Siapakah Orang Cerdas Itu?
Oleh: Mochmad Efendi
Siapakah orang cerdas itu? Hm... sebelum kita membahas hal itu. Sadar nggak sih bahwa setiap orang. Baik itu yang modelnya begini, modelnya begitu. Semuanya pasti nanti akan mati.
Kematian adalah keniscayaan yang pasti akan datang menghampiri jiwa yang bernyawa. Hidup pasti akan berakhir dan semua yang kita miliki di dunia akan kita tinggalkan.
Dan orang cerdas itu ialah orang yang selalu ingat mati dan berusaha untuk menciptakan jejak-jejak kebaikan untuk bekal kehidupan yang pasti akan kita jalani setelah fase kematian.
Sudah banyak contoh orang-orang disekitar kita yang jatah hidupnya telah berakhir, tidak kembali lagi ke dunia, tidak bisa lagi berkumpul dengan keluarga mereka. Mereka harus kembali menghadap Tuhan mereka dan menjalani satu kehidupan yang berbeda dengan saat mereka di dunia. Mendapatkan sebaik-baik atau seburuk-buruk tempat kembali tergantung amal perbuatan mereka di dunia, tidakkah kita mau berfikir. Orang cerdas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan hidup di dunia untuk menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Jangan sampai kita menyesal seperti penyesalan penghuni neraka yang tidak lagi berguna. Mereka ingin kembali ke dunia. Mereka ingin diberi kesempatan untuk hidup di dunia agar bisa memperbaiki semua kesalahan yang mereka perbuat karena kebodohan mereka. Tapi permintaan mereka tidak bisa dipenuhi karena mereka lalai ketika di dunia menjadi orang-orang bodoh pemuja dunia.
Umar ibn Khattab, khalifah kedua setelah Abu Bakar al-Shidiq, pernah berkata: "Bersama sepuluh orang, aku menemui Nabi SAW lalu salah seorang di antara kami bertanya, 'Siapa orang paling cerdas dan mulia wahai Rasulullah?' Nabi menjawab, 'Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat'.'' (hadits riwayat Ibnu Majah).
Orang cerdas bukan mereka yang bergelar Doktor atau Professor. Tidak pula mereka yang mampu meraih jabatan tinggi. Dan tidak juga mereka yang memiliki pekerjaan yang mampu menghasilkan banyak uang dan kekayaan. Sungguh mereka yang cerdas adalah orang yang tidak terlena dengan nikmat dunia dan tetap ingat dengan kematian. Mereka yang saling menasehati untuk menyiapkan kehidupan setelah mati, sungguh mereka adalah orang-orang cerdas.
Sebaliknya mereka orang-orang bodoh yang selalu disibukkan dengan urusan dunia sehingga lupa bahwa mereka pasti akan mati dan tidak punya waktu untuk menyiapkan kehidupan akhirat. Bahkan hal ini yang membuat Salman Al Farisi, seorang sahabat nabi dari tanah Persia merasa heran dengan orang- orang yang mengangankan dunia padahal kematian tengah memburunya. Sudah terbukti mereka yang memiliki jabatan tinggi, investasi dimana-mana seolah-olah bisa hidup di dunia selama-lamanya tidak lepas dari kematian. Ternyata saat kematian datang menjemput, jabatan tinggi sudah tidak lagi berguna. Harta melimpah dan investasi yang tidak sempat dinikmati tidak sanggup untuk menunda sedikitpun waktu kematian agar bisa menikmati simpanan harta yang selama ini hanya dikumpulkan, dan dihitung-hitungnya. Takut kehilangan hartanya sehingga enggan berinfaq di jalan Allah, namun pada akhirnya kematian memaksanya untuk meninggakan semuanya termasuk keluarga yang dicintai serta orang terdekat yang selama ini membantunya.
Gaes, marilah berfikir cerdas dan cemerlang dengan mengingat mati, serta kehidupan setelah mati yang harus kita siapkan mulai dari sekarang, mumpung pintu taubat masih terbuka untuk kita. Menysukuri nikmat yang ada yang merupakan rezeki dari Allah dengan menginfaqkan sebagaian rezeki yang kita telah terima di jalan Allah agar kita tidak termasuk orang-orang merugi. Kebodohan manusia adalah lupa dengan kampung akhirat, menyibukkan diri dengan urusan dunia dan lupa dengan tempat kita kembali untuk selama-lamanya.
Menggunakan potensi dan rezeki dari Allah untuk beribadah kepadaNya adalah satu perbuatan yang dilandasi oleh iman dan kecerdasan dalam berfikir karena ingat mati. Sebagai makhluk Allah yang paling mulia yang dibekali dengan akal harus bisa memutuskan langkah hidup yang tepat dan benar menurut tuntunan dari hukum Pencipta manusia. Jangan hanya menuruti hawa nafsu yang mengajak pada satu perbuatan yang melanggar syariataNya. Menghilangkan agama dalam kehidupan adalah satu kebodohan akut. Berfikir sekuler hanya menjadikan kita menjadi orang-orang bodoh pemuja dunia yang lupa atas kehidupan kita yang sesungguhnya setelah mati.
Gaes, jadilah orang-orang cerdas, dan mulia agar kamu tidak menjadi orang-orang merugi. Mempertebal Iman dan meningkatkan ketaqwaan adalah satu hal yang penting untuk dilakukan. Kemudian, berbuat banyak kebaikan dilandasi oleh keimanan dan dilakukan ikhlas, semata-mata untuk mencari ridhoNya. Tentunya, tidak cukup hanya untuk diri sendiri kita berbuat kebaikan, karena cuek dan tidak perduli pada sesama bukan ciri orang beriman. Kita harus saling menasehati tentang kebaikan yang dikaitkan dengan Islam, dan saling menasehati untuk kesabaran. Semoga kita termasuk orang-orang cerdas yang selalu ingat dengan kematian, dan berusaha menciptakan jejak-jejak kebaikan untuk bekal kita nanti setelah mati. []


Posting Komentar untuk "Siapakah Orang Cerdas Itu?"