Generasi Kita Dibajak dan Dirusak, Sadar Gak Sih?
Oleh : Cut Zhiya Kelana, S.Kom
(Guru dan Aktivis Muslimah Aceh)
Bestie... denger kasus baru-baru ini gak sih, itu kasus yang dialami seorang bocah SD yang meninggal karena depresi akibat bullying yang dilakuka teman-temannya. Dan mirisnya lagi, bocah itu disuruh untuk melakukan adegan yang tak senonoh pada binatang. Nauzubillah... dari mana sih pemikiran seperti itu datang? Anak-anak yang masih polos yang harusnya sibuk belajar dan bermain malah melakukan kejahatan seperti itu. Mungkin dikira itu hanya permainan saja, namun akibatnya adalah trauma yang dialami korban ini. Efeknya adalah rasa tersiksa itu bukan pada manusia tapi juga binatangnya membuat dia jatuh sakit.
Bocah kelas enam SD di Tasikmalaya jadi korban bullying. Bocah malang itu mengalami depresi hingga sakit keras dan akhirnya meninggal usai dipaksa menyetubuhi kucing oleh teman sebayanya. Psikiater RSIA Limijati Kota Bandung dr Elvine Gunawan mengatakan aksi bullying sebetulnya bukan kasus baru. Bullying menurutnya memiliki dampak yang luas.
"Setiap kasus bullying baik ringan atau seperti ini sudah ekstrem, bukan lagi bullying secara verbal, tapi ini lebih kekerasan secara fisik walaupun gunakan cara lain. Ini berdampak pada kesehatan jiwa, buat orang yang melakukan sudah pasti ada gangguan jiwa. Untuk orang terkena dampak jelas dan terakhir juga saksinya, dampaknya luas banget," kata Elvine via sambungan telepon, Kamis (21/7/2022). (Detik.com)
Itu baru satu kasus loh, kasus lainnya apalagi memang? Tentu saja yang booming kemarin itu Citayam Fashion Week yang dilakukan di jalanan menjadi sebuah trend yang kemudian juga mewabah sampai ke Aceh. Waduh... yang gak bener aja cepat banget nyebar kayak virus, sedangkan yang bener itu susah banget diterapkan. Yang dimana para pelakunya juga masih para pelajar, baik itu masih aktif sekolah atau tidak. Namun kini CFW di tutup dan akan dipindahkan ke sebuah tempat yang mungkin akn lebih bagus, mereka beralasan bahwa hal ini dilakukan agar para remaja ini mudah mengekspersikan dirinya dengan cara yang benar.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta langsung para anak-anak yang berkumpul di acara Citayam Fashion Show, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, membubarkan diri pada pukul 22.00 WIB, kemarin. Menurutnya, hal itu untuk membiasakan disiplin waktu, mengingat hampir semuanya masih pelajar SD, SMP, hingga SMA.
“Sebelum pukul 22.00 WIB sebaiknya sudah di rumah. Ini bagian untuk mencegah kekerasan, pelecehan terhadap anak. Karena angka kekerasan meningkat, prostitusi daring juga meningkat,” kata Riza di akun instagramnya, dikutip Ahad (24/7/2022). (Republika.com)
Para Remaja Kita Dibajak
Bestie... pernah nonton film bajak laut gak? yang diperankan oleh jhony deep yang sekarang berkasus pula. Kita gak bahas kasusnya sih, tapi yang mau kita bahas itu adalah secara gak langsung kita seperti sedang dibajak. Kog bisa sih, iya... kita dikuasai oleh sesuatu yang gak berasal dari Islam yaitu merusak potensi yang ada. Nah dari dua Kasus bullying ekstrem dan di luar nalar yang terjadi di kasus tasikmalaya dan mewabahnya racun Citayam fashion week (CFW) adalah bukti nyata perusakan dan pembajakan potensi generasi terjadi secara sistemik, sedangkan negara hanya membuat kebijakan dan pernyataan normatif.
Kenapa negara bisa seperti itu?
Jawabannya karena negara kita berada dibawah ketek negara adidaya. Yang mau gak mau, kita pasti terpengaruhi oleh peradaban barat yang rusak. Kita bisa melihat sendiri bagaimana para remaja diluar yang bukan berasal dari Islam. Rata-rata mereka kehilangan arahnya, dan tidak tau harus berbuat apa? Sedikit saja yang sanggup berprestasi selebihnya menjadi pembebek juga.
Maka gak heran deh, kalo contohnya itu barat, baik dari segi pergaulan dan pendidikannya yang bebas. Ingat ya! kasus di barat yang ada seorang remaja membawa senapan membunuh anak-anak SD. Seolah hidup itu layaknya permainan game yang dia mainkan, bermain dengan nyawa manusia. Orang mati itu gak bisa hidup lagi, yang dalam Islam saja hukumnya sangat berat sekali, kalo istilah bahasa koreanya itu (gigi dibalas gigi, mata dibalas mata). Kenapa ada istilah seperti itu sih? Karena korea juga dulunya pernah merasakan nikamatnya hidup dalam Islam, dan hukumnya pula adil. Sehingga terus dipakai sampai hari ini dibanyak drakor, dalam Islam nyawa dibalas nyawa. Masyallah ya! hukumnya sangat adil sekali.
Menutup Semua Fasilitas Menuju Kerusakan
Harusnya negara itu gimana ya, untuk menghadapi semua hal ini? Sepatutnya negara mengeluarkan kebijakan dengan perubahan arah orientasi dan pembinaan generasi. Perubahan mendasar dan menyeluruh itu menuntut pemberlakuan Islam, menutup semua pintu penyebaran nilai, aturan dan perilaku liberal.
Mengapa harus ditutup? Karena punca dari segala kerusakan itu adalah sistemnya yang rusak. Jika sistemnya rusak, maka rusaklah elemen kehidupan dalam masyrakatnya, sehingga saat ini bisa kita rasakan sendiri bagaimana hal itu terjadi. Semakin hari kog semakin mengkhwatirkan ya kan bestie, rasa udah gak aman lagi. Dan melihat generasi kita makin hancur-hancuran aja perilakunya, eh gara-gara HAM kah? Bisa jadi kan ya, mereka menganggap kebebasan hidup tanpa aturan itu adalah kenyamanan yang susah untuk dibuang dalam kehidupannya.
Dan negara pula menfasilitasinya, sehingga karena adanya dukungan dari negara mereka terus melakukan hal itu meski salah. Buktinya yang like dan share banyak, padahal salah meski sudah di ingatkan. Jadi negara juga punya peran paling penting dalam kehidupan untuk melindungi para generasinya, menjaga akhlaknya dengan menanamkan keimanan. Nah, jika keimanan ini hilang maka hilanglah semua hal yang ada dalam dirinya. Rasa malu, takut dan yang lainnya sudah musnah. Aturan manusia gampang dilanggar, apalagi aturannya Allah yang maha sempurna aja diabaikannya.
Islam Mendukung Kreativitas Remaja Untuk Kebangkitan Islam
Tentu saja bagi kapitalis itu sah saja mereka mengambil keuntungan dari kreatifitas masyrakat meski itu salah. Tapi sangat berbeda dengan Islam hukumnya Haram bagi negara mengambil untung dari perilaku liberal rakyat yang dilabel kreatifitas, menjadi jalan keuntungan bagi kaum kapitalis dan wajib bagi negara menutup semua celah kerusakan perilaku generasi.
Merasa gerah gak sih dengan keadaan ini, ditambah generasi yang hancur lebur kayak dibom waktu gitu. Takutnya malah di bom kayak hirosima nagasaki, jauh banget mikirnya. Tapi beneran loh bestie, jika generasi kita terus menerus seperti ini, andainya kita diserang oleh negara lain udah kita mati semua. Karena para pemudanya udah duluan melarikan diri atau sembunyi. Makanya kan memang sistem yang rusak ini harus benar-benar dibuang, sehingga negara juga bisa melakukan perannya dengan lebih aktif untuk melindung dan menyelamatkan generasi kita agar tak rusak akalnya juga akidahnya.
Bukan berarti dalam Islam negara gak mendukung para remaja untuk berkreativitas, boleh selama itu untuk kemaslahatan umat. Menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia memang tugas kita sebagai muslim. Tapi semua itu dibatasi, manfaat yang dirasa oleh umat nantinya akan membuat mereka bangkit dari tidur panjang yang melenakan. Bahwa mereka harus belajar untuk menciptakan sebuah peradaban yang gemilang seperti pada masa lalu. Inilah yang menjadi tujuan kita sebagai muslim, karena itu kita harus sadar dan bangkit dari keterpurukan dan pengekangan oleh sistem fasad ini. Wallahu ‘alam. []


Posting Komentar untuk "Generasi Kita Dibajak dan Dirusak, Sadar Gak Sih?"