Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tak Sekedar Kisah Klasik Untuk Masa Depan


 Oleh : Nulya Aminatu Zahra


Gais, enaknya punya sahabat, kita nggak ngerasa hidup sendiri. Kehadiran mereka selalu ada dalam suka maupun duka. Walau terpisah ruang dan waktu, tak mampu memutuskan tali persahabatan di antara kita. 


Seorang sahabat, dia nggak egois cuman mikirin dirinya sendiri. Dia rela ngorbanin waktu, tenaga, pikiran bahkan hartanya agar kita selalu bahagia. Coba deh, ingat-ingat lagi momen terbaik itu bersama sahabatmu. 


“Berikanlah perhatian kepada sahabatmu, karena mereka menjadi bekal kalian di dunia dan di akhirat.” (Ali bin Abi Thalib ra)


Seorang sahabat, dia selalu ngasih support terbaik pas moment downnya kita. Selalu bisa mengusap air mata jika keadaan tidak berpihak pada kita. Selalu menggenggam tangan kita saat tak ada lagi genggaman yang menguatkan.


Jika sudah tergambar wajahnya, terbayang senyum manisnya, terdengar tawa renyahnya, angkat kedua tanganmu lalu lantunkan doa terbaik untuknya. 


“Ya Allah, mudahkanlah langkah saudaraku. Berikanlah ia cahaya ketika dalam gelap. Berikanlah arah ketika dalam sesat. Berikan ingat ketika dia lupa. Berikan kekuatan ketika dia lemah. Berikan keberanian ketika dia takut. Berikan rizki ketika dia butuhkan. Kabulkan doa ketika dia bermunajat. Tegarkan dan sabarkan dalam dakwah. Ya Rabb, berikan kemenangan dan keberhasilan dalam gerak keberhasilannya.”


Rasakan kerinduanmu yang membuncah di relung hati yang paling dalam. Biarkan perasaanmu menguasai hatimu, rasakan rasa sayangmu terhadapnya, bersyukur karena sudah diberikan sahabat sebaik dirinya.


Sahabat, cukup Allah saja yang tahu betapa kumenyayangimu. Cukup malaikat Raqib yang mencatat untaian doa-doaku untukmu ba'da shalat. 

Bersamaiku selalu dalam setiap langkah karena langkahmu dan langkahku akan terus beriringan. 


Sabahat, banyak terimakasih dan maaf yang ingin kusampaikan padamu, banyak pesan dan kesan yang ingin kukatakan padamu, tapi dengan satu tulisan ini saja tidak cukup untuk berterimakasih dan meminta maaf. Bertemu denganmu adalah ketidaksengajaan yanh indah dan salah satu hadiah terbesar dari Allah.


Engkau yang mendekatkanku pada ketaatan. Engkau yang menjauhkanku dari kemaksiatan. Engkau yang mengingatkanku saat khilaf. Engkau yang menguatkanku saatku rapuh. Bersahabat denganmu tak sekedar kisah klasik untuk masa depan. Namun kisah abadi hingga Allah swt mengumpulkan kita lagi di Surga-Nya nanti. Kita bertemu karena Allah, berpisah karena Allah dan berkumpul lagi karena Allah. ;)

Wallahu a’lam bisshawab. []

Posting Komentar untuk "Tak Sekedar Kisah Klasik Untuk Masa Depan"