Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tidak Ada Harga Mati Selain Islam Setelah Kita Mati

Oleh: Mochamad Efendi


Keyakinan harus diperoleh dari proses berfikir sehingga menghasilkan keyakinan mendarah daging kuat mengakar dari pemahaman yang benar serta dikuatkan oleh hati yang bersih. Setelah yakin dengan keputusan untuk memeluk Islam sebagai agama yang benar dan sempurna, maka tidak ada alasan lagi untuk meragukan sedikitpun apa yang dikabarkan dari ajaran Islam yang lurus dan mulia. Jadi tidak ada lagi harga mati, kecuali Islam yang kita yakini benar tanpa sedikitpun keraguan. Pada saatnya nanti hanya Islam harga mati, saat kita menyadari tidak lagi ada harga mati setelah mati kecuali Islam. Semua yang kita miliki dan kita anggap harga mati ternyata tidak punya arti dan tidak pula dibawa mati, dan tidak pula mampu memberi pertolongan pada kita kecuali amalan kebaikan yang sesuai dengan ajaran  Islam yang lurus dan mulia.


Apa yang kita kejar mati-matian dan dianggap harga mati ternyata baru kita sadari setelah mati tidak lagi punya arti. Baru kita sadari hanya Islam harga mati. Saat kita jadikan Islam satu satunya petunjuk untuk menjalani kehidupan, kita akan selamat di dunia dan terlebih di akhirat nanti. Yakinlah, apapun yang kita kerjakan yang dikaitkan dengan Islam semata hanya untuk mencari ridho Allah sungguh bernilai ibadah yang akan mengantarkan kita ke surgaNya. Sementara harga mati hasil kesepakatan bersama manusia harus ditinjau kembali apakah sesuai dengan ajaran Islam atau tidak. Tidak ada yang harga mati, tapi semua harus dikembalikan pada Islam. Jika bertentangan dengan Islam meskipun hasil kesepakatan pendiri bangsa harus ditolak. Pemahaman manusia yang lemah dan banyak salah harus dirubah agar sesuai dengan Islam. 


Jika pasti haram tidak boleh lagi dilegalkan,  tidak perlu diperdebatkan atau diambil suara terbanyak berdasarkan rasa suka maupun tidak. Sesuatu yang pasti  haram akan membawa kerusakan dan keburukan sehingga  harus ditolak jika hendak dilegalkan. Begitupula yang wajib, harus dijalankan tanpa harus ada rasa keberatan. Suka ataupun tidak sesuatu yang diwajibkan pasti akan membawa kebaikan. Islam harus diterapkan bukan untuk diperdebatkan. 


Mungkin sekarang mulut besar manusia yang sombong bisa jadi menolak Islam. Melontarkan pemikiran yang meragukan ajaran Islam bahkan berani menistakannya. Di dunia mereka masih bisa bebas sesuka hati tapi saat pintu taubat tertutup, ajal datang menjemput baru disadari tidak ada harga mati kecuali Islam yang harusnya dipegang erat-erat dan jadi tuntunan dalam hidup agar kamu selamat di dunia dan akhirat nanti. 


Bisa jadi di dunia mereka masih bisa tertawa, karena Allah masih menangguhkan hukuman bagi mereka yang ingkar dengan ajaran Islam. Merasa kuat karena dilindungi kekuasaan yang rapuh dan sementara. Padahal, sewaktu-waktu, Allah bisa mencabutnya. Mungkin, keuntungan dunia didapat dengan memusuhi agama Allah, namun imbalan yang didapat tidak sebanding dengan surga seluas bumi dan langit, sebaik-baik tempat kembali setelah mati yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang bertaqwa. 


Masihkah kamu anggap harga mati selain Islam. Jika kau tidak segera sadari, kau akan merugi dan menyesal bahwa apa yang kau anggap mati selain Islam tidak memiliki arti apa-apa setelah mati. Mati-matian mengejar dunia tapi semua tidak kau bawa mati. Yang menolong mu adalah amalan kebaikan yang dikaitkan dengan Islam. Sebenar-benar taqwa dengan mengikuti jalan lurus dan mulia akan mengantarkanmu ke sebaik-baik tempat kembali, surgaNya. 


Tidak layak jika sumber hukum Islam disandingkan dengan kesepakatan manusia yang dianggap harga mati. Bahkan, celakalah yang berani menghalalkan sesuatu yang haram dan melarang sesuatu yang wajib, karena berbagai pertimbangan kepentingan politik. Islamlah harga mati, jadi semua pemikiran manusia harus tunduk pada ajaran Islam secara Kaffah. Boleh jadi manusia menyukai sesuatu, namun saat Islam melarangnya, artinya itu buruk buat kita dan harus segera ditinggalkan. Dan sebaliknya, bisa jadi kita membenci sesuatu, namun kalau ajaran Islam mewajibkan berarti itu baik bagi kita, dan kita harus tunduk dan segera melaksanakan tanpa harus berkata nanti dulu, belum siap dan berbagai alasan yang dibuat-buat. Islam adalah agama sempurna karena berasal dari yang Maha Sempurna. Jadi harga mati adalah untuk Islam, dan yang lain harus disesuaikan dengan ajaran Islam, bukan sebaliknya Islam yang harus direkontekstualisasi agar sesuai dengan kondisi zaman.


Masihkah menganggap harga mati selain Islam. Jangan sombong kayak Fir'aun, dengan menolak syariat Allah dan menganggap keputusan dan perintahnya harga mati. Kekuasaannya akhirnya berakhir dan baru disadari apa yang dianggap harga mati, tidaklah punya arti. Apa yang ditolok ternyata harga mati yang harus diikuti dan ditaati. Tapi semua terlambat disadari, saat ajal menjemput dan semua cerita di dunia tidak bisa diulang kembali. Masihkah kita menjadikan selain Islam harga mati, padahal setelah mati semua yang dianggap harga mati tidak bisa menolong kita setelah mati. Jangan kau menyesal karena ikut-ikutan membela mati-matian selain Islam padahal saat Allah Yang Maha Pengasih menghendaki bencana atau adzab yang ditimpakan pada kita, mereka yang kita anggap harga mati tidak sedikitpun bisa memberi pertolongan. Hanya Allah Yang Maha Kuasa yang bisa menolong kita. Masihkah kita masih menganggap harga mati selain Islam. Sebelum penyeselan menjadi sia-sia, segeralah bertaubat. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Tidak Ada Harga Mati Selain Islam Setelah Kita Mati"