Belajar Islam Itu …..
Oleh: Sonia Padilah Riski
Pernah gak dengar kalimat kaya gini?
“Memahami Islam itu jangan sampai ke akar-akarnya, apalagi tau permasalahan yang lagi viral terus disangkut-pautin sama Islam. Cukup untuk diri kita sendiri aja, atur ibadah kita, atur bagaimana aktivitas akhirat kita, jangan terlalu memusingkan permasalahan dunia. Dunia itu tempatnya fitnah.”
Benar gak sih, kalau pernyataannya kaya gitu?
Masa iya kita belajar Islam hanya untuk diri kita sendiri? Terus bagaimana permasalahan umat? Memangnya Islam gak mengatur permasalahan umat?
Coba kita lebih mengenal Islam secara mendalam
Harus Islam yang Bagaimana?
Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, artinya Islam adalah untuk semua makhluk bukan hanya untuk ras, suku, dan negara tertentu. Dari awal masa pendidikan, orang tua selalu memaham kepada kita untuk mengamati peristiwa disekitar kita dan berujung ada Allah swt Sang Maha Pencipta. Contoh kecilnya mungkin seperti ini,
“Kenapa pada satu daratan yang sama bisa tumbuh berbagai macam buah-buahan?”
“Kenapa di dalam lautan ada ikan dengan berbagai jenis?”
“Kenapa matahari dan bulan bisa seperti menempel dilangit?”
Hal seperti ini akan mengantarkan kita pada proses berpikir. Sebenarnya masih banyak lagi aktifitas yang mengantarkan kita pada “kenapa dunia ada?”
“Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam. (TQS Al-A’rah ayat 54)
Demikianlah Allah menerangkan bahwa Islam diturunkan bukan sekedar untuk kita pahami. Kita diperintahkan untuk memikirkan dunia ini, tentunya tidak termasuk sekedar memikirkan diri sendiri.
Islam Itu Apa Aja?
Islam adalah agama yang sempurna dan komprehensif. Manusia diciptakan bukan sekedar makan, bernafas, dan tidur. Lebih dari itu, manusia disuruh Allah swt untuk menyembah pada-Nya. Apakah hanya dalam perkara sholat? Tentu tidak. Ada banyak aktifitas yang mengantarkan pada pahala dari Allah swt. Permasalahannya, apakah kita mencari tau atau tidak aktifitas seperti apa yang disukai Allah swt?
Islam terdiri dari tiga hubungan yakni Hablum minannas (hubungan manusia dengan manusia lain), Hablumminallah (hubungan manusia dengan Allah swt), Hablumbinafsihi (hubungan manusia dengan diri sendiri).
Hablumminannas contohnya seperti; muamalah, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan pemerintahan.
Hablumminallah contohnya seperti; sholat, zakat, puasa, dan haji.
Hablumbinafsihi contohnya seperti; akhlak, makanan, minuman, pakaian.
Dari ketiga hubungan ini, mayoritas manusia saat ini baru menerapkan dua hubungan saja yakni hablumminallah dan hablumbinafsihi. Sedangkan hablumminannas tidak diterapkan pada kehidupan saat ini. Mirisnya, banyak muslim yang tidak tau ternyata Islam mengatur hubungan seperti ini. Maka sangat memungkinkan jika muncul pernyataan diawal paragraf.
“Wahai ornag-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (TQS Al-Baqarah: 208)
Sudah diterangkan, bahwa Allah swt menugaskan setiap manusia untuk memasuki Islam secara keseluruhan. Bahkan ini sudah dicontohkan pada masa Daulah Islamiyah yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW. Rasul mencotohkan tidak ada satupun perbuatan yang tidak diatur dan disolusikan dengan Islam dengan Masjid Nabawi sebagai pusat aktivitasnya.
Penghalang Itu Disebut Sekulerisme
Jika melihat kondisi umat Islam saat ini, yang jauh dari Islam. Pasti ada penyebab kenapa umat Islam enggan untuk mempelajari Islam kaffah. Saat ini Islam kaffah bagaikana momok yang menakutkan, terlebih banyak peran negara yang memangkas ajaran Islam sedikit demi sedikit. Istilah-istilah yang dihapuskan dari Islam, pemahaman yang mengkaburkan mengenai Islam, memoderatisasi Islam, bahkan menganggap Islam itu sama dengan agama lain.
Akibatnya, banyak masyarakat yang mencukupkan diri sekedar mengetahui bagian Islam mana yang cukup aman untuk dirinya. Bukankah semua umat muslim bercita-cita ingin masuk surga bersama-sama? Bukankah semua umat muslim berharap syafa’at Rasulullah SAW kelak bersama-sama juga? Jika hanya memikirkan diri sendiri, bagaimana pertanggungjawaban kita terhadap Allah swt jika ada tetangga kita yang tidak sholat?
Kebebasan yang digaungkan generasi saat ini, bukan kebebasan yang didambakan Islam. Islam memang tidak melarang perkara kebebasan, tapi jika kebebasan itu sudah melewati batas koridor syari’at maka sudah pasti dipermasalahkan.
Banyak pemahaman barat yang mulai digunakan oleh umat muslim, yakni adanya sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan). Barat mengadopsi pemikiran sekulerisme, agar bisa memajukan peradabannya. Sedangkan umat muslim mengadopsi pemikiran sekulerisme agar menjatuhkan peradabannya. Terlihat jelas perbedaan yang membentang.
Penghalang inilah yang membuat manusia enggan untuk berIslam secara kaffah.
Memunculkan kesadaran kembali mengenai Islam kaffah agar umat memahami dan menerapkanya menjadi tugas kita bersama. Karena jika tidak ada yang memahami perkara ini, umat akan terus berada dalam kegelapan. []


Posting Komentar untuk "Belajar Islam Itu ….. "