Bebaskan Dirimu dari Kata “Nanti Orang Bilang Apa?”
Oleh: Uswanas Ily
Ketika kita kecil, kita ingin sekali cepat menjadi dewasa. Namun, ketika kita telah menjadi dewasa kita kaget dengan kehidupan orang dewasa yang begitu crowded dengan segala macam persoalan dan beban hidup. Apalagi standar hidup yang kini sangat matrealistik. Kesuksesan, baik buruk bahkan bahagianya seseorang disandarkan pada materi.
Wah, sudah senang ya sekarang.. sudah punya pekerjaan tetap. Sudah senang ya sekarang sudah punya rumah, mobil dan juga sudah berkeluarga. Standart ini seolah-olah mengelempokkan orang menjadi bahagia dan tidak bahagia karena memiliki sesuatu. Bahagia jika memiliki pekerjaan tetap dan tidak bahagia ketika tidak memiliki pekerjaan tetap. Nyatanya, tidak semua orang yang memiliki pekerjaan tetap itu bahagia dan bisa menikmati hasilnya dan begitupun sebaliknya tidak semua orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu sengsara dan tidak dapat menikmati hasilnya.
Siapa yang seharusnya membuat standar bahagia, sukses dan juga dewasa ? apakah jika manusia, lingkungan bahkan Negara membuat standart sukses bagi seseorang, lantas bisa adil untuk semua orang ? ataukah bisa dicapai oleh semua orang ? atau jangan-jangan hanya melahirkan orang-orang lelah dan gelisah yang terus mengejar standart tersebut tanpa tahu kapan standar ini akan dicapai ?
Sebuah handphone biasanya ada fitur “Kembali ke Pengaturan Awal”. Ada yang pernah melihat fitur ini ? Jika kita memilih fitur ini maka handphone tersebuat akan kembali ke settingan awal atau standar dari handphone pertama kali kita beli atau pertama kali keluar dari pabrik. Dibebarapa Handphone fitur ini dinamai “kembali ke pengaturan pabrik’. Apa artinya ? artinya yang membuat standart dari handphone ini adalah pabriknya. Pencipta handphone ini yang paling tahu standart untuk ciptaannya. Apa yang terjadi jika kita menyalahi standart atau membuat standart sendiri ? mungkin akan berfungsi, tapi lama kelamaan handphone ini akan menjadi handphone yang gelisah. Terus menerus muncul pemberitahuan meminta untuk di restart.
Bagaimana dengan manusia ? Siapa yang harusnya membuat standar untuk manusia ? Pastinya yang lebih tahu dari manusia tersebut. Dialah Allah SWT. Penciptanya Manusia. Mungkin selama ini banyak yang gelisah dan stress karena tidak sesuai dengan standart penciptanya. Mungkin tubuh dan pikiran kita sudah seharusnya direstart dengan standart yang benar sehingga bisa menentramkan jiwa-jiwa kita. Mengejar standart yang sesuai dengan standart penciptaan kita dimuka bumi ini.
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguh- nya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan men- sucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Qs. Al-Baqarah : 30)
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Al-Dzariyat: 56)
"Barangsiapa mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki atau perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka akan masuk kedalam surga dan mereka tidak akan dianiaya walau sedikitpun," (QS. Annisa ayat 124)
Manusia diciptakan untuk beribadah, beramal solih dan menjadi Khalifah di muka bumi. Ikuti standart yang Allah berikan. Lakukanlah semua untuk meraih ridho Allah SWT. Sebagai pencipta yang paling mengetahui standart kita sebagai manusia. Allah SWT tidak menguji kita melebihi batas kemampuan. Allah SWT. Tidak menurunkan syariat kecuali untuk mempermudah hidup manusia. Mengikuti standar manusia itu melelahkan, tidak berujung dan hanya akan mengakibatkan kelelahan yang tidak ada habisnya. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Bebaskan Dirimu dari Kata “Nanti Orang Bilang Apa?”"