Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyikapi Masalah dan Fenomena Langka, Gerhana Bulan


 Oleh: Mochamad Efendi


Fenomena alam yang tidak biasa seperti halnya gerhana bulan begitu juga masalah hidup harus disikapi secara benar dengan Islam. Kejadin luar biasa seperti gerhana bulan maupun matahari menujukkan Maha Besar Allah yang telah menciptakan hidup, alam semesta dan manusia. Semua butuh syariatNya dalam menyikapi fenomena alam ini dan segala sesuatu dalam hidup agar kita tidak tersesat dengan mengada-ngadakan sesuatu tanpa dasar ilmu. 


Ada yang berkayakinan bahwa saat gerhana bulan rumah yang sedang dibangun meskipun belum selesai harus ditempati jika tidak akan terjadi sesuatu bencana yang tidak diinginkan. Tidak ada hubungannya gerhana dengan apapun masalah yang menimpa diri kita. Bahkan jika ada yang sakit atau meninggal saat terjadi gerhana, pada hakikatnya bukan gerhana penyebabnya, tetapi semua itu sudah menjadi takdir Allah SWT. Begitu pula putra Rasullulah, dalam riwayat-riwayat hadits, Ibrahim Ibn Muhammad meninggal pada hari Senin, 27 Januari 632 M atau 29 Syawal 10 H dengan usia 1 tahun 10 bulan (22 bulan) yang bertepatan terjadinya gerhana bulan, bukan berarti meninggalnya karena gerhana bulan, meskipun banyak dari kafir Quraisy mencoba mehubung-hubungkannya. Kita tidak bisa menghindari sesuat yang sudah menjadi takdir kita,  namun yang terpenting adalah bagaimana menyikapi semua itu dengan benar. Oleh karena itu kita butuh syariatNya sebagai petunjuk bagi kita agar kita bisa menyikapi secara benar segala sesuatu yang menimpa diri kita.


Istighfar dan bersabar adalah sikap yang baik sebagai muslim sejati dalam menghadapi berbagai masalah hidup. Mohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang sudah dilakukan, kemudian dengan kesungguhan hati dan ikhtiar semaksial mungkin meninggalkan semua yang salah dan memperbaiki dengan memperbanyak amalan kebaikan yang dikaitkan dengan ajaran yang lurus dan mulia, Islam. Bisa jadi masalah dan ujian datang karena kesalahan kita terdahulu sehingga dengan bertaubat dan mengucapkan banyak istighfar baik dalam lisan dan dibenarkan oleh hati, dosa-dosa dan kesalahan kita akan berguguran. Allah Maha Pengampun bagi hambaNya yang benar-benar mau bertaubat 


Berfikir positif membuat masalah menjadi mudah. Langkah kaki terasa ringan meskipun masalah terus menghampiri hidup kita. Satu persatu masalah diselesaikan menjadikan diri menjadi sosok yang kuat dan bijak. Masalah tidak untuk ditakuti dan dihindari yang akan menjadi diri menjadi stress dan depresi, karena selama kita masih hidup tidak bisa lepas dari masalah. Namun ketaqwaan yang sebenar-benar taqwa akan membuat kita tangguh dan kuat dalam menghadapi setiap masalah dalam hidup. Solusi Islami akan menyelesaikan masalah dengan benar, tuntas dan menyeluruh sehingga tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari. Sebagai contoh, seseorang memilih memgambil hutang riba karena dianggap solusi paling mudah, tapi ternyata tidak menurut Islam. Memang banyak yang menawarkan hutang riba, dan bisa jadi masalah terselesaikan saat itu dengan cepat, tapi akan muncul masalah baru dan lebih pelik untuk diselesaikan, disamping hidup menjadi tidak berkah  karena memilih solusi yang bertentangan dengan ajaran yang lurus dan mulia, Islam. Berfikir positif membuat pikiran menjadi jernih untuk memilih solusi Islam dalam nemghadai setiap masalah 


Mendekatkan diri kepadaNya agar mudah mendapatkan solusi untuk semua masalah. Sholat dan sabar menjadi solusi bagi seorang muslim sejati saat menghadapi masalah. Sholat adalah media berkomunikasi untuk menyampaikan segala permasalahan kepada Al-Kholiq. Duduk bersimpuh dihadapan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan membuat hati menjadi tenang, dan masalah mudah terselesaikan. Yakinlah solusi akan datang dan Allah tidak menguji hambaNya diluar batas kemampuannya. Masalah harus dihadapi sebagai cobaan hidup agar kita lulus ujian. Ujian adalah bentuk kasih sayang kepada hambaNya, agar kita selalu ingat dan mendekatkan diri kepadaNya. Masalah harusnya membuat kita lebih dekat kepada Al-Khalik dengan meningkatnya ketaqwaan kita. 


Bersyukur atas segala sesuatu akan membuat kita merasa bahagia meskipun masalah datang bertubi-tubi. Masalah adalah ujian yang akan bisa meningkatkan derajat kita menuju kemuliaan. Balasan yang baik dan kemuliaan akan kita dapatkan atas kesabaran dan ketabahan kita dalam menghadapi setiap masalah. Dengan bersyukur, kita tidak akan berkeluh kesah, tapi merasa senang dan menerima semua yang ada dengan mengucapkan hamdallah atas segala sesuatu. Selama kita masih hidup masalah pasti ada begitu pula rezeki dijamin oleh Ar-Razak. Yang terpenting adalah  bagaimana kita bisa menyikapi setiap masalah dengan benar agar masalah bisa mendatangkan hikmah dan kebaikan dalam hidup ini. Tetap semangat dan tidak boleh menyerah, serta berkeluh kesah agar hidup ini terasa indah dengan hikmah yang bisa kita petik dari setiap masalah untuk kehidupan yang lebih baik.


Menyikapi masalah dan fenomena langka gerhana bulan, kita butuh syariatNya sebagai petunjuk agar kita bisa berjalan di jalan lurus dan termasuk orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan mereka yang suka mengada-ngada tanpa dasar ilmu sehingga tersesat karena tidak mengikuti petunjukNya. Tidak usah membuat cerita mistis ataupun menghubungkan masalah atau sesuatu yang buruk dengan kejadian langka gerhana bulan. Dengan fenomena gerhana bulan yang langka adanya menunjukkan kebesaran dan KekuasaanNya yang luar biasa. Mengikuti apa yang disyariatkan oleh Al-Khalik adalah langkah tepat agar kita tidak tersesat dan tidak termasuk orang-orang yang dapat murkaNya. Satu-satunya jalan agar kita selalu mendapat petunjuk dan rahmatNya adalah mengikuti ajaran Islam secara kaffah untuk mengatur kehidupan. []

Posting Komentar untuk "Menyikapi Masalah dan Fenomena Langka, Gerhana Bulan"