Hijriyah, ditanggal itu sebagian umat Islam Indonesia merayakan hari lahir nabi Muhammad SAW, nabi terakhir dan penutup para nabi. Nabi yang mendapatkan amanah yang sangat berat, bahkan gunung-gunung tak sanggup mengemban amanah seberat itu. Langitpun akan runtuh jika amanah itu dilimpahkan kepadanya, dan amanah itu adalah Islam.
Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara manusia dengan dirinya sendiri dan mengatur hubungan manusia dengan sesamanya. Itulah kenapa Islam tidak sekedar sebagai agama spritual saja namun lebih dari itu. Islam adalah sebuah Ideologi sebagaimana seperti Kapitalisme dan Sosialisme. Ideologi adalah akidah aqliyah yang memancarkan sistem. Sebuah akidah yang dilahirkan dari proses berfikir yang mendalam, dan dari akidah itu terpancarlah sebuah sistem yang digunakan untuk mengatur kehidupan.
Itulah Islam, risalah yang sangat berat diamanahkan kepada manusia yang paling sempurna dan mulia. Kanjeng Rasul diutus di bumi untuk menyebarkan sebuah risalah atas umat manusia. Agar manusia menjadi manusia seutuhnya bukan menjadi manusia yang berkarakter setan ataupun hewan. Jatuh bangun beliau mendakwahkan risalah ini, hingga risalah ini dimenangkan atas risalah- risalah yang lain. Beliau sangat mencintai Islam. Karena dengan Islam umat beliau akan diselamatkan Allah di akhirat nanti. Dan dengan Islam pula manusia akan dikembalikan ke kampung halamannya semula, surga.
Jika merayakan maulid nabi merupakan bentuk kecintaan kita yang mendalam terhadap beliau, apakah kita rela juga mencintai apa yang beliau cintai. Apakah kita hanya cinta terhadap wujud beliau saja, sementara risalah yang beliau bawa sebagian kita campakkan, dan sebagian yang lain kita gunakan. Dalam hal bernegara misalnya, ekonomi masih memakai ekonomi liberal, dibidang politik kita masih senang dengan demokrasi, didalam pergaulan masyarakat kita masih ridho dengan maraknya pacaran, zina dan lain sebagainya, sementara hukum yang kita gunakanpun masih setia dengan hukum-hukum buatan Belanda. Yakin kita mencintai Rasulullah Muhammad SAW dan apa yang beliau bawa?
Disaat yang sama kitapun menjadi bagian dari orang-orang yang memusuhi ajaran beliau, khilafah misalnya, kita risih dengan bendera Al liwa' dan arroyah, kitapun menjadi yang terdepan memusuhi saudara sendiri yang mensyiarkan ajaran-ajaran beliau. Sekali lagi apakah kita mencintai Rasulullah Muhammad SAW , atau cinta itu hanya sebuah simbol belaka. Tidakkah kita malu disaat berjumpa beliau di akhirat nanti, apa yang akan kita katakan dihadapan beliau. Atau jangan-jangan kita sudah dibutakan oleh setan, hingga kita berparadigma tidak butuh safaat beliau. Nauzubillah...
Sepatutnya kita mencintai nabi dan juga mencintai risalah yang dibawanya. Risalah beliau membawa syariat yang sempurna, syariat yang menciptakan kebaikan untuk umat manusia. Perjuangan beliau untuk menegakkan risalah ini juga patut kita contoh. Perjuangan, bagaimana beliau membutuhkan sebuah kekuasaan untuk menerapkan risalah Islam, yang dengan kekuasaan itu risalah Islam menjadi mulia. Mari kita umat Islam bersama-sama mewujudkan kesatuan tekad untuk mencintai Baginda Rasul, mencintai risalahnya dan tentu saja mencintai perjuangannya. Allahu Akbar... (reper/az)

Posting Komentar untuk "CINTA RASUL, RISALAH DAN PERJUANGAN NYA"