Ramadhan Bulan Perjuangan Menjadi Baik
Pada hari Kamis, 14 April 2022 komunitas remaja muslim dari tiga kecamatan; Waru, Sedati dan Gedangan di Sidoarjo mengadakan acara Kajian Keislaman dan buka puasa bersama di Soto Abbas Tropodo. Sekitar pukul 16.00, Ustad Mustakim membuka kajian dengan mengajak peserta untuk lebih semangat untuk menghiasi Ramadhan dengan banyak kebaikan. Beliau mengingatkan bahwa puasa kita adalah untuk Allah. Jika banyak orang rela berpanas-panasan mengantri untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga murah, maka sudahkah kita menyambut gembira saat Allah mengobral banyak pahala bagi hambaNya yang mau berbuat banyak kebaikan di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan kebaikan. Sudahkah kita melakukan perjuangan maksimal untuk mempersembahkan amalan terbaik kita dalam beribadah kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Ustad Mustakim juga mengkisahkan sahabat nabi yang penuh semangat dalam menghiasi Ramadhan dengan kebaikan dan ibadah yang maksimal. Ada satu kisah sahabat yang disebut ahli surga, ternyata amalannya sederhana yakni mampu memaafkan saudaranya yang sudah berbuat dzalim kepadanya. Tidak ada kebencian tersimpan didalam dada, bahkan selalu mendo'akan kebaikan untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia. Sungguh, merugi bagi mereka yang selalu menyimpan kebencian didalam dirinya pada saudaranya. Berbuat banyak kebaikan di bulan Ramadhan adalah sikap bijak dan pilihan yang tepat. Memang, benar di pengadilan akhirat nanti kita bisa menuntut pada mereka yang sudah mendzolimi kita. Bisa jadi pahalanya bisa diberikan pada kita atau dosa kita yang akan ditransfer pada orang yang sudah menyakiti kita. Namun, ingat dengan memaafkannya itu akan lebih baik karena istana di Surga dibangun bagi hambaNya yang mampu memaafkan saudaranya dan selalu mendo'akan kebaikan untuknya. Berinfaq di bulan Ramadhan untuk membantu pada sesama adalah satu kebaikan, begitu pula mendo'akan saudara kita dengan do'a terbaik.
Perlahan semangat untuk menghiasi Ramdhan mengalir dalam diri mereka, remaja baik pengemban dakwah. Nampak dari wajah-wajah mereka keinginan berbuat kebaikan, setelah mendengarkan tauziah dan motivasi dari ustad Mustakim, yang meminta mereka untuk berbuat banyak kebaikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Kebaikan awalnya harus dipaksa agar terbiasa. Membaca al-Qur'an, sholat tarawih dan sholat malam, serta bershodaqoh di bulan Ramadhan adalah kebaikan-kebaikan yang harus lebih ditingkatkan dan dijaga terus sepanjang tahun. Ramadhan harus digunakan sebagai momentum untuk menempa diri dengan mempersembahkan amalan terbaik kita.
Kemudian, disesi kedua, ustad Efendi menyampaikan satu tema "Menjadi baik dengan Berdakwah". Berdakwah adalah kewajiban yang harus disegerakan, tidak boleh ditunda. Jangan karena merasa belum baik dan belum pantas, kemudian menolak untuk berdakwah. Padahal, perlu diketahui berdakwah adalah kewajiban. Dan semua orang bisa berdakwah sesuai dengan kemampuannya, karena Allah tidak membebani hambaNya, diluar batas kemampuannya.
Berdakwah, tidak hanya bagi mereka yang pandai ceramah, atau mampu menulis dengan konten islami yang inspiratif, tapi kita bisa mulai dari hal yang sederhana mengajak teman kita untuk melakukan kebaikan, mengajak mereka mendatangi kajian ilmu yang membahas tentang ajaran Islam yang lurus dan mulia. Saat pemahaman mereka yang kita ajak ngaji tercerahkan dengan Islam, kitapun dapat aliran pahala jariyah dari mereka. Atau bisa juga kita membagi tulisan atau konten-kobten Islami yang menginspirasi dan mencerahkan pemahaman dengan Islam.
Mereka nampak lebih bersemangat untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam berdakwah, dan semua butuh proses, tidak bisa dicapai secara instan. Do'a terbaik untuk mereka yang perduli dengan agamanya dan juga pada sesama. Semoga setiap langkahnya diberikan kemudahan untuk menggapai kesuksesan mereka tidak hanya untuk kehidupan di dunia tapi juga kehidupan di akhirat nanti.
Saat kumadang adzan magrib terdengar waktunya berbuka puasa tiba. Mereka sungguh bergembira berbuka dengan pilihan menu soto dan ayam bakar. Minuman es teh, takjil kurma dan beberepa macam kue sungguh nikmat terasa. Sungguh indah dan membawa keberkahan, berbuka puasa bersama remaja pengemban dakwah. Setelah berbuka puasa bersama, mereka bersama-sama menuju masjid terdekat untuk melakukan sholat magrib berjama'ah. Semangat menghiasi dengan amalan terbaik di bulan Ramadhan semoga terus menggelora didalam dada mereka. Akhirnya acara Kajian Ramadhan dan buka puasa bersama terlaksana dengan baik karena izin Allah. Mereka para remaja pengemban dakwah, pulang dengan semangat baru untuk menciptakan jejak kebaikan dan semangat untuk terus berdakwah. (reper/me)


Posting Komentar untuk "Ramadhan Bulan Perjuangan Menjadi Baik"