Truth Issue, Gangguan Mental?
Oleh: Shangdriani Ode (The Voice of Muslimah Papua Barat)
Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain.Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja, salah satu gangguan mental yang di anggap biasa namun efeknya sangat berpengaruh pada perkembangan seseorang adalah Trust Issue.
Trust Issue atau Krisis Kepercayaan adalah kondisi yang terjadi saat seseorang sulit percaya atau bahkan kehilangan kepercayaan secara penuh terhadap orang lain. Kemunculan trust issue umumnya disebabkan oleh pengalaman pernah disakiti atau dikhianati teman, pasangan, maupun anggota keluarga. kebohongan yang diterima seseorang secara terus-menerus dapat memicu krisis kepercayaan atau trust issue. Ketika sering menjadi korban kebohongan, rasa percaya terhadap orang lain tentunya akan semakin menghilang seiring berjalannya waktu. Hilangnya kepercayaan tidak hanya berimbas pada pelaku kebohongan saja, melainkan juga orang lain di sekitar, Selain itu kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti: Depresi, Skizofrenia, Gangguan kecemasan, Gangguan stres, pasca trauma (PTSD) dan Gangguan penyesuaian (adjustment disorder). Akibat dari hilangnya kepercayaan terhadap orang lain :
1. Tidak percaya dengan perkataan orang lain
Orang yang mempunyai trust issue tidak akan mudah percaya dengan perkataan orang lain. Krisis kepercayaan akan membuat orang-orang dengan kondisi ini memiliki kecenderungan untuk menelusuri fakta dari hal-hak yang dikatakan oleh orang lain. Walau orang tersebut tidak berbohong, mereka baru akan percaya setelah memastikannya sendiri.
2. Selalu berpikiran buruk terhadap orang lain
Trust issue membuat orang dengan kondisi ini selalu berpikiran buruk terhadap orang lain. Contohnya, krisis kepercayaan membuat Anda memiliki pikiran bahwa pasangan selingkuh, padahal faktanya tidak. Pasangan Anda bahkan tidak punya niat untuk berselingkuh, namun pikiran tersebut terus saja menghantui di kepala.
4. Menjaga jarak dengan orang lain
Seseorang dengan trust issue biasanya tidak ingin terlalu dekat dengan orang lain. Selain itu, kondisi ini juga membuat mereka kesulitan untuk bersikap terbuka, termasuk dengan orang-orang dekatnya seperti pasangan, sahabat, atau keluarga.
Hal utama yang menyebabkan Trut Issue saat ini di Karenakan mewabahnya paham pemisahan agama dari kehidupan (Sekularisme) yang ada dalam masyarakat sehingga tidak menjadikan / mengambil Islam dalam mengurus kehidupan dan tolak ukur perbuatan, alhasil dalam pandangan sekuler ini lahirlah orang-orang kapitalis yang hanya mementingkan keuntungan dan manfaat dirinya sendiri atau di sebut juga dengan individualistik dan egois sehingga apapun yang di lakukan tolak ukurnya adalah manfaat dan keuntungan efeknya akan menghalalkan segala cara termasuk melakukan penghianatan agar mendapatkan hal itu tanpa memikirkan orang lain yang ada di sekelilingnya, semua ini adalah hasil daripada pemikiran manusia itu sendiri yang mengedepankan hawa nafsunya. Orang-orang yang terkena trut Issue merupakan korban dari paham sekuler akhirnya menjadi salah dalam mengambil keputusan yaitu tidak mengedepankan pemikiran positif kepada orang lain.
Di dunia ini ada hal yang tidak di kuasai dan ada yang di kuasai, perbuatan orang lain terhadap kita adalah hal yang tidak kita kuasai dan kita tidak akan di mintai pertanggung jawaban atas apa yang orang lain lakukan tetapi kita akan di mintai pertanggung jawaban atas apa yang kita lakukan. Pemahaman seperti ini akan terbentuk jika seseorang menjadikan Islam sebagai panutanya yang mana akhirnya kita fokus pada apa yang bisa kita lakukan dan tidak menghakimi orang lain atas perbuatannya.
Sebagaimana dalam Islam itu sendiri sudah jelas-jelas melarang penghianatan atau kebohongan Rasulullah SAW bersabda, "Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong."Dan hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, dan kebaikan akan menggiring kepada surga. Dan sungguh, jika seseorang berlaku jujur dan terbiasa dalam kejujuran hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai orang yang jujur." (HR Abu Dawud). Dan Islam sendiri melarang daripada berburuk sangka terhadap orang lain
Dalam Surat Yunus (10) ayat 36, Allah SWT berfirman: ''Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apa pun.''
Firman serupa ditegaskan kembali dalam Surat An Najm (53) ayat 28. Kemudian dalam Surat Al-Hujurat (49) ayat 12, Allah SWT juga berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah memperbanyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.''
Islam adalah Agama yang sempurna dengan segala aturannya yang datang dari zat yang maha sempurna yaitu Allah SWT, maka dari itu untuk melepaskan diri dari belenggu hawa nafsu yang cenderung kepada hal-hal kemaksiatan seharusnya individu -individu saat ini memiliki pemahaman Islam yang baik sehingga akan membentuk masyarakat yang memiliki pandangan Islam yang mana tolak ukurnya bukan keuntungan untuk dirinya sendiri melainkan apapun yang di lakukan berharap ridho daripada Allah SWT. Tidak cukup dengan itu, yang sangat berperan penting di sini adalah negara yang seharusnya menjalankan aturan dari Allah dengan sempurna dan tidak ada pemisahan antara kehidupan dan agama, serta negara memfasilitasi pendidikan akidah Islam yang kuat pada masyarakat dan menjaga serta memberikan hukuman yang setimpal jika melakukan pelanggaran syariat, semua ini untuk memberikan kesejahteraan kepada manusia itu sendiri di dunia dan bahkan sampai pada akhirat. Karna dalam pandangan Islam setelah kehidupan ini akan ada kehidupan selanjutnya yang mana kehidupan pertanggung jawaban atas apa yang di lakukan di dunia apakah sesuai syariat Allah atau tidak, maka dari ketika kita mempercayai kehidupan setelah kematian maka haruslah mempercayai dan menaati segala aturan daripa Allah SWT terhadap dunia ini, karna pada hakikatnya tidak ada penciptaan yang sia-sia. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Truth Issue, Gangguan Mental?"