Mewaspadai Hedonisme, Gaya Hidup yang Merusak Generasi
Oleh: Mochamad Efendi
Setiap orang ingin hidup senang dan bahagia, tapi jangan jadikan kesenangan dan kebahagiaan sebagai tujuan dalam hidup hingga menghalalkan segala cara untuk menggapainya. Tidak peduli Makanan haram selama mendatangkan manfaat dan enak rasanya dimakan tanpa takut berdosa. Rendang babi dan miras dipromosikan bebas dalam sistem sekuler. Sesuatu yang dianggap membawa manfaat dikonsusmi meskipun haram. Gaya hidup hedonisme, bebas tanpa aturan selama itu mendatangkan kesenangan sungguh bertentangan dengan ajaran Islam. Hidup senang dan bahagia tidak dilarang dalam Islam, namun semuanya harus diperoleh dengan cara yang benar sesuai dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia.
Gaya hidup hedonisme harus diwaspadai agar tidak merusak generasi. Bagaimana kita senang melakukan sesuatu jika Allah tidak suka. Dan bagaimana kita mencintai sesuatu jika Allah membencinya. Seorang muslim sejati akan menyukai apa yang Allah suka, dan membenci sesuatu apa yang dilarang oleh Allah SWT. Meraih kesenangan dan kebahagiaan harus dengan cara yang sesuai dengan syariatNya. Jika Babi haram, maka dia tidak akan memakannya meskipun ada yang mempromosikan bahwa daging babi empuk dan enak untuk dimakan serta bagus untuk kesehatan. Begitu pula seorang muslim tidak akan mendekati miras, miskipun minuman ini bisa menghangatkan tubuh dan membawa pada kenikmatan dunia. Semua yang haram harus ditolak dan ditinggalkan meskipun memilik manfaat dan bisa membawa pada kenikmatan dunia.
Seorang muslim sejati melakukan sesuatu jika itu halal dan diperintahkan dalam ajaran Islam. Berbuat untuk mencari ridho Allah, karena itulah tujuan hidupnya. Hatinya senang dan bahagia saat langkah kakinya mampu berjalan di jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan mereka yang tersesat. Hatinya pandai bersyukur atas setiap nikmat dan bersabar, tidak berkeluh kesah, saat mendapat musibah. Hidup indah dan berkah, saat sesuai dengan aturan Allah.
Hedonisme merusak generasi dengan mengejar nikmat dunia, meskipun harus meninggalkan aturan agama. Agama dianggap menjadi penghalang untuk memuaskan nafsu. Berfikir sekuler dan memuja kebebasan hanya untuk mendapatkan kesenangan dunia. Penyimpangan perilaku yang menjadikan seseorang lebih rendah daripada hewan dilakukan hanya memuaskan nafsu untuk kesenanangan dan kenikmatan. Sex bebas dan LGBT dilakukan hanya untuk kepuasan dan kesenangan yang menjauhkan mereka dari nilai-nilai agama. Hidup hina dan celaka, hanya untuk memuaskan nikmat dunia.
Sebagai contoh hedonisme yang ditunjukkan dalam kehidupan hiburan malam di holywings, yang menyediakan miras, dan juga menyediakan tempat untuk pelaku hedonisme untuk memuaskan hasrat bersenang-senang jauh dari aturan agama. Tidak perduli mereka yang datang dengan selingkuhan atau dengan pasangan LGBT, disambut dengan hingar-bingar musik dengan menampilkan tontonan yang mengundang birahi untuk memuaskan nafsu mereka. Kehidupan yang jauh kehidupan beragama disajikan dalam tempat hiburan malam yang anehnya bisa dirasakan dalam negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Dan yang lebih aneh lagi bisnis haram ini dinikmati juga umat Islam yang pemikirannya telah terjangkit virus sekularisme.
Seperti halnya virus covid-19, sekularisme juga mudah menyebar dan menjangkiti pemikiran umat yang tidak memiliki benteng iman dan taqwa yang kuat. Berfikir sekuler mendorong seseorang untuk memilih gaya hidup hedonisme, kesenangan dunia dijadikan tujuan. Agama ditinggalkan karena dianggap menghalangi kepuasan untuk meraih nikmat dunia. Kehidupan yang jauh dari nilai-nilai Islam membuat hidup terhina tapi tidak mereka menyadarinya.
Kebebasan melakukan apa saja selama hati senang dan puas, bahkan meskipun bertentangan dengan keyakinannya sendiri. Bahkan, melecehkan agama dianggap bentuk kreatifitas yang harus dihargai dalam sistem demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan untuk memuaskan nafsu meraih kesenangan dunia, hedonisme. Merasa puas dan senang saat mampu menistakan agama. Merasa bangga karena apa yang dilakukan tidak tersentuh hukum, sehingga tidak ada efek jera, tapi kebencian telah menjauhkannya dari kebenaran hakiki.
Menistakan orang yang paling mulia dalam agama Islam harus diberi sanksi berat agar memberikan efek jera. Jika dibiarkan bisa memantik kemarahan umat. Jangan salahkan jika umat marah karena keyakinannya dinistakan dan orang mulia yang sangat dicintai dihina dengan memberikan miras gratis pada orang yang bernama Muhammad. Tindak tegas siapa saja para penista agama agar penistaan terhadap agama tidak terulang lagi. Jangan biarkan penistaan tumbuh subur di negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Hedonisme, gaya hidup bebas tanpa aturan harus ditinggalkan, dan kembali pada Islam agar mendapatkan kemuliaan dalam hidup, bukan kehinaan karena meninggalkan aturan Allah SWT. []


Posting Komentar untuk "Mewaspadai Hedonisme, Gaya Hidup yang Merusak Generasi "