Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hidup Di Era Milenial

Oleh: Emira Haroki Rahmani (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)


Page 3/365. Hidup akan terus berlanjut bukan? Tanpa kita tahu entah sampai kapan hidup ini akan berakhir. Semua orang menjadi tokoh utama dalam hidupnya dalam mengambil tindakan, terkait tujuan ia hidup dan bagaimana jalan untuk meraih tujuan tersebut.


Sukses adalah impian semua. Tapi bagaimana dengan kenyataan bahwa masih banyak sekali orang yang bingung dengan jalan seperti apa yang harus ditempuh, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana cara menghadapi situasi yang tidak sesuai ekspetasi. Ternyata untuk sukses tidak seinstan itu teman.


Di era sekarang ini, dengan teknologi semakin canggih, modern dan gaya semakin trendy, siapa sih yang tidak tergiur untuk menyesuaikan diri dengan zaman sekarang. Setiap orang pasti punya rasa ingin deh beli ini itu biar keliatan gaul, mau kesana kemari biar gak nolep dan masih banyak lagi.


Hey I will tell you, if life is not about what it looks like but about how it feels. Kita tidak bisa untuk selalu menjadi apa yang mereka katakan. Kita adalah tokoh utama yang bisa mengambil tindakan. Jalan setiap orang berbeda-beda dan standar hidup seseorang berbeda-beda. Jika kita memaksakan diri untuk selalu mengikuti standar hidup orang lain, percayalah itu sangat melelahkan. Contohnya beli banyak barang padahal gak terlalu butuh cuma takut dibilang miskin aja, alhasil uang pun melayang tanpa memberi manfaat.


Perlu kita sadari, di era milenial ini kita perlu sekali untuk memupuk rasa percaya diri bahwa menjadi diri sendiri itu lebih baik dan sangat berharga, namun bukan berarti kita harus merendahkan orang lain dan tidak mendengar masukan orang lain terhadap diri kita. Kita bisa hidup sesuai porsi kita. Dan bisa sukses dengan cara kita sendiri. 


Bersyukur dan bersabar atas apa yang telah Allah beri kepada kita adalah sebuah keharusan. Mau itu kebahagian atau musibah. Terkadang manusia terlalu memperhatikan apa yang dikatakan orang lain dibanding dengan Allah swt yang Maha pencipta. Terlalu memperhatikan standar kehidupan dengan kacamata duniawi dibanding akhirat. Mungkin tidak semua orang dapat merasakan manisnya iman, tapi semua orang mempunyai kesempatan untuk mendapatkannya. Dengan sistem kapitalis ini kita harus senantiasa mengingat bahwa jika kita terus mengejar kesenangan dunia maka tidak akan ada habisnya dan selalu merasa haus, tetapi jika kita mengejar untuk bekal akhirat maka kesenangan dunia pun akan terus mengikuti. Jadi jalan seperti apa yang akan ditempuh, untuk mendapatkan kesuksesan haqiqi di tengah-tengah kehidupan era milenial ini?


Tetap menjadi diri sendiri dan jangan pedulikan orang lain dengan jalan yang kau ambil. Serahkan semuanya kepada Allah swt. Karena-Nya kita hidup dan semua telah diatur oleh-Nya. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Hidup Di Era Milenial"