Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cintai Rasullulah Sepenuh Hati, Agar Mendapat Kebahagiaan Hakiki


 Oleh: Mochamad Efendi


Benarkah kita cinta rasullulah? cinta perlu pembuktian tidak hanya terucap di mulut saja. Jika benar-benar cinta, tentunya Rasullulah akan dijadikan satu-satunya idola, sehingga beliau harus menjadi suri teladan dalam berperilaku dan juga sumber Nasehat. Rasullulah adalah sosok yang berakhlak mulia jadi layak dijadikan contoh dengan memahami kisahnya secara utuh dalam Siroh Nabawiyah. Bagaimana bisa mengaku cinta, jika lebih paham tentang kisah hidup artis Korea daripada kisah perjuangan rasullulah dan para sahabat. Mencari tahu dengan membaca dan juga bertanya tentang kisah hidup rasullulah adalah bentuk cinta kita kepadanya. Mengikuti pengajian agar bisa memahami ajaran yang dibawa rasullulah merupakan dorongan kuat rasa cinta yang luar biasa, agar bisa mengikuti ajarannya secara kaffah. Gaes, yakinllah jika kita bisa mencintai rasullulah dengan sepenuh hati, kamu akan dapatkan kebahagiaan hakiki tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti 


Jika mengaku cinta tidak mungkin kita menjadikan rasullulah sebagai bahan candaan, apalagi berani menghina dan menistakan ajaran yang dibawa olehnya. Jika memang cinta tentunya tidak mungkin kita merasa biasa saja saat rasullulah dan ajarannya dinistakan. Jika memang cinta, kita tidak ragu sedikitpun dengan apa yang disampaikan rasullulah dan selalu mencari tahu kebenaran hakiki yang bersumber dari ajarannya. Saat orang tua kita dihina saja, pasti kita tidak diam begitu saja. Marah adalah ungkapan perasaan karena tidak rela orang yang dicintai dihina dan dibuat bahan candaan. Jika kita nyaman bersama mereka yang menghina orang yang kita cintai artinya kita tidak mencintai sepenuh hati. 


Gaes, cinta itu butuh pembuktian dan pengorbanan. Jika memang cinta rasullulah, kita akan percaya sepenuhnya dan menjadikan rasulluah sebagai suri tauladan terbaik, jadi tidak perlu membanding-bandingkan dengan yang lain. Apalagi menomorduakan rasullulah.  Cinta yang kita ucapkan harus bisa dibuktikan.  Cinta pada rasullulah harus sepenuh hati dan butuh pengorbanan. Meskipun tidak sesuai dengan keinginan hati, kita harus menerima ajaran Islam secara kaffah, tanpa berkata tidak, bahkan meskipun harus menghadapi intimidasi dan ancaman dari penguasa. Tidak akan mundur meskipun dikatakan radikal dan tidak pula ragu meskipun diberi label garis keras. Mengatakan kebenaran hakiki yang bersumber dari ajaran Islam secara kaffah adalah bentuk rasa cinta kita pada rasullulah dan juga pada Agama Allah.


Ternyata, perjuangan kita tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang sudah dilakukan rasullulah dan para sahabat dalam memperjuangkan agama Allah. Semangat jihad, berani mati untuk membela agama Allah sungguh harus kita teladani. Cinta Rasullulah pada umatnya sungguh luar biasa, karena diakhir hidupnya yang beliau pikirkan adalah umatnya saat mereka harus kembali kepadaNya. Sebaik-baik tempat kembali, SurgaNya, akan disediakan untuk umat rasullulah yang mau mengikuti ajaran yang dibawa rasullulah, agama Islam.


Kita harus bersyukur pada Allah yang sudah mengutus rasullulah dengan membawa al-Qur'an sebagai petunjuk bagi kita di dunia ini agar bisa mendapatkan peta jalan menuju kehidupan akhirat yang kita dambakan yakni surgaNya. Kesulitan mungkin akan kita hadapi tapi tidak sebanding dengan nikmat yang akan kita dapatkan saat kita benar sungguh-sungguh mengikuti ajaran Islam secara kaffah, bukan setengah-setengah. Kehidupan akhirat yang kekal harus menjadi tujuan, bukan kehidupan dunia yang semu dan menipu. 


Semoga, di akhir hidup ini, kita tetap Istiqomah menapaki jalan lurus menuju surgaNya, dengan mengikuti apa yang disampaikan rasullulah. Dan semoga cinta kita pada rasullulah tetap terjaga tidak ternodai dan tertipu oleh nafsu dunia, sehingga kita nanti kayak mendapatjan syafaatnya. Banyak pemikiran sesat dan menyesatkan jangan sampai mendangkalkan akidah kita dengan terus berpegang pada agama Allah, meskipun tidak mudah dan banyak hal yang menggoda untuk meninggalkan agama Allah. Apalagi diusia kita yang pasti akan mendekati kematian dan akan beralih pada kehidupan kekal, sungguh rugi jika keyakinan kita melemah dan berubah. Kita harus pegang erat-erat tali agama Allah yang dibawa rasullulah agar hidup kita selamat tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti.


Cinta rasullulah pada kita begitu luar biasa. Begitupula cita kita pada beliau tidak boleh cinta biasa agar kita bisa selalu terinspirasi pada kisah dan perjuangan beliau bersama para sahabat yang luar biasa. Dengan mencintai beliau akan menjadikan hati yang kotor akan berubah dan tercerahkan, kemudian tertunjuki ke jalan lurus, jalan orang yang telah diberi nikmat bukan jalan yang sesat. Hati yang kotor akan menjadi semakin kotor dan busuk karena didalam hati ada kebencian pada rasullulah. Sungguh rugi jika di akhir hidup kita harus tergelincir dan tersesat. Semoga kita bisa menjaga cita kita pada rasullulah, sehingga hidup kita akan berakhir indah karena dalam hidayahNya.  Sungguh kebahagiaan hakiki akan kita rasakan jika kita bisa benar-benar mencintai rasullulah sepenuh hati. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Cintai Rasullulah Sepenuh Hati, Agar Mendapat Kebahagiaan Hakiki"