Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ikhlas, Syarat Diterimanya Amal Kita


 Oleh: Mochamad Efendi


Merasa paling banyak melakukan amal kebaikan dan bangga sudah melakukan semuanya karena banyak pujian mengalir padanya, tapi semua kebaikan yang dilakukan ternyata tidak bernilai apa-apa dihadapan Allah. Semua Amalannya tidak bisa mengantarkan ke SurgaNya karena ada riya', syirik kecil, di dalam hatinya yang melandasi setiap amalannya. Ikhlas adalah syarat diterimanya amalan kita. Merasa sedikit berbuat kebaikan, sehingga terus secara Istiqomah melakukannya, meskipun ada dan tidaknya pujian atau bahkan saat mendapat hinaan. Berbuat kebaikan semata hanya karena Allah, sehingga selalu kurang dan terus memperbaiki diri agar mendapatkan ampunanNya dan balasan kebahagiaan dan kemuliaan.  Amalannya mempunyai nilai ibadah yang bisa mengantarkan ke surgaNya, meskipun dianggap kecil oleh manusia. Itulah pentingnya menjaga hati agar tetap ikhlas disetiap melakukan amalan kebaikan.


Gaes, berbuatlah semata karena Allah agar kamu bisa Istiqomah berbuat kebaikan. Ibarat pasir diatas batu licin di musim panas kemudian ada angin kencang menyapunya sehingga bersih tidak tersisa pasir yang diatas batu tadi. Itulah gambaran amalan yang dilakukan dengan riya', tidak ikhlas berharap dilihat dan dapat kebaikan dari manusia, sehingga semuanya sia-sia dan  tidak tersisa. 


Sementara, jika kamu ikhlas ibarat kamu menanam tanaman buah dikebun yang dirawat dengan baik. Diberi pupuk dan juga disiram secara rutin, sehingga tumbuh dengan buah yang lebat. Sungguh, iklhlas akan mengantarkan setiap amalan kita ke SurgaNya. Kitapun akan dapat balasan kebaikan yang berlipat ganda karena setiap kebaikan yang sudah kita lakukan berbuah manis dengan banyak kebaikan. Sebaliknya, riya' akan membakar amalan kebaikan kita hingga tidak tersisa. Rugi, sudah merasa melakukan banyak kebaikan tapi semua tidak memiliki nilai ibadah karena kurang ikhlas dalam beramal. Sebaliknya, kebaikan kecil yang ikhlas akan menghasilkan balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.


Lalu bagaimana agar menjaga hati kita agar tetap ikhlas dalam setaip melakukan kebaikan? 


• Pertama, meluruskan niat disetiap memulai amalan kebaikan. Setidaknya bacalah doa' setiap mengawali perbuatan paling tidak dengan membaca basmallah. Kemudian, menata hati dengan meluruskan niat hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Ada dan tidaknya pujian ataupun celeaan jangan menghentikan kita untuk berbuat kebaikan. Anggap ujian dan celaan sebagai ujian, dan kuatkan hati agar tidak mempengaruhi amal kebaikan kita baik secara kwalitas maupun kwantitas. Terus berbuatlah kebaikan meskipun tidak ada menusia yang melihat, karena Allah Maha Melihat sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan baik yang nampak maupun yang tersembunyi, bahkan meskipun baru sekedar niat didalam hati. Yakinlah Allah pasti akan membalas sekecil apapun amalan kita bahkan sebesar biji Zahrah asalkan semua dilakukan ikhlas untuk mencari ridho Allah.


• Kedua, menyembunyikan kebaikan dari orang lain. Bahkan saat kanan kita berinfaq di jalan Allah, usahakan tangan kiri kita jangan sampai tahu. Jangan sampai kita menyebut-nyebut kebaikan yang sudah kita lakukan apalagi dengan menyakiti hati orang lain. Namun, bukan berarti kita dilarang berbuat kebaikan secara terang-terangan. Selama kita bisa menjaga hati dan  diniatkan untuk mencari ridho Allah, kenapa tidak dilakukan terang-terangan agar bisa menginspirasi orang lain berbuat kebaikan. Jika memang tujuannya dakwah dengan memberi contoh dalam perbuatan bukan hanya diucapkan dalam kata-kata saja tentunya tidak ada salahnya jika tujuannya untuk dakwah.


• Ketiga, merasa kurang bukan bangga dengan apa yang sudah kita lakukan apalagi jika disebut-sebut agar orang lain tahu, sungguh itu hanya akan menodai amalan kita. Lupakan saja kebaikan yang sudah kita kerjakan. Daripada mengingat amalan yang sudah kita lakukan, lebih baik melakukan banyak kebaikan tanpa harus menghitung untung rugi, karena kebaikan yang dikaitkan dengan Islam dan dikerjakan karena Allah, pasti untungnya, meskipun jika dihitung secara matematis terlihat merugi. Namun dihadapan Allah kebaikan yang ikhlas tidak ada kerugian sedikitpun. Malah mereka yang enggan berinfak atau melakukan kebaikan karena takut berkurang apa yang dimiliknya, sungguh mereka itulah yang merugi.


• Keempat, memahami hukum setiap perbuatan sehingga kita bisa mengkaitkan setiap amalan kebaikan kita dengan Islam. Jadi bukan perasaan atau logika pemikran manusia yang lemah dan banyak salah yang dijadikan landasan dalam berbuat kebaikan, tapi ajaran Islam yang jelas kebenarannya dan lurus yang dijadikan pijakan untuk melangkah dan melakukan sesuatu. Dengan mengikuti petunjukNya dan mengabaikan bisikan nafsu yang mengajak pada kesesatan. Kuatkan hati untuk mengikuti semua perintah Allah dan meninggalkan semua laranganNya, meskipun bisakan hati mengajak sebaliknya 


Semoga kita bisa tetap Istiqomah menjalankan setiap amalan kebaikan denganb ikhlas, sehingga semua kebaikan yang kita lakukan, bukan amalan biasa yang sia-sia, tapi amalan kita bisa bernilai ibadah sehingga semua amalan kebaikan bisa mengantarkan ke surgaNya dan layak mendapatkan nikmat dari Allah yang diperuntukkan bagi-bagi orang-orang yang mengikuti petunjukNya, jalan yang lurus, yakni Islam. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Ikhlas, Syarat Diterimanya Amal Kita"