Pentingnya Muhasabah Diri Saat Memasuki Tahun 2022
Oleh: Mochamad Efendi
Saat banyak orang merayakan Tahun Baru, dengan berbagai acara; mulai dari bakar-bakar ikan, makan-makan, jalan-jalan dan juga hingar bingar yang mengelurkan biaya tidak sedikit, alangkah baiknya jika kita gunakan momen ini untuk muhasabah diri, dengan merenung dan mengingat apa yang sudah kita lakukan satu tahun ke belakang. Kebiasaan buruk yang sudah kita lakukan satu tahun kebelakang harus ditinggalkan, kemudian berkomitmen untuk berubah dengan menambah kebiasaan yang baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Tahun 2022 ke depan harus lebih baik dari apa yang kita sudah lakukan di tahun sebelumnya agar kita menjadi orang-orang yang beruntung. Solusi tepat adalah bertaubat dengan menyadari semua kesalahan yang sudah diperbuat, kemudian memperbaiki diri dengan menghiasi waktu di tahun 2022 dengan kebaikan yang dikaitkan dengan Islam. Membangun pemikiran Islami, bukan sekularisme maupun liberalisme. Mengatur hidup dengan Islam secara kaffah adalah pilihan tepat untuk kehidupan di tahun 2022 sehingga hidup terasa lebih indah, berkah dan mudah.
Seperti apa yang disampaikan Rasullulah, '“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (HR. Al Hakim). Kita harus selalu instropeksi diri dengan menyadari kesalahan dan bertaubat dengan meninggalkan semua amalan buruk dan menggantinya dengan kebaikan. Jangan sampai hari berlalu tapi tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik sehingga kita menjadi orang yang merugi. Bahkan celaka bagi siapa yang seiring bertambahnya umur, tapi malah menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
Tentunya, Islam harus dijadikan standart untuk menentukan amalan itu baik atau buruk, bukan didasarkan pada perasaan atau pemikiran manusia yang sering salah. Bisa jadi kita membenci sesuatu, padahal itu adalah sesuatu yang baik dan bisa jadi kita menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kita. Allah mengetahui atas segala sesuatu sementara manusia tidak. Jadi standar benar dan salah, baik dan buruk tidak boleh didasarkan pada sesuatu yang absurd, tapi harus dari kebenaran mutlak, kebenaran wahyu dari Allah Yang Maha Tahu atas segala sesuatu.
Muhasabah diri perlu dilakukan karena merupakan perintah Allah, sebagaimana firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Hasyr [59]: 18). Dengan muhasabah diri, kita bisa menyadari semua kesalahan yang telah diperbuat, kemudian bertaubat untuk tidak mengulanginya. Bertaubat adalah solusi tepat agar ada perubahan ke arah yang lebih baik, saat hari bergulir. Waktu berlalu menjadi masa lalu dan berganti dengan waktu sekarang, dan segera waktu sekarang menjadi cerita yang tidak bisa terulang kembali, dan berganti menjadi besok saat sang mentari menampakkan wajahnya kembali.
Sebelumnya, Umar bin Khathab pernah berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang karena lebih mudah bagi kalian menghisab diri kalian hari ini daripada besok (hari kiamat). Dan bersiaplah untuk menghadapi pertemuan terbesar. Ketika itu, kalian diperlihatkan dan tidak ada sesuatu pun pada kalian yang tersembunyi.” (Az Zuhd, Ahmad bin Hambal, h. 177). Segeralah menyadari segala keselahan dan bertaubat agar diri kita tidak menyesal kelak saat waktu menutup mata, dan kita harus mempertanggung jawabkan semua yang kita telah berbuat di dunia. Waktu begitu cepat berjalan, dan segera apa yang kita anggap nyata saat ini akan menjadi cerita yang tidak bisa diputar kembali. Apakah kita tidak menyadarinya hidup ini adalah kesempatan untuk mengukir jejak-jejak kebaikan sehingga kita kelak saat hidup ini sudah menjadi cerita dan akhirat akan menjadi nyata tidak menyesal karena sudah menyia-nyiakan waktu. Saat itu penyesalan tidak ada artinya, sia-sia karena waktu untuk kita dihisab atas segala perbuatan kita sewaktu di dunia sudah datang dan kita harus mempertanggung jawabkan semua amalan kita.
Gaes, segeralah menyadari segala kesalahan di tahun sebelumnya. Taubat adalah solusi tepat untuk memperbaiki semuanya yang sudah terjadi. Dengan istighfar dan menyampaikan taubatan nasuhah pada Yang Maha Penerima Taubat, insyaAllah dosa-dosa akan diampuni dan hidupmu akan terasa indah dan berkah. Segala urusan akan menjadi mudah, dan mulailah mengatur hidupmu dengan Islam agar hidupmu mulia tidak hanya di dunia tapi saat kita kembali menghadap Sang Illahi nanti di akhirat, tempat kita kembali setelah menghabiskan waktu di dunia.
Muhasabah diri harus dilakukan untuk tiga hal. Pertama, karena ini adalah perintah Allah. Kedua, Rasullulah menasehati kita untuk muhasabah diri agar hidup kita tidak merugi. Ketiga, apa yang dikatakan, Umar bin Khathab adalah pesan kalimat hikmah buat kita untuk muhasabah diri agar kita tidak menyesal saat waktunya datang kamu harus dihisab atas semua perbuatanmu di dunia. Tanpa bekal yang cukup untuk kehidupan yang kekal di akhirat, penyesalan yang tiada akhir dan semua sia-sia akan terjadi karena pintu taubat sudah tertutup saat batas waktu di dunia sudah berakhir. Mereka yang lalai dan lupa diri tergelincir pada perbuatan dosa dan kesesatan karena tidak instropeksi diri dan segera bertaubat untuk memperbaiki semua kesalahan selama hidup di dunia. (reper/yuni)

Posting Komentar untuk "Pentingnya Muhasabah Diri Saat Memasuki Tahun 2022"