Gaspol Gaes, Teruslah Menulis di Bulan Ramadhan!
Oleh: Mochamad Efendi
Ramadhan adalah bulan yang mulia saatnya untuk melakukan banyak kebaikan dengan terus semangat menorehkan ide-ide Islami yang inspiratif agar lebih banyak umat tergerak hatinya untuk berislam kaffah dengan meninggalkan pemikiran-pimikiran kufur yang rusak. Demokrasi, sistem yang rusak menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan membiarkan kerusakan berfikir sebagai bentuk kebebasan menjamur di sosial media. Bermunculan ide-ide aneh dan nyleneh harus kita luruskan dengan tulisan-tulisan kita dengan dasar pemikiran Islam. Jangan biarkan mereka merusak pemikiran umat, tapi luruskan dengan tulisan-tulisan kita yang tidak lelah bertarung dalam perang pemikiran sampai akhir hidup kita. Gaspol, teruslah menulis dengan koten-koten Islami di bulan yang penuh kebaikan. Agar puasa kita mampu membentuk jiwa yang bertaqwa, kita harus terus semangat dan bersungguh-sungguh menciptakan jejak-jejak kebaikan dengan tulisan kita yang inspiratif dan mencerahkan agar umat mampu berfikir cemerlang.
Lapar, haus dahaga jangan menjadi penghalang bagi kita untuk mengikat ide-ide yang berseliweran di sekitar kita agar bisa dijadikan satu tulisan yang dikaitkan dengan Islam sebagai landasan berfikir. Tetap semangat meskipun tubuh lemah karena puasa namun jiwa dan keimanan kita tidak boleh ikut melemah, tapi harus kuat dan kokoh dari berbagai terpaan dan godaan. Jangan menyerah, tapi teruslah menulis untuk menghasilkan banyak kebaikan. Tidak perlu berfikir hasil, tapi terus berkarya untuk membela agama Allah dengan tulisan-tulisan kita. Bukan menang dan kalah tapi keberpihakan kita pada kebenaran hakiki yang bersumber dari ajaran Islam yang lurus dan mulia adalah hal terpenting dalam setiap usaha kita untuk berkarya.
Dua pulah empat jam sehari, pasti ada waktu dan kesempatan untuk berfikir sejenak menghempaskan jiwa yang lelah seharian karena padatnya aktifitas. Saat sendirian atau berdiskusi bersama dengan teman, atau bahkan saat mendengarkan satu forum kajian atau membaca satu tulisan, bisa jadi muncul ide brillian. Jangan sia-siakan, tapi segera ikat dalam satu tulisan, mungkin hanya satu kata, atau prase yang bisa mewakili ide yang tiba-tiba dalam isi kepala kita. Segera catat dengan teknologi HP kita yang memudahkan kita untuk merekam ide-ide kita agar tidak berkeliaran, lari dan menghilang sehingga sulit untuk dikembalikan. Ide yang ada menginspirasi kita jangan dibiarkan menguap begitu saja karena itu bisa dijadikan bahan untuk tulisan kita, dan siapa tahu bisa menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan amal jahiriyah dari orang-orang yang tercerahkan, setelah membacanya.
Bulan Ramadhan kesempatan kita untuk lebih produktif dalam menulis tentunya yang mengandung ajaran Islam yang lurus dan mulia. Tulisan kita harus bisa membuat orang lain bisa tergerak melakukan kebaikan yang dikaitkan dengan Islam. Bukan mengajak untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya. Tulisan yang berkonten sampah dengan hanya mengajak pada hal yang sia-sia tanpa ada nilai manfaatnya harus kita geser dengan tulisan kita. Tulisan yang hanya mencari-cari kesalahan umat Islam, dan membuat umat berpecah belah harus kita tenggelamkan dan luruskan. Islam harus dijadikan sebagai landasan berfikir dan solusi fundamental untuk semua masalah.
Gaes, ide yang ada dalam kepala jangan dibiarkan beku dan menjadi konsumsi diri sendiri. Tapi semua ide brillian dari pemikiran cemerlang harus disampaikan pada orang lain agar menjadi amal jariyah di Bulan Ramadhan penuh perkah dan kebaikan. Marilah menghiasi bulan Ramadhan dengan menulis segala sesuatu yang dikaitkan dengan ayat-ayat yang terkandung di dalam al-Qur'an. Kitab suci yang menjadi pedoman bagi umat Islam diturunkan dalam suatu malam yang memiliki nilai kebaikan lebih dari seribu bulan, malam Lailatul Qodar. Semoga, ide-ide cemerlang terus mengalir membentuk satu tulisan Islami yang terinspirasi dari al-Qur'an dan mampu merubah dan mengajak umat untuk hijrah.
Gaes, sungguh indah terasa jika kita bisa banyak berkarya di bulan suci Ramadhan. Gaspol, mumpung kita masih dipertemukan bulan Ramadhan tahun ini. Jangan sia-siakan kesempatan ini, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat untuk umat. Hanya amal jariyah yang terus mengalir meskipun jasad kita tidak lagi ada di dunia ini. Karya kita yang menginspirasi mungkin saja bisa terus menghasilkan pundi-pundi pahala dari orang-orang yang tercerahkan kemudian berubah dan hijrah ke jalan yang lurus setelah membaca tulisan kita. Jangan bosan-bosan untuk terus menorehkan ide-ide Islami kita dalam sebuah tulisan. Kemudian, upload semua ide-ide islami yang menginspirasi agar bisa menggugah kesadaran umat untuk berislam secara kaffah.
Jadikan Ramadhan momentum untuk terus menorehkan kebaikan-kabaikan dengan ide-ide Islami yang menginspirasi. Karena belum tentu Ramadhan tahun depan kita masih punya kesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadhan yang didalamnya ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Gaspol berbuat kebaikan dengan terus berkarya untuk menginspirasi umat agar lebih banyak orang yang tercerahkan pemahamannya dengan Islam. Gaspol menulis di Bulan Ramadhan untuk berkarya dan terus berprestasi dengan meningkatkan ketaqwaan kita agar puasa kita tidak sia-sia, tapi bisa membentuk diri kita menjadi pribadi bertaqwa. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Gaspol Gaes, Teruslah Menulis di Bulan Ramadhan!"