Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat
Oleh : Rantika Nur Asyifa
Sobat perubahan, beberapa hari lalu negara kita tercinta genap berulang tahun yang ke 77. Kebahagiaan dan keseruan dalam perayaan 17 agustusan begitu terasa meriah. Banyak elemen masyarakat yang turut berkontribusi dan memeriahkan hari kemerdekaan.
Tapi taukah sobat dibalik kemeriahan yang terjadi, ternyata menyimpan banyak penderitaan yang dirasakan rakyat saat ini. Kemiskinan meningkat, kebebasan berekspresi yang kebablasan, perusakan generasi, bahan-bahan pokok naik, dan masih banyak lagi.
Kasus-kasus juga banyak terjadi akhir-akhir ini. Seperti kasus korupsi, perjudian yang semakin meresahkan, utang negara yang semakin menggunung, dan masih banyak lagi. Kasus-kasus ini semakin hari bukannya semakin berkurang dan bisa diselesaikan melainkan semakin memburuk.
Sejak dahulu Bung Karno memiliki cita-cita, rakyat mendapatkan keadilan tanpa memandang agama, kasta, suku bangsa. Sudahkah cita-cita itu terwujudkan saat ini? Melihat begitu miris kondisi negeri saat ini.
Salah satunya kasus korupsi yang semakin marak terjadi. Hingga saat ini belum ada sanksi yang membuat jera para koruptor. Semakin hari semakin bermunculan koruptor baru dengan jumlah uang rakyat yang diambil milyaran hingan triliunan rupiah.
Dilansir dari tribunnews.com, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyebutkan pemilik PT Darmex Group/Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng, tiba di Indonesia pukul 13.20 WIB, Senin (15/8/2022). Buronan kasus korupsi Rp 78 triliun itu mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Sobat perubahan, selain maraknya kasus korupsi, utang negara juga semakin hari semakin menggunung. Bertambahnya utang memperburuk kondisi negara saat ini.
Dilansir dari Kompas.com, utang Indonesia hingga akhir Juli 2022 membengkak dari bulan sebelumnya. Posisi utang hingga 31 Juli 2022 mencapai Rp 7.163,12 triliun setara 37,91 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Besaran utang Indonesia di akhir Juli ini mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang berada di angka Rp 7.123,62 triliun.
Kalau dikupas satu-persatu permasalahan yang terjadi saat ini, maka tidak akan habis. Dan akan terus menerus timbul peroblematika baru, jika tidak dibenahi dari akarnya.
Sebagaimana pembajakan generasi yang tersembunyi dari kata "Kebebasan" yang kebablasan, dicontohkan oleh aktivitas beradu fashion di zebra cross. Atau maraknya aksi bullying yang dilakukan oleh orang dewasa maupun anak-anak. Maraknya situs-situs porno yang banyak dikonsumsi oleh kaum remaja. Narkotika merajalela dan masih banyak lagi perusakan terhadap generasi yang ke depannya akan memimpin negeri ini.
Sobat perubahan, apa yang terjadi pada negara saat ini adalah bukti bahwa negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Negeri ini sedang mengalami krisis dan kesulitan yang teramat. Sulit keluar dari problematika yang terjadi saat ini. Negeri ini harus segera pulih dari rasa sakit yang mendera akhir-akhir ini. Begitu berat penderitaan rakyat yang jauh dari keadilan dan kesejahteraan.
Solusi fundamental ialah kembali kepada Islam, karena hanya Islam yang menjamin kesejahteraan, keadilan, keamanan, dan kemakmuran untuk rakyat. Islam menjamin dan menjaga kualitas serta kuantitas pangan atau bahan-bahan pokok, sehingga tidak mengalami kelangkaan atau tingginya harga.
Islam menjaga keimanan setiap individu, mendidik orang tua agar menjadi orang tua yang baik dan bisa menjadi tauladan untuk anak, sehingga dapat mencetak generasi cemerlang yang mampu membawa kebangkitan bagi negeri.
Islam juga memberikan sanksi yang setimpal untuk para pelaku kejahatan agar memberikan efek jera dan menjadi edukasi kepada setiap elemen masyarakat untuk tidak coba-coba melakukan tindak kejahatan. Menjalankan perintah Allah swt. menjauhi larangannya.
Walahu a’lam bisshawab [ ]


Posting Komentar untuk "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat"